Tren Baru Hunian Berkonsep TOD Jadi Pilihan

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 06 Oktober 2020 | 14:42 WIB
Tren Baru Hunian Berkonsep TOD Jadi Pilihan
Konsep hunian yang dilengkapi dengan Transit Oriented Development (TOD).

Suara.com - Sejumlah pengembang di ibukota menawarkan konsep hunian yang dilengkapi dengan Transit Oriented Development (TOD). Penerapan TOD dinilai akan memberikan banyak keuntungan bagi para penghuni.

Salah satunya adalah integrasi angkutan umum yang memungkinkan masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan tranportasi yang efisien dan dekat dengan tempat tinggalnya.

Pengamat perkotaan Universitas Trisakti Yayat Supriatna mengatakan, penerapan Transit Oriented Development (TOD) merupakan pendekatan yang mengintegrasikan antara konsep ruang dengan transportasi.

“Dalam konsep TOD, pengembangan wilayah kota terintegrasi dengan tulang punggung transportasi utamanya yang berbasis rel misalnya kereta api, KRL, MRT, atau LRT,” kata Yayat, Selasa (6/10/2020).

Artinya dalam konteks akumulasi penumpang dan efisiensi ruang, angkutan yang berbasis kereta api menjadi sebuah pilihan utama dan bisa mengurangi beban jalan raya.

Transportasi berbasis kereta api juga dapat mendorong perpindahan sistem transportasi masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. TOD juga dapat memberikan nilai tambah pada kawasan sekitar pusat transportasi tersebut.

“Kawasan yang dibangun TOD memiliki nilai tambah dan bisa memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah,” ujar Yayat.

Itulah sebabnya dia menilai sejumlah pengembang properti yang mengembangkan TOD di kawasan propertinya merupakan langkah yang bagus.

Namun, pengembangan TOD ini tidak dapat berdiri sendiri, harus didukung oleh kolaborasi yang baik dari sejumlah pihak misalnya pengembang properti, pemerintah, dan pengelola transportasi.

baca juga

Beberapa pengembang yang mengintegrasikan hunian dengan TOD diantaranya adalah Agung Podomoro Group di Kota Podomoro Tenjo dan ADHI Commuter Realty yang menawarkan berbagai proyek properti, baik apartemen maupun rumah tapak, yang didukung dengan TOD.

Agung Podomoro Group yang tengah membangun kota mandiri baru yaitu Kota Podomoro Tenjo di wilayah Bogor, Jawa Barat, menyiapkan sebuah Grand TOD yang lebih modern.

Assistant Vice President Kota Podomoro Tenjo Zaldy Wihardja menjelaskan pembangunan Grand TOD di Kota Podomoro Tenjo merupakan salah satu upaya untuk memudahkan para penghuninya untuk menjalankan aktivitasnya dengan aman dan efisien.

"Grand TOD yang dibangun di Kota Podomoro Tenjo berada di dalam kawasan hunian dan langsung terhubung dengan stasiun kereta api. Sehingga keamanan dan kenyamanan penghuni lebih terjamin," jelas Zaldy dalam webinar peluncuran kota Podomoro Tenjo beberapa waktu lalu.

Zaldy menambahkan, grand TOD Kota Podomoro Tenjo akan menjadi salah satu ikon kota baru seluas lebih dari 650 hektar tersebut.

Dengan konsep hunian yang ramah lingkungan, Kota Podomoro Tenjo akan didukung berbagai infrastruktur transportasi yang terhubung dengan pusat kota.

Karena berada di dalam kawasan kota Podomoro Tenjo, untuk menuju Grand TOD, penghuni cukup berjalan kaki atau menggunakan sepeda yang tersedia tempat parkirnya.

Dengan konsep ini, APG berharap para penghuni kota Podomoro Tenjo dapat menikmati hidup yang lebih baik selepas pandemi COVID-19 selesai.

Selain kereta api yang bisa menjangkau Jakarta dalam waktu 40 menit, Kota Podomoro Tenjo juga dihubungkan dengan jalan tol Serpong-Balaraja.

Banyaknya industri dan pertumbuhan ekonomi yang cukup konsisten di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Bogor menjadikan Kota Podomoro Tenjo diserbu konsumen. Apalagi harganya cukup terjangkau.

"Dalam situasi Pandemi ini dalam sebulan sudah ada lebih dari 1.000 konsumen yang menyampaikan minatnya. Dengan lokasi yang strategis dan beragam fasilitas yang akan dibangun, kami optimis Kota Podomoro Tenjo akan menjadi ikon baru di Barat Jakarta," imbuh Zaldy.

Sementara itu Pengamat Transportasi Universitas Indonesia sekaligus peneliti Indonesian Urban Transport Institute (IUTRI) Alvinsyah mengatakan, pada prinsipnya konsep TOD bertujuan meningkatkan aksesibilitas angkutan massal.

“TOD dapat meningkatkan penggunaan angkutan massal dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi (bermotor), serta memperpendek panjang perjalanan,” ujar Alvinsyah.

Menurut Alviansyah dengan adanya TOD pola pergerakan masyarakat menjadi lebih baik karena aktivitas masyarakat akan terkonsentrasi pada stasiun sepanjang jalur angkutan masal.

“Perjalanan dengan berjalan kaki dan sepeda akan lebih dominan terutama di kawasan tujuan perjalanan dan waktu tempuh perjalanan bisa lebih singkat,” katanya.

Dia mengatakan TOD akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat kota menjadi lebih baik.

“Konsekuensinya akan banyak lahan-lahan kota yang bisa dijadikan ruang terbuka publik dan ruang terbuka hijau untuk media interaksi sosial masyarakat kota tersebut,” ujar Alvinsyah.

Pengembangan kawasan TOD juga menciptakan multiplier effect yang dapat memberikan nilai tambah dari nilai lahan, nilai properti, pajak properti, pendapatan masyarakat, dan jumlah kesempatan kerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Summarecon Bogor Tawarkan Hunian Mulai Rp 1,3 Miliar

Summarecon Bogor Tawarkan Hunian Mulai Rp 1,3 Miliar

Bisnis | Selasa, 29 September 2020 | 15:09 WIB

Lampaui Jawa Barat, Kota Bogor Alami Kenaikan Tingkat Hunian Hotel

Lampaui Jawa Barat, Kota Bogor Alami Kenaikan Tingkat Hunian Hotel

Jabar | Senin, 28 September 2020 | 16:04 WIB

Adaptasi New Normal, Tingkat Hunian Hotel di Bogor Mulai Membaik

Adaptasi New Normal, Tingkat Hunian Hotel di Bogor Mulai Membaik

Lifestyle | Senin, 28 September 2020 | 13:02 WIB

Terkini

Modus Kijang Angkut Ratusan Liter BBM Subsidi di Lampung Barat Terbongkar

Modus Kijang Angkut Ratusan Liter BBM Subsidi di Lampung Barat Terbongkar

Lampung | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:11 WIB

KPK Ungkap Pengadaan Tenda hingga Perahu Karet dalam Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB

KPK Ungkap Pengadaan Tenda hingga Perahu Karet dalam Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Sepatu Adidas, Nike dan HOKA, Mana yang Lebih Bagus Buat Daily Run?

Sepatu Adidas, Nike dan HOKA, Mana yang Lebih Bagus Buat Daily Run?

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Perbedaan Sunscreen Scora Pink dan Kuning, Ketahui Sebelum Checkout

Perbedaan Sunscreen Scora Pink dan Kuning, Ketahui Sebelum Checkout

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:05 WIB

IHSG Kembali Lesu di Sesi I, Terperangkap di Level 5.200

IHSG Kembali Lesu di Sesi I, Terperangkap di Level 5.200

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Bedak Padat Marina Apakah Bagus? Intip Klaim dan Review Pembeli

Bedak Padat Marina Apakah Bagus? Intip Klaim dan Review Pembeli

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Dinilai Arogan, Sikap Ajudan Gubernur Disebut Cerminkan Karakter Rudy Mas'ud

Dinilai Arogan, Sikap Ajudan Gubernur Disebut Cerminkan Karakter Rudy Mas'ud

Kaltim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Persija Dihantui Ancaman Pengurangan Poin, Nadeo Argawinata Tak Menyangka Ada Kericuhan Suporter

Persija Dihantui Ancaman Pengurangan Poin, Nadeo Argawinata Tak Menyangka Ada Kericuhan Suporter

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Darmawangsyah Muin Tidak Hadiri Peresmian Jalan, Gubernur Sulsel: Wah, Pelanggaran Ini

Darmawangsyah Muin Tidak Hadiri Peresmian Jalan, Gubernur Sulsel: Wah, Pelanggaran Ini

Sulsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Mengapa Kekayaan Alam Tak Cukup untuk Membawa Indonesia Berlayar Mandiri?

Mengapa Kekayaan Alam Tak Cukup untuk Membawa Indonesia Berlayar Mandiri?

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:00 WIB

×