KPK Ungkap Pengadaan Tenda hingga Perahu Karet dalam Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB

Vania Rossa, Dea Hardiningsih Irianto

Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:07 WIB
KPK Ungkap Pengadaan Tenda hingga Perahu Karet dalam Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo. (Suara.com/Agustin Dwi Anggraini )
baca 10 detik
  • Komisi Pemberantasan Korupsi mendalami dugaan suap dan konflik kepentingan pengadaan dana siap pakai BNPB pada 21 Oktober 2026.
  • Penyidik menganalisis dokumen dan barang bukti elektronik dari delapan lokasi penggeledahan terkait proyek pengadaan darurat bencana.
  • KPK menetapkan dan menahan lima orang tersangka sejak 14 Oktober hingga 2 November 2026 di Rutan KPK.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap sejumlah pengadaan barang yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan konflik kepentingan dan suap dalam pengadaan menggunakan dana siap pakai (DSP) di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pengadaan tersebut meliputi tenda, selimut, dan perlengkapan untuk pengungsi bencana. Selain itu, penyidik juga mendalami pengadaan pompa air untuk penanggulangan banjir, perahu karet, hingga perangkat untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Seperti pengadaan tenda, selimut, ya, perangkat-perangkat untuk pengungsi. Kemudian alat-alat pompa air ya untuk penanggulangan banjir, kemudian perahu karet, termasuk perangkat untuk penanganan karhutla, pengadaan-pengadaan di situ ya," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026).

Budi mengatakan, penyidik masih memeriksa dokumen yang diperoleh, termasuk dari hasil penggeledahan di delapan lokasi sebelumnya.

Dokumen tersebut didalami untuk menelusuri dugaan konflik kepentingan dan suap dari pihak swasta kepada sejumlah oknum di BNPB. Penyidik juga menelusuri proyek yang terkait, waktu pelaksanaan, hingga nilai pengadaan.

"Semuanya menjadi materi pendalaman oleh penyidik unsur-unsur adanya dugaan konflik kepentingan, termasuk soal dugaan suap yang dilakukan oleh pihak swasta kepada oknum-oknum di BNPB. Ini terkait dengan proyek apa saja, tempus-nya kapan, berapa jumlahnya, dan sebagainya. Karena memang ini berkaitan dengan sejumlah pengadaan barang dan jasa yang dilakukan di BNPB untuk tanggap darurat ataupun untuk penanggulangan bencana," tutur Budi.

Menurut Budi, penyidik membutuhkan pendalaman menyeluruh untuk menganalisis dokumen pengadaan barang dan jasa, termasuk barang bukti elektronik yang diamankan dalam rangkaian penggeledahan.

"Memang butuh pendalaman yang komprehensif oleh penyidik untuk melakukan analisis terhadap dokumen-dokumen pengadaan barang dan jasa, termasuk juga barang bukti elektronik yang diamankan dalam rangkaian penggeledahan itu," tandasnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka setelah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan BNPB pada Selasa (13/10/2026).

baca juga

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan, kelima tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan KPK dan proses penyidikan selanjutnya ditangani Direktorat Penyidikan.

Salah satu tersangka adalah Bima Setyawan, adik Kepala BNPB Suharyanto. KPK juga menetapkan Kasubdit Pengelolaan Bantuan dan Kedaruratan BNPB sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Gabriel Purwaka Sigit sebagai tersangka.

Tiga tersangka lainnya adalah tenaga ahli Suharyanto, Richard Erlangga, serta dua pihak swasta, Gery Prasetiawan dan Syifa Nrika Ghifarian.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik Husein mengatakan, penahanan terhadap para tersangka dilakukan selama 20 hari pertama, terhitung sejak 14 Oktober hingga 2 November 2026. Mereka ditahan di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dua Kali Mangkir dari Panggilan KPK, DPR Sindir Nusron Wahid: Dulu Ksatria, Sekarang Berubah?

Dua Kali Mangkir dari Panggilan KPK, DPR Sindir Nusron Wahid: Dulu Ksatria, Sekarang Berubah?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:48 WIB

Sudah Diingatkan Hati-hati, Cerita PDIP Sebelum Bupati Klaten Terjaring OTT KPK dan Dipecat

Sudah Diingatkan Hati-hati, Cerita PDIP Sebelum Bupati Klaten Terjaring OTT KPK dan Dipecat

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:46 WIB

Karpet Merah untuk Danantara dan BUMN, Prabowo Setuju Ubah Definisi Kerugian Negara Bukan Korupsi?

Karpet Merah untuk Danantara dan BUMN, Prabowo Setuju Ubah Definisi Kerugian Negara Bukan Korupsi?

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Terkini

Usut Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Seret Prajurit Aktif, KPK Surati Panglima TNI

Usut Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Seret Prajurit Aktif, KPK Surati Panglima TNI

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:17 WIB

Demo di DPRD DIY Berakhir Ricuh, Mahasiswa yang Diamankan Diantar Pulang Polisi Dini Hari

Demo di DPRD DIY Berakhir Ricuh, Mahasiswa yang Diamankan Diantar Pulang Polisi Dini Hari

Jogja | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:17 WIB

Cinta atau Takhta? Intrik Keluarga Hartono dalam Novel Rare Karya Ceci

Cinta atau Takhta? Intrik Keluarga Hartono dalam Novel Rare Karya Ceci

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Cara Kerja Mitsubishi New Xforce HEV Tembus 1.000 Km Sekali Pengisian BBM

Cara Kerja Mitsubishi New Xforce HEV Tembus 1.000 Km Sekali Pengisian BBM

Otomotif | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:15 WIB

Modus Kijang Angkut Ratusan Liter BBM Subsidi di Lampung Barat Terbongkar

Modus Kijang Angkut Ratusan Liter BBM Subsidi di Lampung Barat Terbongkar

Lampung | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:11 WIB

KPK Ungkap Pengadaan Tenda hingga Perahu Karet dalam Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB

KPK Ungkap Pengadaan Tenda hingga Perahu Karet dalam Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Sepatu Adidas, Nike dan HOKA, Mana yang Lebih Bagus Buat Daily Run?

Sepatu Adidas, Nike dan HOKA, Mana yang Lebih Bagus Buat Daily Run?

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Perbedaan Sunscreen Scora Pink dan Kuning, Ketahui Sebelum Checkout

Perbedaan Sunscreen Scora Pink dan Kuning, Ketahui Sebelum Checkout

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:05 WIB

IHSG Kembali Lesu di Sesi I, Terperangkap di Level 5.200

IHSG Kembali Lesu di Sesi I, Terperangkap di Level 5.200

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Bedak Padat Marina Apakah Bagus? Intip Klaim dan Review Pembeli

Bedak Padat Marina Apakah Bagus? Intip Klaim dan Review Pembeli

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:03 WIB

×