KUR Super Mikro Selamatkan Usaha Penjual Peyek di Tengah Pandemi

Fabiola Febrinastri

Selasa, 24 November 2020 | 10:18 WIB
KUR Super Mikro Selamatkan Usaha Penjual Peyek di Tengah Pandemi
Layanan di Bank BRI. (Dok : BRI)

Suara.com - Handika Prasetya tidak pernah menyangka harus kesulitan menjalani usahanya berjualan peyek tahun ini. Setelah hampir 3 tahun tak mengalami kendala berarti dalam berjualan peyek bersama orangtuanya, kini ia harus menghadapi masalah yang juga menjadi urusan bersama masyarakat dunia, pandemi Covid-19.

Akibat pandemi, usaha lelaki berusia 25 tahun ini mengalami penurunan omzet yang signifikan. Jika pada masa normal Handika bisa meraup penghasilan kotor Rp 1 juta setiap bulan, maka sejak Maret lalu, pendapatannya merosot hingga rata-rata Rp 300 ribu tiap bulan.

“Omzet usaha saya turun drastis, karena biasa dominan pembeli dari orang kerja di bandara, karena rumah dekat bandara. Nah, pekerja di bandara kan banyak yang kena PHK (pemutusan hubungan kerja) dan nggak masuk kerja normal, jadi berpengaruh,” ujarnya.

Usaha peyek Handika berlokasi di kawasan Kebon Pala, Halim, Jakarta Timur. Usaha ayah satu anak ini hingga sekarang, masih sangat tergantung dengan kehadiran pembeli secara luring, karena pemasaran peyeknya masih dilakukan dari warung ke warung.

Selama pengunjung warung makan berkurang, maka pemesanan peyek buatannya juga menurun. Handika mengaku, saat ini kondisi usahanya memang sudah membaik, tapi omzet per bulan belum sebesar biasanya.

Perbaikan omzet yang belum maksimal ini membuatnya harus banyak berhemat dan hidup seadanya, serta mengandalkan bantuan pendapatan dari usaha lain orangtuanya.

“Setelah PSBB (pembatasan sosial berskala besar), omzet sudah naik jadi sekitar Rp 300-500 ribu. Untuk makan sehari-hari sih cukup, karena orangtua saya juga ada usaha kontrakan,” ujarnya.

Beruntung, di tengah kesulitan yang sedang melanda, Handika mendapat tawaran pembiayaan dari Bank BRI. Melalui bantuan seorang mantri, BRI menawarkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro kepada Handika.

Penawaran ini muncul, karena orangtuanya merupakan nasabah setia BRI. Program KUR Super Mikro yang ditawarkan kepada Handika cukup terjangkau dan mudah prosedurnya.

baca juga

Ia mengaku, hanya perlu memenuhi syarat-syarat administrasi yang mudah dan sedikit demi mendapat pinjaman ini. Dengan proses yang singkat, Handika berhasil mendapat pinjaman KUR Super Mikro dari BRI.

Dia mengambil pembiayaan dengan tenor 18 bulan.

“Mantri BRI baik, sangat membantu ketika mendaftar hingga pinjaman cair. Saya jelas terbantu dari pinjaman ini. Situasi lagi sulit begini, keuangan dan ekonomi menjadi tidak stabil. Saya akan gunakan pinjaman BRI untuk kelanjutan usaha, pokoknya uangnya diputar deh untuk hal-hal baik dan agar usaha tidak tutup,” tuturnya.

Handika merupakan satu dari 590 ribu orang yang menjadi debitur KUR Super Mikro BRI. Hingga Oktober lalu, BRI sudah menyalurkan Rp 5,20 triliun KUR Super Mikro ke 590 ribu debitur di seluruh Indonesia.

Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari mengungkapkan, penyaluran KUR Super Mikro akan terus dioptimalkan BRI hingga kondisi perekonomian nasional membaik. Melalui pinjaman ringan ini, pelaku usaha Ultra Mikro diharap bisa mempertahankan usahanya dan segera pulih akibat dampak pandemi Covid-19.

“Penyaluran KUR Super Mikro adalah bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). BRI tidak membatasi debitur KUR Super Mikro hanya untuk pengusaha kecil yang berpengalaman usaha. Pengusaha Ultra Mikro baru bisa mendapat fasilitas ini, jika memenuhi persyaratan seperti mengikuti program pendampingan, tergabung dalam kelompok usaha, atau anggota keluarganya ada yang memiliki usaha,” ujar Supari.

Sesuai namanya, KUR Super Mikro dikhususkan untuk nasabah pelaku usaha Ultra Mikro, atau korban PHK dan ibu rumah tangga yang memiliki usaha produktif. Selain demi membantu pemulihan kondisi ekonomi nasional, KUR Super Mikro juga disalurkan BRI sebagai cara perusahaan memperluas penetrasi layanan perbankan ke masyarakat Indonesia.

“Pembiayaan bagi mereka diharap dapat membantu pemulihan kondisi ekonomi, dan mencegah semakin banyaknya pelaku usaha yang gulung tikar serta masyarakat yang jatuh miskin karena Covid-19,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Dokter di Sulawesi Selatan yang Meninggal Karena Covid-19

7 Dokter di Sulawesi Selatan yang Meninggal Karena Covid-19

Sulsel | Selasa, 24 November 2020 | 10:08 WIB

Gunakan Metode Tradisional, Begini Cara Kerja Vaksin AstraZeneca

Gunakan Metode Tradisional, Begini Cara Kerja Vaksin AstraZeneca

Health | Selasa, 24 November 2020 | 10:11 WIB

Update Covid-19 Global: Indonesia Peringkat ke-4 Terbanyak di Asia

Update Covid-19 Global: Indonesia Peringkat ke-4 Terbanyak di Asia

Health | Selasa, 24 November 2020 | 09:39 WIB

Susul Moderna dan Pfizer, Vaksin Covid-19 AstraZeneca 90% Disebut Efektif

Susul Moderna dan Pfizer, Vaksin Covid-19 AstraZeneca 90% Disebut Efektif

Health | Selasa, 24 November 2020 | 08:57 WIB

Kemarin, Buleleng Tanpa Kasus Positif COVID-19

Kemarin, Buleleng Tanpa Kasus Positif COVID-19

Bali | Selasa, 24 November 2020 | 08:49 WIB

8 Bulan Ditutup, Pasar di Spanyol Kembali Dibuka

8 Bulan Ditutup, Pasar di Spanyol Kembali Dibuka

Video | Selasa, 24 November 2020 | 09:00 WIB

Terkini

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

×