Jurus Agar Pemerintah Bisa Capai Target Lifting Minyak 610 Bph di 2027

Achmad Fauzi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:31 WIB
Jurus Agar Pemerintah Bisa Capai Target Lifting Minyak 610 Bph di 2027
Ilustrasi kilang minyak mentah. [Dok Pertamina],
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menargetkan lifting minyak nasional mencapai 610 ribu barel per hari pada tahun 2027.
  • Pakar UGM Fahmy Radhi menyatakan pemerintah harus konsisten menggunakan teknologi dan mengoptimalkan sumur tua untuk mencapai target.
  • Pakar Unpad Bonti Wiradinata menilai strategi Kementerian ESDM melalui eksplorasi dan perbaikan investasi sudah berada di jalur tepat.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto pengeboran atau lifting minyak pada 2027 mencapai 610 ribu barel per hari. Sedangkan, lifting gas pada 2027 ditargetkan mencapai 954 ribu barel setara minyak per hari.

Hingga Mei 2026, lifting minyak telah mencapai 576.200. Lantas, dengan adanya target ini, apakah pemerintah bisa memenuhi kuota?

Pakar ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, mengatakan produksi minyak Indonesia secara historis berada di kisaran 600 ribu bph dan cenderung mengalami penurunan.

Kondisi tersebut membuat upaya mempertahankan sekaligus meningkatkan produksi membutuhkan kerja ekstra. Namun, Fahmy melihat berbagai langkah yang dilakukan pemerintah selama ini sudah mampu mendorong produksi, antara lain melalui pemanfaatan teknologi, optimalisasi sumur tua, serta pengembangan sumur rakyat.

"Selama setahun memang berbagai upaya dilakukan secara mati-matian. Misalnya penggunaan teknologi dalam eksplorasi, kemudian memanfaatkan sumur-sumur tua, dan juga mendorong sumur rakyat," ujar Fahmy di Jakarta, Rabu (19/8/2026.

Ilustrasi kilang minyak di atas laut (Pexels/tekila918)
Ilustrasi kilang minyak di atas laut (Pexels/tekila918)

Menurut dia, keberlanjutan dari berbagai strategi tersebut menjadi faktor penting untuk mengejar target lifting 610 ribu bph. Pasalnya, produksi lapangan minyak nasional secara alamiah menghadapi tren penurunan.

Fahmy mengingatkan, upaya peningkatan produksi yang telah dilakukan tidak boleh berhenti setelah berhasil mengerek lifting. Konsistensi menjadi kunci agar produksi dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

"Kalau upaya-upaya yang pernah dilakukan tadi tidak dilanjutkan, saya kira akan sulit untuk mencapai peningkatan atau bahkan mempertahankan produksi sekitar 608 ribu barel per hari," bebernya.

Sementara, Pakar kebijakan publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bonti Wiradinata menilai target lifting 610 ribu bph tidak hanya berkaitan dengan angka produksi, tetapi juga memiliki posisi strategis untuk menjaga ketahanan energi Indonesia.

baca juga

Menurut Bonti, strategi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui percepatan eksplorasi wilayah baru, optimalisasi lapangan eksisting menggunakan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR), serta perbaikan iklim investasi sudah berada di jalur yang tepat.

“Dari sudut pandang kebijakan publik, kombinasi tiga strategi tersebut dinilai tepat sasaran karena mengadopsi pendekatan tritunggal intervensi kebijakan, intervensi jangka pendek, jangka panjang, dan penyediaan fasilitas fiskal, untuk menyelesaikan akar masalah penurunan produksi hulu migas,” jelas Bonti.

Bonti menjelaskan optimalisasi lapangan eksisting menjadi salah satu langkah penting karena mayoritas lapangan minyak Indonesia merupakan lapangan tua yang mengalami penurunan produksi secara alamiah.

Penggunaan teknologi EOR dapat menjadi strategi jangka pendek dan menengah untuk mengoptimalkan produksi dari lapangan yang sudah beroperasi. Sementara itu, eksplorasi wilayah baru diperlukan untuk menjaga keberlanjutan cadangan dan produksi dalam jangka panjang.

Selain itu, perbaikan iklim investasi dinilai penting karena kegiatan eksplorasi hulu migas membutuhkan modal besar dan memiliki risiko tinggi.

Menurut Bonti, insentif fiskal, fleksibilitas skema kontrak hingga pemangkasan perizinan dapat meningkatkan daya tarik investasi hulu migas di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Spesifikasi KRI Ki Hadjar Dewantara yang Mau Dijual Prabowo, Harganya Rp700 Miliar?

Spesifikasi KRI Ki Hadjar Dewantara yang Mau Dijual Prabowo, Harganya Rp700 Miliar?

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:09 WIB

Subsidi BBM Dipangkas, 1 Juta Motor Listrik Disiapkan, IESR Ingatkan 2 Hal Penting

Subsidi BBM Dipangkas, 1 Juta Motor Listrik Disiapkan, IESR Ingatkan 2 Hal Penting

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:48 WIB

Prabowo Bakal Habiskan Rp4000 Triliun di 2027, Ini Perusahaan yang Bakal Cuan Besar

Prabowo Bakal Habiskan Rp4000 Triliun di 2027, Ini Perusahaan yang Bakal Cuan Besar

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Terkini

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Sport | Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×