Majukan Pendidikan, Lulusan Prancis Ini Kembangkan Aplikasi DIDIQ

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 25 November 2020 | 19:59 WIB
Majukan Pendidikan, Lulusan Prancis Ini Kembangkan Aplikasi DIDIQ

Suara.com - "An Investment in Knowledge Pays The Best Interest" (Benjamin Franklin, 1758).

Kalimat ini menjadi motivasi bagi Rofikoh Rokhim untuk meraih kesempatan belajar setinggi-tingginya. Setelah tamat pendidikan doktor dari Universite de Paris 1 Pantehon-Sorbonne, Paris, Prancis, dia pun masih terus belajar mengambil kelas-kelas di MIT, Harvard, Stanford, Wharton, Chicago, LSE, Oxford, INSEAD dan lainnya.

Ia menyadari pentingnya pendidikan bagi perkembangan peradaban umat manusia. Rofikoh memutuskan mengabdikan dirinya menjadi seorang pendidik hingga saat ini mengemban tugas menjadi Guru Besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia.

Tentu saja pencapaian ini tidak diraih dengan cara yang mudah. Rofikoh kecil lahir dari keluarga sederhana di kota kecil, Klaten, Jawa Tengah. Kurangnya akses pendidikan di daerah tidak membuat dia menyerah.

Determinasi yang begitu tinggi menjadikan dia mampu meraih pendidikan yang terbaik kendati dalam keterbatasan sumber daya dan akses, karena dia sadar betul bahwa dengan pendidikan, seseorang akan bisa mencapai tujuan yang diinginkan.

Berangkat dari pengalaman itu, akhirnya Rofikoh menyadari bahwa akses pada pendidikan berkualitas adalah kunci penting dan harus menjadi hak setiap orang. Konsep dasar ini pula lah yang dia bawa saat mengembangkan aplikasi pendidikan bernama "DIDIQ".

Dengan mengusung konsep bimbingan belajar, DIDIQ ingin mengambil sudut berbeda dari kebanyakan edutech yang selama ini sudah ramai mengisi pasar aplikasi pendidikan.

Kekuatan DIDIQ adalah menyediakan platform interaksi dua arah antara guru dan siswa dimanapun mereka berada, di seluruh Indonesia. Kapan pun mereka memerlukan bantuan dalam pelajaran, akses ke guru berkualitas sangat mudah dilakukan.

Hanya dengan membuka aplikasi dan mengunggah pertanyaan, seketika sistem akan menghubungkan siswa dengan guru yang siap membantu secara daring. Harapannya, siswa di pelosok daerah bisa punya kemewahan yang sama untuk bisa belajar dari guru berkualitas.

baca juga

Poin penting yang ingin dicapai adalah pemerataan kualitas pendidikan dengan menggunakan teknologi. Uniknya, sistem yang dijalankan pada aplikasi DIDIQ adalah sharing economy yang berbasiskan social enterprise.

Artinya, sebagian besar dari biaya yang dibayarkan oleh siswa akan dibagikan kepada guru yang bersedia membantu. Dengan harga yang begitu terjangkau hanya dengan Rp 5 ribuper satu pertanyaan, DIDIQ juga ingin berperan dalam membantu siswa yang kurang mampu namun memiliki tekad yang kuat untuk belajar.

Di saat yang sama, platform ini tidak hanya memberikan wadah untuk pengabdian guru, namun juga memberikan manfaat finansial untuk turut meningkatkan kesejahteraan guru. Selain itu, dari dana operasional akan disisihkan untuk mengurangi kesenjangan antara kota besar dan kota kecil, sehingga akan dikelola untuk diberikan subdisi kepada guru dan siswa di daerah pedalaman
yang kurang mampu membeli peralatan dan pulsa, pelatihan guru untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman, serta akan dibentuk menjadi dana beasiswa untuk membantu putra-putri Indonesiabdapat memperoleh akses ke universitas terbaik di dunia.

Bagi siswa ataupun guru yang ingin bergabung dalam aplikasi DIDIQ dapat mengunjungi situs https://www.didig.id dan akan segera tersedia di Google Play Store. Saat ini Guru yang bergabung telah mencapai 4.800 orang dari 2.700 institusi sekolah di seluruh Indonesia.

"Sebanyak 70 persen guru yang telah bergabung berasal dari kota-kota besar di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Semoga kelak juga ada guru pendamping khusus yang mendaftar untuk membimbing belajar anak berkebutuhan khusus," tambah Rofikoh.

Dengan peluncuran aplikasi ini, Rofikoh berharap, kemudahan ini dapat dirasakan oleh semua kalangan, dari siswa, guru, hingga orang tua yang di saat pandemi seperti ini harus berpikir ekstra keras mendampingi putra-putri mereka dalam belajar. Namun Rofikoh merasa jal-hal telah dibangun dengan Siswa SMK Jurusan Komputer ini masih sangat sederhana, sehingga ke depan mengundang ahli-ahli IT tingkat Sarjana maupun Master yang memiliki jiwa sosial untuk mendidik lulusan SMK guna dikembangkan menjadi SDM unggul untuk Indonesia Maju.

"Impian besarnya adalah selain platform tanya jawab bimbingan belajar. Nantinya guru akan memiliki jalur dan jenjang kariernya sendiri di aplikasi DIDIQ dan memproduksi konten yang bisa dibagikan kepada siswa ataupun sesama guru, mengajar kelas daring secara langsung dan interaktif, hingga membuka sesi pengajaran secara luring, yang bisa diikuti secara instan oleh semua siswa yang berada di radius lokasi guru. Semua yang dihasilkan guru di aplikasi ini, baik jasa maupun produk pengajaran, semuanya akan menjadi milik guru," katanya.

Aplikasi DIDIQ memungkinkan adanya training for trainer untuk para guru yang merasa kesulitan dalam proses pengajaran dan membutuhkan bantuan Guru lain yang lebih berpengalaman. Bahkan nantinya melalui aplikasi ini, setiap guru akan bisa membangun dan mendesain 'sekolah' mereka sendiri.

"Kelak DIDIQ dapat juga dikembangkan untuk tingkatan Universitas yang memiliki berbagai macam program studi," jelas Rofikoh.

Kelebihan lain dari aplikasi ini adalah pembelajaran jarak jauh dapat dilakukan dengan digitalisasi bahan ajar sehingga materi tersebut dapat digunakan kembali dan memiliki nilai lebih, yaitu kesinambungan pembelajaran dan akses yang tidak terbatas oleh waktu dan jumlah halaman buku.

Bangkitkan Semangat. Wujudkan Merdeka Belajar Setiap Orang Menjadi Guru, Setiap Rumah Menjadi Sekolah (Ki Hadjar Dewantara 1889-1959).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Guru Honorer Dapat Subsidi Gaji Sebesar Rp 1,8 Juta

Guru Honorer Dapat Subsidi Gaji Sebesar Rp 1,8 Juta

Foto | Rabu, 25 November 2020 | 15:04 WIB

Megawati Sarankan Nadiem Makarim Masukkan Buku-buku Soekarno di Kurikulum

Megawati Sarankan Nadiem Makarim Masukkan Buku-buku Soekarno di Kurikulum

Riau | Rabu, 25 November 2020 | 15:00 WIB

Dirut BRI Sunarso Dinobatkan sebagai Best CEO of The Year

Dirut BRI Sunarso Dinobatkan sebagai Best CEO of The Year

Bisnis | Selasa, 24 November 2020 | 21:01 WIB

Soal Belajar Tatap Muka, Walkot Tangerang: Jangan Sampai Bahayain Anak-anak

Soal Belajar Tatap Muka, Walkot Tangerang: Jangan Sampai Bahayain Anak-anak

Banten | Selasa, 24 November 2020 | 18:31 WIB

Disdik Medan Tunggu SKB 4 Menteri untuk Pembelajaran Tatap Muka

Disdik Medan Tunggu SKB 4 Menteri untuk Pembelajaran Tatap Muka

Sumut | Selasa, 24 November 2020 | 16:25 WIB

Begini Cara Daftar BLT Subsidi Gaji Guru Honorer Sampai Cair

Begini Cara Daftar BLT Subsidi Gaji Guru Honorer Sampai Cair

Jabar | Selasa, 24 November 2020 | 20:30 WIB

Terkini

Dorong Transformasi Tata Kelola Pemerintahan Daerah, Mendagri Raih CNN Indonesia Awards 2026

Dorong Transformasi Tata Kelola Pemerintahan Daerah, Mendagri Raih CNN Indonesia Awards 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:46 WIB

Stasiun Gambir Terbakar Malam Ini, Api Berasal dari Ruang Panel Listrik

Stasiun Gambir Terbakar Malam Ini, Api Berasal dari Ruang Panel Listrik

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:44 WIB

Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto Berdoa Indonesia Dijauhkan dari Anasir Jahat yang Tamak Kekuasaan

Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto Berdoa Indonesia Dijauhkan dari Anasir Jahat yang Tamak Kekuasaan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:38 WIB

Apakah Sabun Bayi Bisa untuk Cuci Muka Orang Dewasa?

Apakah Sabun Bayi Bisa untuk Cuci Muka Orang Dewasa?

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 21:29 WIB

Pelajar Tewas Tertabrak Truk di Cileungsi-Jonggol, Sopir Kabur

Pelajar Tewas Tertabrak Truk di Cileungsi-Jonggol, Sopir Kabur

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 21:26 WIB

PDIP Jajaki Dukungan DPR untuk Goyang Posisi Gibran! Hasto Singgung Tiga 'Dosa' Ini

PDIP Jajaki Dukungan DPR untuk Goyang Posisi Gibran! Hasto Singgung Tiga 'Dosa' Ini

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:18 WIB

Hasto PDIP Dorong DPR Singkirkan Wapres Gibran

Hasto PDIP Dorong DPR Singkirkan Wapres Gibran

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:17 WIB

Motif Pembunuhan Wanita di Kos Cigugur Tengah, Pelaku Sakit Hati Diusir

Motif Pembunuhan Wanita di Kos Cigugur Tengah, Pelaku Sakit Hati Diusir

Jabar | Sabtu, 07 November 2026 | 21:16 WIB

Cinta Laura Ingatkan Anak Muda Tak Takut Gagal Saat Bangun Bisnis, Ini Alasannya

Cinta Laura Ingatkan Anak Muda Tak Takut Gagal Saat Bangun Bisnis, Ini Alasannya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 21:16 WIB

Darurat Spyware di Indonesia: Saat Penyadapan Ilegal Makin Mudah Mengintai

Darurat Spyware di Indonesia: Saat Penyadapan Ilegal Makin Mudah Mengintai

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 21:07 WIB

×