Jurnalis Kepresidenan Iran Dilarang Liputan di Sidang Majelis Umum PBB, Ada Apa?

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 22 September 2026 | 10:39 WIB
Jurnalis Kepresidenan Iran Dilarang Liputan di Sidang Majelis Umum PBB, Ada Apa?
Amerika Serikat menolak visa tim pers Presiden Iran menjelang Sidang Majelis Umum PBB. (AFP)
baca 10 detik
  • AS menolak visa tim media Presiden Iran untuk peliputan Sidang Majelis Umum PBB.

  • Iran mengkritik keras tindakan pemblokiran visa tersebut sebagai bentuk pembungkaman pers dan disinformasi.

  • AS juga mencabut izin liputan media besar seperti CNN, MSNBC, dan Politico di Gedung Putih.

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat memblokir pemberian visa bagi rombongan jurnalis Kepresidenan Iran yang dijadwalkan meliput Sidang Majelis Umum PBB di New York. Langkah tersebut memicu kecaman keras dari Teheran karena dinilai sebagai upaya sistematis menutup akses informasi publik.

Kementerian Luar Negeri Iran menilai tindakan Washington melanggar prinsip kebebasan pers internasional. Penolakan ini terjadi tepat sehari sebelum jadwal keberangkatan Presiden Masoud Pezeshkian ke markas besar PBB.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan diskriminatif tersebut melalui platform digitalnya. Ia menegaskan bahwa pembatasan ini membuktikan ketakutan otoritas AS terhadap transparansi fakta.

“Ketika sebuah pemerintahan menutup pintu rapat-rapat, bahkan terhadap jurnalis Amerika yang tidak mereka sukai, dan menghalangi wartawan asing, termasuk tim media Presiden Iran yang suaranya ingin mereka bungkam, tindakan itu bukanlah bentuk pengaturan akses,” tulis Baghaei di akun media sosial X.

Baghaei menuding hal itu sebagai upaya menyembunyikan kebenaran dan melanggengkan kampanye disinformasi dengan mengabaikan hak atas akses informasi.

Penolakan visa wartawan luar negeri ini bertepatan dengan gelombang pembatasan akses media lokal di dalam negeri Amerika Serikat. Otoritas setempat memperketat kontrol terhadap jurnalis yang dianggap tidak sejalan dengan narasi pemerintah.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengambil tindakan drastis dengan mencabut izin liputan sejumlah insan pers papan atas di lingkungan Istana Kepresidenan. Kebijakan radikal ini menyasar beberapa kantor berita terkemuka yang selama ini aktif mengkritik kebijakan pemerintah.

Langkah pemblokiran tersebut menyasar jurnalis dari jaringan media besar seperti CNN, MSNBC, serta Politico. Pemerintah menuduh institusi-institusi berita kawakan itu kerap mempublikasikan informasi palsu ke tengah masyarakat.

Tindakan tegas tersebut langsung direalisasikan melalui pencabutan identitas resmi para awak media di lapangan. Petugas keamanan melarang masuk serta menyita kartu akses wartawan dari ketiga lembaga pers tersebut di area Gedung Putih.

baca juga

Eskalasi pembatasan media ini memperkeruh iklim diplomasi internasional menjelang agenda tahunan PBB di New York. Penolakan terhadap wartawan Iran menjadi babak baru dalam dinamika kebebasan pers global yang melibatkan negara-negara berkonflik.

Insiden penolakan visa ini berakar dari perselisihan diplomatik yang berkepanjangan antara Washington dan Teheran, khususnya dalam arena komunikasi publik. AS secara konsisten membatasi ruang gerak perwakilan Iran di wilayah hukumnya selama gelaran PBB.

Di sisi lain, kebijakan domestik AS terhadap media nasionalnya juga mengalami pengetatan masif sepanjang September 2026. Pembatasan terhadap jurnalis lokal dan asing menunjukkan pendekatan baru yang lebih ketat dalam pengelolaan arus informasi resmi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amerika Serikat Pakai Senjata Nuklir Bela Jepang dan Korsel Kalau Terjadi Perang

Amerika Serikat Pakai Senjata Nuklir Bela Jepang dan Korsel Kalau Terjadi Perang

News | Selasa, 22 September 2026 | 10:26 WIB

Daftar 3 Media Gugat Donald Trump karena Dilarang Liputan di Gedung Putih

Daftar 3 Media Gugat Donald Trump karena Dilarang Liputan di Gedung Putih

News | Selasa, 22 September 2026 | 07:46 WIB

Siap-siap Amerika Boncos! Iran Mau Luncurkan Rudal Lagi Kalau Ini Terjadi

Siap-siap Amerika Boncos! Iran Mau Luncurkan Rudal Lagi Kalau Ini Terjadi

News | Senin, 21 September 2026 | 13:49 WIB

Terkini

Investasi Ketahanan Pangan, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemprov Perbanyak Bantuan Bibit Pohon

Investasi Ketahanan Pangan, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemprov Perbanyak Bantuan Bibit Pohon

Jawa Tengah | Selasa, 22 September 2026 | 10:33 WIB

4 Boks Bukti Dugaan Pungli Disita dari Kantor hingga Rumah Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang

4 Boks Bukti Dugaan Pungli Disita dari Kantor hingga Rumah Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang

News | Selasa, 22 September 2026 | 10:32 WIB

Kebakaran Kontainer Berbahaya, NPCT1 Minta Maaf

Kebakaran Kontainer Berbahaya, NPCT1 Minta Maaf

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 10:31 WIB

Review Novel Bek: Kisah Anak Kampung yang Bertahan di Lapangan Kehidupan

Review Novel Bek: Kisah Anak Kampung yang Bertahan di Lapangan Kehidupan

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 10:30 WIB

Amerika Serikat Pakai Senjata Nuklir Bela Jepang dan Korsel Kalau Terjadi Perang

Amerika Serikat Pakai Senjata Nuklir Bela Jepang dan Korsel Kalau Terjadi Perang

News | Selasa, 22 September 2026 | 10:26 WIB

Mau Cari Emas Secara Legal? Begini Cara Urus Izin Pertambangan Rakyat di Riau

Mau Cari Emas Secara Legal? Begini Cara Urus Izin Pertambangan Rakyat di Riau

Riau | Selasa, 22 September 2026 | 10:24 WIB

Acne Patch Dipakai Berapa Lama? Ini Cara Kerja dan Durasi Penggunaannya

Acne Patch Dipakai Berapa Lama? Ini Cara Kerja dan Durasi Penggunaannya

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 10:24 WIB

Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa

Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 10:20 WIB

Kasus Influenza A Meningkat, Apa Bedanya dengan Flu Biasa? Kenali Gejalanya

Kasus Influenza A Meningkat, Apa Bedanya dengan Flu Biasa? Kenali Gejalanya

Health | Selasa, 22 September 2026 | 10:16 WIB

Bus Transjakarta Jadi Tempat 'Nginep' Tunawisma: Penumpang Keluhkan Bau Pesing

Bus Transjakarta Jadi Tempat 'Nginep' Tunawisma: Penumpang Keluhkan Bau Pesing

News | Selasa, 22 September 2026 | 10:11 WIB

×