Sputnik V, Pfizer dan Moderna Disebut Vaksin Paling Efektif di Dunia

Iwan Supriyatna

Selasa, 22 Desember 2020 | 10:03 WIB
Sputnik V, Pfizer dan Moderna Disebut Vaksin Paling Efektif di Dunia
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Saat ini tercatat ada tiga jenis vaksin yang dinilai paling efektif di dunia, yakni Pfizer-BioNtech asal Jerman (efektivitas 95%), Moderna-NIAID asal Amerika Serikat (efektivitas 94,1%), dan Sputnik V asal Rusia (efektivitas 91,4%).

Ketiga jenis vaksin tersebut tidak hanya unggul dari sisi efektivitas, namun juga unggul dari beberapa indikator lain seperti lama perlindungan.

Diketahui, Sputnik V menjadi vaksin dengan tingkat durasi perlindungan paling lama yakni 2 tahun.

Kemudian disusul oleh Pfizer-BioNtech dengan lama perlindungan 5 bulan dan Moderna dengan durasi perlindungan 3 bulan.

Kemudian dari sisi harga, Sputnik V menjadi vaksin dengan harga dasar paling terjangkau apabila dibandingkan dengan Pfizer-BioNtech dan Moderna.

Sputnik V memiliki harga dasar sebesar 10 dollar AS atau sekitar Rp 141.000 (kurs 14.100), sedangkan Pfizer-BioNtech memiliki harga dasar Rp 282.000 dan Moderna sebesar Rp 523.000.

Memiliki keunggulan dari sisi efektivitas, lama perlindungan, dan keterjangkauan harga mendorong banyak negara melakukan pemesanan vaksin Sputnik V dari Rusia.

Beberapa negara yang sudah melakukan pemesanan seperti Brasil, Mesir, India, Meksiko, Nepal, Uzbekistan, dan Vietnam.

Khusus Indonesia, Pemerintah Rusia menyebut telah mendaftarkan vaksin COVID-19 Sputnik V ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM).

baca juga

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, mengatakan pihaknya mengharapkan vaksin Sputnik V dapat digunakan negara mitra Rusia untuk mengatasi pandemi Covid-19, termasuk Indonesia. Sejauh ini Vaksin Sputnik V telah didaftarkan di beberapa negara di dunia seperti Brasil, India, dan Belarus.

Apalagi, Presiden Joko Widodo telah menjalin komitmen kerja sama kesehatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada April 2020 lalu. Kala itu kedua belah pihak sepakat untuk meningkatkan kerja sama guna mengatasi pandemi Covid-19.

"Saya ingin menegaskan kembali bahwa Rusia siap untuk bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia," pungkas Dubes Vorobieva.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Sputnik V Beri Perlindungan dari Covid-19 Selama 2 Tahun

Vaksin Sputnik V Beri Perlindungan dari Covid-19 Selama 2 Tahun

Bisnis | Selasa, 22 Desember 2020 | 09:38 WIB

Eropa Siap Mulai Vaksinasi Virus Corona, EMA Tinjau Vaksin Pfizer

Eropa Siap Mulai Vaksinasi Virus Corona, EMA Tinjau Vaksin Pfizer

Health | Selasa, 22 Desember 2020 | 06:12 WIB

Uni Eropa Akhirnya Izinkan Vaksin Covid-19 Buatan Pfizer/BioNTech

Uni Eropa Akhirnya Izinkan Vaksin Covid-19 Buatan Pfizer/BioNTech

News | Selasa, 22 Desember 2020 | 09:12 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×