Wapres Ungkap Target Sektor Perumahan di 2021 Usai Dihantam Pandemi

Bangun Santoso, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 28 Desember 2020 | 12:28 WIB
Wapres Ungkap Target Sektor Perumahan di 2021 Usai Dihantam Pandemi
Wapres Ma'ruf Amin. [Dokumentasi KIP-Setwapres]

Suara.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan bahwa realisasi Program Satu Juta Rumah tidak sesuai target akibat pandemi Covid-19. Karena itu, Ma'ruf bersama kementerian terkait membahas beragam alternatif kebijakan agar dapat meningkatkan efektivitas kebijakan perumahan dan membangkitkan sektor properti di Indonenesia.

Wapres Ma'ruf menjelaskan pandemi Covid-19 juga berdampak kepada pertumbuhan sektor perumahan. Seperti realisasi Program Satu Juta Rumah per 14 Desember 2020 hanya mencapai 856.758 unit, di mana kurang lebih 77 persennya disalurkan untuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Selain itu, pertumbuhan sektor Real Estate pada kuartal III tahun 2020 hanya mencapai 5,49 persen.

Serupa dengan hal tersebut, Pertumbuhan Kredit Kepemilikan Rumah dan Apartemen (KPR dan KPA) juga turun tajam, dari 7,99 persen pada tahun 2019, menjadi hanya sebesar 2,05 persen pada kuartal III tahun 2020.

"Pemerintah menyadari, masih banyak hal yang perlu dibenahi di sektor perumahan, utamanya dalam menghadapi tekanan ekonomi karena pandemi," kata Ma'ruf saat berpidato dalam acara diskusi bertajuk Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui Sektor Perumahan secara virtual, Senin (28/12/2020).

Ma'ruf mengungkapkan kalau pemerintah berharap ekonomi Indonesia bisa tumbuh lima persen pada 2021. Salah satu sektor strategis yang diharapkan mampu mendukung target tersebut adalah sektor perumahan, yang mendapatkan perhatian dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Ma'ruf juga sempat membahas peningkatan efektivitas kebijakan perumahan dan membangkitkan sektor properti di Indonesia bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri PUPR, Menteri ATR/BPN, Menteri Dalam Negeri, Menteri BUMN, dan Menteri Perindustrian.

Ia lantas memberikan masukan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional dari sektor properti yakni kolaborasi atau collaborative working.

"Sebesar apapun subsidi dan insentif Pemerintah untuk sektor perumahan, tidak akan berjalan dengan baik jika masing-masing stakeholder hanya peduli dengan dirinya sendiri. Pembangunan di bidang perumahan tidak akan optimal jika hanya ditangani oleh Pemerintah," ujarnya.

"Kata kuncinya adalah kolaborasi. Kolaborasi itu artinya kerjasama untuk mencapai cita-cita, yaitu menyediakan rumah yang nyaman dan aman untuk masyarakat," tambahnya.

baca juga

Kemudian, Ma'ruf juga menilai diperlukannya kolaborasi berbagai pihak, antara lain Pemerinah Pusat, Pemerintah Daerah, para pengembang perumahan, bank penyalur KPR, dan stakeholder terkait lainnya.

Lalu masukan selanjutnya adalah mengutamakan skema padat karya. Ma'ruf berharap pembangunan perumahan khususnya bagi MBR menggunakan skema padat karya agar memberikan pekerjaan dan manfaat langsung kepada masyarakat.

"Selain itu, seluruh pembangunannya agar menggunakan bahan dan material-material produksi dalam negeri dan bahkan bahan bangunan hasil industri lokal," katanya.

Lebih lanjut, menurut Ma'ruf mesti ada peranan Bank penyalur KPR untuk penyediaan KPR bagi pekerja sektor informal. Setidaknya terdapat enam puluh persen masyarakat Indonesia bekerja di sektor informal.

Akan tetapi pada realitanya, pekerja pada sektor informal saat ini masih relatif lebih sulit dalam mendapatkan persetujuan pengajuan KPR, terlebih di kondisi pandemi saat ini.

"Besar harapan Pemerintah agar bank penyalur KPR dapat menjadi pelopor bagi penyediaan KPR untuk pekerja sektor informal."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo-Sandiaga Jadi Pembantu Jokowi, Akankah Fadli Zon Masih Kritis?

Prabowo-Sandiaga Jadi Pembantu Jokowi, Akankah Fadli Zon Masih Kritis?

Lampung | Rabu, 23 Desember 2020 | 20:06 WIB

Usai Prabowo-Sandiaga Jadi Pembantu Jokowi: Kritik Fadli Zon Terasa Sumbang

Usai Prabowo-Sandiaga Jadi Pembantu Jokowi: Kritik Fadli Zon Terasa Sumbang

Jakarta | Rabu, 23 Desember 2020 | 17:25 WIB

Usai Prabowo-Sandiaga Jadi Pembantu Jokowi: Anggap Pilpres Adu Olahraga

Usai Prabowo-Sandiaga Jadi Pembantu Jokowi: Anggap Pilpres Adu Olahraga

News | Rabu, 23 Desember 2020 | 17:21 WIB

Helikopter Militer Jemput Jusuf Kalla, Jubir: Wapres Ma'ruf Amin Tahu

Helikopter Militer Jemput Jusuf Kalla, Jubir: Wapres Ma'ruf Amin Tahu

Sulsel | Rabu, 23 Desember 2020 | 16:40 WIB

Prabowo-Sandi Masuk Jajaran Menteri, Warganet: Ikuti Jejak Han Ji Pyeong!

Prabowo-Sandi Masuk Jajaran Menteri, Warganet: Ikuti Jejak Han Ji Pyeong!

News | Rabu, 23 Desember 2020 | 11:35 WIB

Sandiaga Uno Jadi Menteri Jokowi, Publik: Dulu Lawan Sekarang Kawan

Sandiaga Uno Jadi Menteri Jokowi, Publik: Dulu Lawan Sekarang Kawan

News | Selasa, 22 Desember 2020 | 20:13 WIB

Ngabalin Respons Isu Seputar Pertemuan Jokowi - Maruf Amin Senin Siang

Ngabalin Respons Isu Seputar Pertemuan Jokowi - Maruf Amin Senin Siang

News | Senin, 21 Desember 2020 | 20:15 WIB

Terkini

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

×