Soal Pemulihan Ekonomi, Faisal Basri: Jangan Tergantung Pada Vaksin

Bangun Santoso, Mohammad Fadil Djailani

Minggu, 03 Januari 2021 | 13:49 WIB
Soal Pemulihan Ekonomi, Faisal Basri: Jangan Tergantung Pada Vaksin
Faisal Basri. (YouTube: Cokro TV).

Suara.com - Vaksin digadang-gadang menjadi game changer pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional dari tekanan yang cukup berat dari pandemi virus corona atau Covid-19.

Namun ekonom senior dari Indef Faisal Basri meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan vaksin saja dalam proses pemulihan ekonomi.

"Ekonomi dalam kondisi turun kalau kita lihat sektor pariwisata yang paling terdampak, transportasi, airlines minus 15 persen, akomodasi minus 10,71 persen. Oleh karena itu walaupun kita berharap banyak, jangan mengandalkan pada vaksin,” kata Faisal dalam sebuah diskusi virtual di Jakarta, Minggu (3/1/2021).

Menurut dia, krisis kali ini berbeda, karena dipicu oleh pandemi secara global yang berdampak begitu luas kepada seluruh aspek kehidupan, baik ekonomi maupun sosial, sehingga kata dia proses pemulihannya tidak sembarangan dilakukan.

“Penyembuhan harus dengan pola pikir baru, lintas disiplin, dan melibatkan semua pemangku kepentingan,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis bahwa perekonomian Indonesia pada 2021 akan jauh semakin baik karena adanya vaksin.

“Sumber dari persoalan adalah masalah kesehatan, dimana kepercayaan masyarakat untuk melakukan kegiatan (sosial dan ekonomi) menurun, sehingga game-changer -nya adalah vaksiniasi," kata Airlangga.

Menurut Airlangga, proses vaksinasi akan menyelesaikan 2 persoalan sekaligus, yakni kesehatan dan kepercayaan publik untuk kembali beraktifitas dan berkegiatan sosial.

"Dengan hadirnya vaksin 1,2 juta dosis di Indonesia (salah satu negara di ASEAN yang pertama mendapat vaksin), memberikan harapan dan kepercayaan masyarakat, karena Pemerintah berhasil mendapatkan akses terhadap vaksin yang sudah dirintis sejak awal pandemi di Maret 2020 yang lalu," katanya.

baca juga

Di sisi yang lain, pelaksanaan Undang-Undang Cipta Kerja merupakan reformasi struktural yang sudah lama ditunggu dan diyakini sebagai akselerator pertumbuhan perekonomian Indonesia, yang salah satu tujuan utamanya untuk mendorong penciptaan lapangan kerja melalui pemberian kemudahan berusaha dan investasi.

“Penciptaan lapangan kerja sangat mendesak untuk dilakukan, karena 70 juta dari 130 juta angkatan kerja di Indonesia masih bekerja di sektor informal. Apalagi Indonesia memiliki potensi Bonus Demografi dalam 10 – 15 tahun ke depan, sehingga peningkatan investasi sangat penting untuk penciptaan lapangan kerja,” papar Ketua Umum Partai Golkar ini.

Pelaku pasar meyakini implementasi Undang-Undang Cipta Kerja akan memberikan banyak kemudahan berusaha dan kepastian pengelolaan investasi hingga tingkat pemerintah daerah.

Saat ini penyusunan peraturan pelaksanaan dari Undang-Undang Cipta Kerja terus dilakukan dengan membuka partisipasi masyarakat dan stakeholders dan seluas-luasnya. Dukungan koordinasi yang kuat antara parlemen dan pemerintah, juga menjadi kunci dalam keberhasilan pelaksanaan Undang-Undang Cipta Kerja.

Pemerintah baru saja mendatangkan 1,8 juta vaksin Sinovac tahap dua. Sehingga total vaksin Sinovac yang berada di Indonesia saat ini sebanyak 3 juta vaksin.

"Ini merupakan pengiriman batch kedua setelah pengiriman batch pertama sebesar 1,2 juta dosis pada tanggal 6 Desember 2020. Dengan ketibaan ini, maka telah kita dapati 3 juta vaksin Sinovac yang berada di Indonesia," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam jumpa pers di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (31/12/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dihantam Corona, Sektor Pariwisata Global Rugi 730 Miliar Dolar AS

Dihantam Corona, Sektor Pariwisata Global Rugi 730 Miliar Dolar AS

Bisnis | Minggu, 03 Januari 2021 | 13:29 WIB

Penyebaran Corona Masih Tinggi, Ekonom: Jangan Promosi Wisata

Penyebaran Corona Masih Tinggi, Ekonom: Jangan Promosi Wisata

Sumbar | Minggu, 03 Januari 2021 | 13:00 WIB

Corona Masih Mengancam, Sandiaga Uno Diminta Tak Promosi Wisata

Corona Masih Mengancam, Sandiaga Uno Diminta Tak Promosi Wisata

Bisnis | Minggu, 03 Januari 2021 | 12:48 WIB

Jelang Tutup Tahun Anggaran PEN Baru Cair 72,3 Persen

Jelang Tutup Tahun Anggaran PEN Baru Cair 72,3 Persen

Bisnis | Rabu, 30 Desember 2020 | 15:12 WIB

Realisasi Pemulihan Ekonomi Nasional Capai 98,54 Persen Setara Rp 125 T

Realisasi Pemulihan Ekonomi Nasional Capai 98,54 Persen Setara Rp 125 T

Bisnis | Rabu, 30 Desember 2020 | 07:58 WIB

Kebijakan Moneter Tak Cukup, Vaksin Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Indonesia

Kebijakan Moneter Tak Cukup, Vaksin Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Indonesia

Your Say | Kamis, 24 Desember 2020 | 18:04 WIB

Pemerintah Berharap Pemulihan Ekonomi Terlihat di Tahun 2021

Pemerintah Berharap Pemulihan Ekonomi Terlihat di Tahun 2021

Your Say | Kamis, 24 Desember 2020 | 17:53 WIB

Terkini

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:40 WIB

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:19 WIB

Harga Token Pi Turun di Tengah Peluncuran Fitur Pi Desktop v0.6.4, Bagaimana Prospeknya?

Harga Token Pi Turun di Tengah Peluncuran Fitur Pi Desktop v0.6.4, Bagaimana Prospeknya?

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:17 WIB

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:16 WIB

×