Dikabarkan Cetak Rp 300 Triliun Buat Bantu Atasi Krisis, BI: Itu Hoaks

Reza Gunadha, Achmad Fauzi

Rabu, 27 Januari 2021 | 21:22 WIB
Dikabarkan Cetak Rp 300 Triliun Buat Bantu Atasi Krisis, BI: Itu Hoaks
Gedung Bank Indonesia di jalan HM Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mengklarifikasi dua kabar miring yang beredar di masyarakat. Pertama, mengenai BI mencetak uang sebesar Rp 300 Triliun untuk menangani kondisi keuangan yang sedang krisis.

Dua kabar miring itu beredar di aplikasi pesan Whatsapp dan sempat heboh. 

Menanggapi kabar miring tersebut, Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono menegaskan, kabar tersebut merupakan kabar palsu alias hoaks.

Menurutnya, kabar itu tak didiamping data dan fakta yang ada saat ini. 

"Ini saya tegaskan ya kalau berita ini hoaks. Karena tidak didukung oleh data, fakta dan informasi yang benar serta tidak didukung  logika yang rasional. Di WA yang beredar tersebut juga tidak ada sumber informasi yang kredibel," ujar Erwin dalam keterangannya, Rabu (27/1/2021).

Erwin menjelaskan, dalam mencetak uang BI selalu mengacu pada Undang-undang. Selain itu, tambahnya, BI mencetak uang juga memenuhi berbagai pertimbangan seperti kebutuhan likuiditas perekonomian, mengganti uang lusuh dan lainnya.

"Jadi tidak bisa dilakukan tanpa perhitungan karena akan membahayakan perekonomian," ucap dia. 

Kemudian, kabar burung yang kedua, terkait dengan BI di lockdown oleh BIS (Bank For International Settlements) yang berpusat di Basel, Switzerland karena uang yang dicetak BI (Rp 680 T) tidak mendapatkan izin edar dari BIS.

Sehingga, membuat BI tidak dapat melakukan transaksi keuangan  internasional kemudian akan terjadi pemutusan hubungan perdagangan dengan RI, dan akhirnya ekonomi nasional akan lumpuh. 

baca juga

Erwin kembali menegaskan, bahwa kabar tersebut merupakam hoax. Menurutnya, BIS tak punya wewenanb perizinan terkait dengan pencetakan uang. 

Ia melanjutkan, pencetakan uang itu merupakan wewenang negara masing-masing tanpa perlu izin BIS. 

"BI memiliki hubungan yg baik dan senantiasa berkomunikasi dengan BIS. Jadi BIS tidak pernah melakukan freezing transaksi dengan BI. BIS dan BI sangat menghargai hubungan baik yang terjalin antara BIS dengan BI," pungkas Erwin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksinasi Mulai Bulan Depan, Thailand Laporkan Kenaikan Penularan Lokal

Vaksinasi Mulai Bulan Depan, Thailand Laporkan Kenaikan Penularan Lokal

Health | Rabu, 27 Januari 2021 | 21:20 WIB

Kasus Covid-19 Tembus 1 Juta, Menkes: Akibat Dibiarkan Libur Akhir Tahun

Kasus Covid-19 Tembus 1 Juta, Menkes: Akibat Dibiarkan Libur Akhir Tahun

News | Rabu, 27 Januari 2021 | 21:18 WIB

Sebelum Meninggal, Wakil Wali Kota Balikpapan Terpilih Punya Penyakit Ini

Sebelum Meninggal, Wakil Wali Kota Balikpapan Terpilih Punya Penyakit Ini

Kaltim | Rabu, 27 Januari 2021 | 21:16 WIB

Ustaz Yahya Waloni Sebut Covid-19 Tak Bisa Masuk ke Dalam Masjid

Ustaz Yahya Waloni Sebut Covid-19 Tak Bisa Masuk ke Dalam Masjid

Hits | Rabu, 27 Januari 2021 | 21:12 WIB

Soal Vaksinasi Mandiri, Kadin: Kepentingan Dunia Usaha

Soal Vaksinasi Mandiri, Kadin: Kepentingan Dunia Usaha

Bisnis | Rabu, 27 Januari 2021 | 20:47 WIB

Sejak Ada Covid-19, Ruben Onsu Tak Bisa Lihat Keran Air

Sejak Ada Covid-19, Ruben Onsu Tak Bisa Lihat Keran Air

Entertainment | Rabu, 27 Januari 2021 | 20:41 WIB

Layanan Sering Tutup karena Bed Penuh, RS Panembahan Senopati Tambah 12 Bed

Layanan Sering Tutup karena Bed Penuh, RS Panembahan Senopati Tambah 12 Bed

Jogja | Rabu, 27 Januari 2021 | 20:30 WIB

Kasus COVID-19 di DIY Masih Tinggi, Sri Sultan Larang Pembukaan Sekolah

Kasus COVID-19 di DIY Masih Tinggi, Sri Sultan Larang Pembukaan Sekolah

Jogja | Rabu, 27 Januari 2021 | 21:05 WIB

Terkini

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya

Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:36 WIB

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:34 WIB

×