Tekan Emisi Karbon di Indonesia, Ajinomoto Lakukan Strategi Ini

Iwan Supriyatna

Kamis, 25 Februari 2021 | 12:04 WIB
Tekan Emisi Karbon di Indonesia, Ajinomoto Lakukan Strategi Ini
Ilustrasi emisi karbon dioksida dari industri (Shutterstock).

Suara.com - PT Ajinomoto Indonesia berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam menurunkan tingkat emisi karbon di Indonesia dengan mengurangi 38.500 ton CO2 (emisi karbon) pada tahun 2020, dan menargetkan dapat mengurangi 65.000 - 70.000 ton CO2 pada tahun 2028. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Yudho Koesbandryo, Factory Manager sekaligus Direktur PT Ajinomoto Indonesia.

Salah satu upaya mereka menuju Keberlanjutan Global adalah dengan mengurangi dampak terhadap lingkungan dan upaya untuk melestarikan ekosistem.

“Upaya-upaya tersebut kami terjemahkan ke dalam kegiatan pengurangan emisi karbon (CO2) per unit produksi dan pengurangan konsumsi air per unit produksi di pabrik-pabrik Ajinomoto,” kata Yudho dalam keterangannya, Kamis (25/2/2021).

Yudho menjelaskan, PT Ajinomoto Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan emisi karbon seperti mengurangi konsumsi bahan bakar seluruh transportasi di tempat kerja, memangkas penggunaan tenaga listrik, dan mengatasi kebocoran uap pada peralatan produksi.

“Dengan strategi ini, PT Ajinomoto Indonesia berkomitmen untuk selalu menjaga kualitas udara yang baik bagi lingkungan sekitar, dan juga turut berkontribusi untuk mengurangi kerusakan lingkungan global,” jelasnya.

Menurutnya, sejak awal PT Ajinomoto Indonesia tidak hanya fokus untuk memberikan kontribusi bagi kesehatan dan kesejahteraan dengan menyediakan berbagai menu bergizi, tetapi mereka juga berkomitmen untuk terus menghargai dan berkontribusi bagi masyarakat melalui kegiatan ASV (The Ajinomoto Group Creating Shared Value) yang berfokus pada keberlanjutan global.

Melalui ASV, PT Ajinomoto Indonesia akan menyelesaikan masalah sosial yang mengarah pada penciptaan nilai ekonomi melalui kegiatan bisnisnya, dan akan melanjutkan inisiatif tersebut seiring dengan pertumbuhan bisnis.

Apa yang dilakukan tersebut membuahkan hasil. Yudho menceritakan, kontribusi PT Ajinomoto Indonesia untuk pengurangan emisi karbon di wilayah Pabrik Mojokerto mendapatkan apresiasi.

“Atas tercapainya peningkatan hasil produksi MSG dari proses fermentasi, efisiensi energi pada peralatan produksi, realisasi penguatan struktur bisnis, serta pengurangan emisi karbon sejumlah 38.500 Ton CO2 dalam kurun waktu satu tahun, Pabrik Mojokerto – PT Ajinomoto Indonesia mendapatkan penghargaan ASV Award dari Ajinomoto Headquarter (Ajinomoto Co., Inc.) di Tokyo, Jepang,” terangnya.

baca juga

Program Implementasi Konservasi Energi dan Pengurangan Emisi CO2 di Sektor Industri merupakan tindak lanjut dari komitmen pemerintah dalam pertemuan G20 di Pittsburgh tahun 2009 tentang Pengurangan Gas Rumah Kaca.

Penyebab utama perubahan iklim adalah meningkatnya jumlah gas rumah kaca (CO2, CH4 dan lain-lain) di atmosfer.

Sebelumnya, bila tidak dilakukan gerakan pengurangan emisi di Indonesia, maka pada 2020 tercatat emisi CO2 sebesar 2.950 juta ton CO2 ekivalen.

Peningkatan emisi CO2 itu akan menyebabkan peningkatan suhu udara dan pemanasan global secara luas yang dalam jangka waktu tertentu dapat mengakibatkan perubahan iklim.

Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Industri dan Perdagangan, Laksmi Dewanti mengatakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengapresiasi setiap industri atau perusahaan yang berkomitmen dan telah melaksanakan upaya pengurangan emisi karbon, seperti yang dilakukan oleh PT Ajinomoto Indonesia.

“Upaya pengurangan emisi karbon yang dilakukan oleh Ajinomoto, pada dasarnya tidak hanya mempunyai manfaat bagi pengelolaan lingkungan hidup, melainkan juga manfaat manfaat ekonomi (efisiensi) bagi industri atau perusahaan yang bersangkutan,” kata Laksmi.

Ia menambahkan, di dalam Nationally Determined Contribution atau NDC Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk melaksanakan sistem pembangunan rendah karbon dan tangguh iklim dengan target penurunan emisi sebesar 29% pada tahun 2030 dibanding emisi baseline (BaU) melalui upaya sendiri dan sampai 41% dengan dukungan internasional.

“Keberhasilan pelaksanaan NDC tidak hanya menjadi tanggungjawab melekat pada pemerintah tapi juga pemerintah daerah, swasta, LSM dan para pemangku kepentingan lainnya. KLHK terus mendorong itikad dan mendukung upaya pengurangan emisi karbon oleh pelaku industri, karena upaya pengurangan emisi karbon yang dilakukan tidak hanya akan memberikan manfaat bagi keberlanjutan lingkungan hidup, namun juga manfaat bagi keberlangsungan industri itu sendiri,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengelolaan Sampah Tak Capai Target, Pemda Bisa Tempuh Tiga Skema Subsidi

Pengelolaan Sampah Tak Capai Target, Pemda Bisa Tempuh Tiga Skema Subsidi

Sumsel | Selasa, 23 Februari 2021 | 09:58 WIB

Dapat Penghargaan dari LHK, Bima Arya Akan Kendalikan Sampah

Dapat Penghargaan dari LHK, Bima Arya Akan Kendalikan Sampah

Bogor | Senin, 22 Februari 2021 | 18:55 WIB

Lindungi Warga dari Serangan Komodo, KLHK Lakukan Pemagaran

Lindungi Warga dari Serangan Komodo, KLHK Lakukan Pemagaran

Kaltim | Sabtu, 20 Februari 2021 | 14:04 WIB

Terkini

Bisnis Gelap Berjalan 6 Bulan, Sindikat 'Penyedot' Bio Solar di Way Kanan Digulung Polisi

Bisnis Gelap Berjalan 6 Bulan, Sindikat 'Penyedot' Bio Solar di Way Kanan Digulung Polisi

Lampung | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Nonton MotoGP 2026 Makin Hemat! Borong Merchandise Resmi Diskon 20% Pakai BRImo

Nonton MotoGP 2026 Makin Hemat! Borong Merchandise Resmi Diskon 20% Pakai BRImo

Bri | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Euforia Juara ASEAN Cup Selesai, Tantangan Berat Kualifikasi Piala Dunia Menanti Skuad Garuda

Euforia Juara ASEAN Cup Selesai, Tantangan Berat Kualifikasi Piala Dunia Menanti Skuad Garuda

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:52 WIB

Minim Menit Bermain di Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Kesulitan Menilai 5 Pemain Persija

Minim Menit Bermain di Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Kesulitan Menilai 5 Pemain Persija

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Rizky Ridho dan 4 Pemain Timnas Kembali, Persija Punya Modal Besar Hajar PSIM

Rizky Ridho dan 4 Pemain Timnas Kembali, Persija Punya Modal Besar Hajar PSIM

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Asus ProArt P16 dan P14 Rilis dengan RTX Spark, Seganas Apa Performanya?

Asus ProArt P16 dan P14 Rilis dengan RTX Spark, Seganas Apa Performanya?

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Harga Minyak Mentah Merosot saat Cadangan Dunia Terkuras, Ada Apa?

Harga Minyak Mentah Merosot saat Cadangan Dunia Terkuras, Ada Apa?

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:47 WIB

Punya Ide tapi Tak Bisa Bikin Video? AI Bantu Kreator Wujudkan Konten

Punya Ide tapi Tak Bisa Bikin Video? AI Bantu Kreator Wujudkan Konten

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Mampukah Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Kalahkan Jepang di Piala Asia 2027?

Mampukah Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Kalahkan Jepang di Piala Asia 2027?

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Awas Maling! Polda NTB Terjunkan Tim Khusus Selama MotoGP Mandalika 2026

Awas Maling! Polda NTB Terjunkan Tim Khusus Selama MotoGP Mandalika 2026

Bali | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:46 WIB

×