Kaspersky Blokir 250 Ribu Serangan Ransomware di Asia Pasifik, AI Bikin Ancaman Makin Adaptif

Dythia Novianty

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:15 WIB
Kaspersky Blokir 250 Ribu Serangan Ransomware di Asia Pasifik, AI Bikin Ancaman Makin Adaptif
Ilustrasu serangan siber Ransomware. [Shutterstock]
baca 10 detik
  • Kaspersky memblokir puluhan juta serangan siber dan ratusan ribu ransomware di Asia Pasifik sepanjang Januari hingga Juni 2026.
  • Pelaku kejahatan siber menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mempercepat pengembangan perangkat lunak berbahaya serta memperbesar skala serangan.
  • Hampir sepertiga organisasi mengalami insiden keamanan akibat kerentanan pada rantai pasok perangkat lunak dan komponen open-source.

Suara.com - Ancaman siber di Asia Pasifik belum menunjukkan tanda mereda. Sepanjang Januari–Juni 2026, Kaspersky mencatat 75 juta serangan dari sumber daring berhasil diblokir, termasuk sekitar 250.000 serangan ransomware.

Data Kaspersky Security Network (KSN) juga mencatat 3,4 juta serangan backdoor dan 2,4 juta serangan pencuri kata sandi berhasil dicegah selama paruh pertama 2026.

Namun, angka tersebut bukan satu-satunya ancaman yang menjadi perhatian. Kaspersky melihat pelaku kejahatan siber mulai memanfaatkan AI untuk mempercepat pengintaian, pengembangan malware, hingga memperbesar skala serangan.

“Pelaku kejahatan siber semakin memanfaatkan AI untuk mengotomatisasi pengintaian, mempercepat pengembangan malware, dan meningkatkan skala serangan,” ujar Kepala unit riset Asia Pasifik dan Timur Tengah, Turki dan Afrika (META) di Kaspersky Great, Sergey Lozhkin.

Rantai Pasok Jadi Celah Baru

Ancaman juga bergeser ke rantai pasok perangkat lunak. Kaspersky menemukan hampir satu dari tiga organisasi mengalami insiden yang berkaitan dengan rantai pasok dalam setahun terakhir.

Ilustrasi serangan siber. [Pexels]
Ilustrasi serangan siber. [Pexels]

Sejumlah kasus menunjukkan bagaimana aplikasi atau layanan yang dipercaya justru dimanfaatkan sebagai pintu masuk serangan. Penyerang antara lain menyusup melalui infrastruktur pembaruan software, installer aplikasi, hingga paket open-source yang digunakan pengembang.

Risiko ini semakin besar karena komponen open-source telah menjadi bagian penting dalam pengembangan aplikasi modern. Kaspersky mencatat 19.484 paket berbahaya terdeteksi sepanjang 2025, naik 37 persen dibandingkan 14.197 paket pada 2024.

Asia Pasifik menjadi wilayah yang sangat menarik bagi kelompok serangan tingkat lanjut atau Advanced Persistent Threat (APT). Lima negara di kawasan ini adalah China, India, Myanmar, Pakistan, dan Vietnam.

baca juga

Kelimanya masuk daftar 12 negara yang paling sering menjadi target APT secara global. Menurut Kaspersky, kombinasi transformasi digital yang cepat, adopsi AI, dan situasi geopolitik membuat kawasan Asia Pasifik menjadi target bernilai tinggi bagi kelompok siber.

Artinya, ancaman kini tidak hanya datang dari file mencurigakan atau ransomware yang menyerang langsung. Software yang dipercaya, rantai pasok, hingga teknologi AI justru menjadi medan baru pertarungan keamanan siber.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

25 Prompt AI Edit Foto Hari Kemerdekaan RI ke-81, Hasil Natural Cocok untuk Medsos

25 Prompt AI Edit Foto Hari Kemerdekaan RI ke-81, Hasil Natural Cocok untuk Medsos

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 07:40 WIB

Laptop Gaming Bukan Cuma Buat Mabar: ASUS Bongkar Rahasia AI Lokal Biar Kerja 2x Lebih Cepat!

Laptop Gaming Bukan Cuma Buat Mabar: ASUS Bongkar Rahasia AI Lokal Biar Kerja 2x Lebih Cepat!

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:19 WIB

AI Masuk Kelas, Bali Uji Cara Baru Atasi Masalah Numerasi Siswa

AI Masuk Kelas, Bali Uji Cara Baru Atasi Masalah Numerasi Siswa

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:43 WIB

Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital

Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:06 WIB

LG Siapkan Robot Humanoid Generasi Baru Pakai AI NVIDIA, Bakal Dipamerkan 2027

LG Siapkan Robot Humanoid Generasi Baru Pakai AI NVIDIA, Bakal Dipamerkan 2027

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:08 WIB

Galaxy Z Fold8 Series Bukan Lagi Sekadar HP Lipat, Ini Alasan Cocok Jadi Perangkat Kerja di Era AI

Galaxy Z Fold8 Series Bukan Lagi Sekadar HP Lipat, Ini Alasan Cocok Jadi Perangkat Kerja di Era AI

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:38 WIB

Terkini

Tolong Teleponkan Mama: Jeritan Pilu Korban Ledakan Pakuwon City dengan Rambut Terbakar

Tolong Teleponkan Mama: Jeritan Pilu Korban Ledakan Pakuwon City dengan Rambut Terbakar

Jatim | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR

Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Lain dengan Bukti Chat WA, Ketua Yayasan Little Aresha Ngotot Tak Pernah Suruh Anak-anak Diikat

Lain dengan Bukti Chat WA, Ketua Yayasan Little Aresha Ngotot Tak Pernah Suruh Anak-anak Diikat

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:42 WIB

Hair Dryer Panasonic: Panduan Memilih Pengering Rambut

Hair Dryer Panasonic: Panduan Memilih Pengering Rambut

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Ijazah Dilarang Ditahan! Ini Hak-hak Pekerja dalam UU Perlindungan Ketenagakerjaan

Ijazah Dilarang Ditahan! Ini Hak-hak Pekerja dalam UU Perlindungan Ketenagakerjaan

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Bank Dunia Ubah Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026

Bank Dunia Ubah Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Kapolri Temui Buruh di Depan DPR, Minta Aksi Tertib Usai UU Ketenagakerjaan Disahkan

Kapolri Temui Buruh di Depan DPR, Minta Aksi Tertib Usai UU Ketenagakerjaan Disahkan

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pramono: DPRD DKI Bukan Minta Tambah Kursi, Tapi Kembalikan Seperti Pemilu 2024

Pramono: DPRD DKI Bukan Minta Tambah Kursi, Tapi Kembalikan Seperti Pemilu 2024

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Anak 7 Tahun Meninggal Diduga Usai Alami Kekerasan di Sekolah, Menteri PPPA Buka Suara

Anak 7 Tahun Meninggal Diduga Usai Alami Kekerasan di Sekolah, Menteri PPPA Buka Suara

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Justin Hubner: Keluarga Saya Dapat Ancaman Pembunuhan

Justin Hubner: Keluarga Saya Dapat Ancaman Pembunuhan

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:31 WIB

×