alexametrics

Jokowi Ungkap 90 Persen Pelaku Ekspor Indonesia UMKM

Erick Tanjung | Ummi Hadyah Saleh
Jokowi Ungkap 90 Persen Pelaku Ekspor Indonesia UMKM
Presiden Joko Widodo (Foto dok. Sekretariat Presiden)

"Banyak negara-negara yang pertumbuhan ekonominya lebih dari 5 persen, di Asia Selatan, di Eropa Timur, dan negara-negara lainnya. Harus diseriusi," kata Jokowi.

Suara.com - Presiden Joko Widodo menekankan pasar ekspor harus menjadi perhatian yang serius. Karena itu, Jokowi meminta pasar-pasar non tradisional terus diperluas.

"Banyak negara-negara yang pertumbuhan ekonominya lebih dari 5 persen, di Asia Selatan, di Eropa Timur, dan negara-negara lainnya. Harus diseriusi," kata Jokowi dalam peresmian pembukaan Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Jokowi pun meminta agar usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM dibantu agar lebih berkembang dalam melakukan ekspor. Menurutnya, saat ini 90 persen pelaku ekspor adalah UMKM, namun kontribusi ekspornya hanya 13 persen.

"Perlu lebih banyak UMKM yang menjadi eksportir dalam jumlah yang besar. Artinya kapasitasnya perlu di tambah, perlu diperbesar," ucap dia.

Baca Juga: Idah Syahidah : Setiap Rekrut 10 Pekerja, Terima Satu Disabilitas

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku sudah mengingatkan Menteri Perdagangan untuk menghidupkan kembali Dewan Penunjang Ekspor. Sehingga bisa membantu UMKM agar memperbaiki produksinya.

"Dewan Penunjang Ekspor dihidupkan lagi, membantu UMKM agar bisa memperbaiki produksinya, membantu UMKM memperbaiki desainnya, membantu UMKM memperbaiki packaging-nya. Sehingga kualitasnya menjadi lebih baik dan ini harus berkolaborasi dengan kementerian/lembaga yang lain, institusi yang lain, dalam rangka meningkatkan daya saing UMKM kita di pasar global," tuturnya.

Karena itu, Jokowi meminta agar penyelesaian perundingan dengan negara-negara potensial dipercepat. Menurutnya hal tersebut adalah agenda prioritas.

"Kita telah menyelesaikan IA-CEPA dengan Australia, dengan Korea, dengan EU tolong ini Pak Menteri didorong agar juga selesai dan negara-negara lain yang kita belum memiliki CEPA. Ini segera dirampungkan, segera diselesaikan," katanya.

Selain itu, kata Jokowi, implementasi 23 perjanjian perdagangan bilateral dan regional yang sudah ditandatangani juga harus benar-benar dimanfaatkan oleh para pelaku usaha.

Baca Juga: Jokowi Beri Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun Ini 5 Persen

Ia mencontohkan, misalnya dengan Australia di mana sudah ada Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), pelaku usaha harus jeli melihat peluang-peluang yang ada di sana.

Komentar