Sony Subrata : Propaganda Komputasional Perlu Diwaspadai di Indonesia

Iwan Supriyatna Suara.Com
Jum'at, 09 April 2021 | 07:28 WIB
Sony Subrata : Propaganda Komputasional Perlu Diwaspadai di Indonesia
Ilustrasi media sosial. (Shutterstock)

Suara.com - Pengamat komunikasi publik Sony Subrata menyebut, penggunaan teknologi internet dan platform media sosial (medsos) sekarang ini bisa menimbulkan masalah yang sangat serius bagi tatanan demokrasi sebuah Negara apabila salah dalam penggunaannya, namun juga bisa memiliki dampak positif jika digunakan dengan sebaik-baiknya.

Buku Tarung Digital, Propaganda Komputasional di Berbagai Negara karangan Anggota Dewan Pers Republik Indonesia Agus Sudibyo, yang mulai diluncurkan pada Kamis (8/4/2021) di Jakarta, telah banyak mengupas tentang liku-liku pemanfaatan ruang digital (dalam hal ini adalah teknologi internet dan media sosial) dalam kegiatan elektoral yang terjadi di negara sahabat seperti Amerika Serikat, Brazil, India, dan Inggris.

“Propaganda komputasional telah menjadi sebuah fenomena global. Propaganda yang membenarkan muslihat, manipulasi, dan penyebaran kebencian itu telah terjadi di berbagai Negara. Oleh karenanya, propaganda komputasional saat ini perlu diwaspadai keberadaannya di Indonesia,” ujar Sony Subrata saat menghadiri acara peluncuran buku Tarung Digital secara virtual, ditulis Jumat (9/4/2021).

Lebih lanjut Sony Subrata juga menilai, saat ini perlu membangun kewaspadaan publik terhadap praktik propaganda komputasional yang lazimnya mengiringi momentum pemilihan umum atau suksesi kepemimpinan.

Dengan demikian, masyarakat Indonesia bisa lebih berhati-hati terhadap segala rupa informasi yang beredar di ranah digital atau media sosial, serta lebih rasional dan penuh perhitungan dalam menentukan pilihan politik.

“Hal yang tak kalah penting, kita juga mesti berusaha menghindarkan pengguna internet dari keadaan-keadaan yang merugikan atau membahayakan kehidupan bersama maupun pribadi. Maka, faktor kuncinya adalah memahami sejauh mana kita dapat melakukan gerakan literasi untuk mendorong publik ‘mengetahui lebih banyak’ tentang dunia digital,” sambungnya.

Pada akhirnya, Sony Subrata berharap, pemanfaatan ataupun penyalahgunaan platform media sosial seperti Twitter, Facebook, YouTube, Instagram, dan TikTok, perlu menjadi perhatian pemerintah Indonesia dewasa ini agar masyarakat Indonesia bisa terhindar dari jeratan hal-hal negatif saat menggunakan media sosial.

“Walaupun banyak informasi positif yang bisa disebarkan melalui kanal-kanal media sosial tersebut, informasi yang setengah benar, informasi benar yang dicampur dengan yang tidak benar ataupun informasi yang sama sekali tidak benar, juga dengan mudah dan cepat dapat disebarkan melalui kanal-kanal yang sama, maka perlu menjadi Pemerintah Indonesia agar masyarakat Indonesia bisa terhindar dari hal-hal negatif,” tutup Sony.

Baca Juga: Intip Plafon Gegara Parno Suara Cakaran, Publik Ikut Cemas Lihat Videonya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI