Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

Puluhan Ribu Pekerja Migran Bakal Pulkam, Corona Mengancam

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 10 Mei 2021 | 15:04 WIB
Puluhan Ribu Pekerja Migran Bakal Pulkam, Corona Mengancam
Pekerja Migran Indonesia menjalani karantina di Safe House Kabupaten Malang, Minggu (2/5/2021). [Foto: Binar Gumilang/TIMES Indonesia]

Suara.com - Pemerintah bakal mengawasi dengan ketat terkait datangnya puluhan ribu pekerja migran yang akan pulang kampung ke tanah air, hal ini demi meminimalisir penularan kasus baru virus corona atau Covid-19.

Dari data yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto setidaknya ada 25.467 ribu pekerja migran yang akan datang pada bulan Mei ini.

"Ini yang diperlukan penanganan dan penanganan secara khusus," kata Airlangga dalam jumpa pers virtual di Istana Negara, Senin (10/5/2021).

Airlangga bilang selama periode April-Mei itu pekerja migran yang akan tiba diprediksi mencapai 49.682 orang, di mana pada bulan April kemarin 24.215 pekerja migran, dan di bulan Mei adalah 25.467.

"Ini untuk para pekerja migran Indonesia dilakukan dengan prokes ketat, baik itu melalui dengan pengetesan termasuk PCR tes dan karantina dan hasil positif yang cukup tinggi ini di antisipasi di daerah yang memang masuk untuk migran," katanya.

Sebelumnya sebanyak 1.278 pekerja migran Indonesia langsung menjalani karantina di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, karena terkonfirmasi positif Covid-19.

"Setiba di Indonesia semua pekerja migran Indonesia langsung dibawa ke Wisma Atlet untuk menjalani karantina sesuai protokol kesehatan," kata Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/5/2021).

Benny meyebut para pekerja migran Indonesia datang dari berbagai negara penempatan, yakni: Abu Dhabi, Belanda, Qatar, Singapura, Hongkong, Taiwan, Malaysia, Korea Selatan, Jepang, Dubai, dan Thailand.

Setelah selesai menjalani karantina, Benny menjelaskan, BP2MI akan langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah bersangkutan untuk menyiapkan kepulangan para pekerja migran Indonesia hingga ke daerah asalnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Varian Baru COVID-19, Puluhan Pekerja Migran Asal Jember Karantina

Cegah Varian Baru COVID-19, Puluhan Pekerja Migran Asal Jember Karantina

Malang | Senin, 10 Mei 2021 | 10:37 WIB

Mendagri Usulkan Menlu RI Berikan Surat Sekali Jalan Bagi PMI Ilegal

Mendagri Usulkan Menlu RI Berikan Surat Sekali Jalan Bagi PMI Ilegal

Batam | Minggu, 09 Mei 2021 | 15:52 WIB

Tito Karnavian Ungkap Keunggulan Kota Batam Sebagai Pintu Masuk PMI

Tito Karnavian Ungkap Keunggulan Kota Batam Sebagai Pintu Masuk PMI

Batam | Minggu, 09 Mei 2021 | 14:37 WIB

Terkini

Bahlil Buka Peluang Harga Batu Bara PLN Naik, Pengusaha Tambang Jangan Sampai Merugi

Bahlil Buka Peluang Harga Batu Bara PLN Naik, Pengusaha Tambang Jangan Sampai Merugi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:15 WIB

Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana

Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:10 WIB

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:23 WIB

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:12 WIB

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10 WIB

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:07 WIB

Pemerintah Diminta Perkuat Fiskal dan Transformasi Sektor Riil

Pemerintah Diminta Perkuat Fiskal dan Transformasi Sektor Riil

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:07 WIB

PLTS Atap Mulai Laris Manis Dipakai Industri untuk Sumber Listrik Operasional

PLTS Atap Mulai Laris Manis Dipakai Industri untuk Sumber Listrik Operasional

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:59 WIB

Kenaikan BI-Rate Belum Ampuh, Rupiah Tetap Loyo ke Level Rp17.794

Kenaikan BI-Rate Belum Ampuh, Rupiah Tetap Loyo ke Level Rp17.794

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51 WIB

Kolaborasi 7 BUMN di Lampung Selatan Dorong Pelestarian Terumbu Karang dan Penguatan Ekonomi Pesisir

Kolaborasi 7 BUMN di Lampung Selatan Dorong Pelestarian Terumbu Karang dan Penguatan Ekonomi Pesisir

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51 WIB