Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

KLHK Siap Implementasikan NUTEC Plastic untuk Tekan Sampah Plastik

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Rabu, 19 Mei 2021 | 00:28 WIB
KLHK Siap Implementasikan NUTEC Plastic untuk Tekan Sampah Plastik
Menteri LHK, Siti Nurbaya. (Dok: KLHK)

Suara.com - Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) siap mengimplementasikan Nuclear Technology for Controlling Plastic Pollution (NUTEC Plastic) untuk menekan sampah plastik di Indonesia.

Menteri LHK, Siti Nurbaya mengatakan, Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah menyiapkan dokumen rencana implementasi NUTEC Plastic.

"Melalui program ini diharapkan penggunaan iradiasi (polimerasi) dalam daur ulang limbah plastik dapat dikembangkan lebih lanjut melalui sektor industri pada skala ekonomi," ujar Siti Nurbaya dalam International Atomic Energy Agency (IAEA) Round Table Discussion for The Asia and the Pacific Region “NUTEC Plastic: Atoms Contributing to the Search for Solutions to Plastic Pollution” yang dilaksanakan secara virtual pada Selasa, (18/5/2021).

Kendati demikian, pengimplementasian NUTEC Plastic bukanlah perkara mudah, KLHK akan mengkaji dan melakukan penelitian terlebih dahulu. Khususnya, terkait pengembangan komposit plastik yang terbuat dari komposit serat selulosa dan mikroplastik radio-trace serta radioekologi akuatik. Pengkajian dan penelitian ini dilakukan mulai tahun 2020 hingga 2024.

Selain Siti Nurbaya juga akan melakukan penguatan aturan dan regulasi untuk memastikan bahwa lingkungan yang baik dan sehat menjadi hak fundamental bagi setiap masyarakat. Terlebih, Indonesia telah secara aktif terlibat dalam memastikan pengelolaan sampah plastik di banyak forum internasional, seperti dalam forum IGR-4 yang menghasilkan Deklarasi Bali tahun 2018, serta peran Indonesia dalam merumuskan Resolusi Perlindungan Ekosistem Laut dari Kegiatan Berbasis Darat pada sidang UNEA-4.

Indonesia juga telah mendirikan Regional Capacity Center for Clean Seas (RC3S) di Bali pada tahun 2019, dengan tujuan untuk mendorong penguatan inisiatif internasional untuk perlindungan ekosistem laut dari sampah plastik. RC3S juga diharapkan dapat menjadi pusat pengetahuan internasional tentang sampah plastik di laut.

Pada kesempatan tersebut, Siti Nurbaya juga menjelaskan soal penurunan sampah plastik di laut Indonesia. Kata Siti, dalam kurun waktu 3 tahun, sampah plastik laut telah berkurang dari 615 ribu ton pada tahun 2018 menjadi sekitar 521 ribu ton pada Desember 2020.

"Artinya, total sampah plastik laut di Indonesia berkurang sebesar 15,3 persen, baik untuk kegiatan di darat maupun yang berbasis di laut. Kami akan terus meningkatkan upaya untuk mengurangi jumlah timbulan sampah sebesar 25,9 persen pada akhir tahun 2021 dan sebesar 38,5 persen pada akhir tahun 2022," terang Siti.

Siti melanjutkan, pemerintah telah menyusun lims strategi dan rencana aksi pengurangan sampah plastik dalam jangka panjang. Pertama, meningkatkan gerakan nasional untuk mengelola sampah secara komprehensif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan didukung oleh regulasi yang kuat serta pelaksanaannya di tingkat nasional dan daerah.

baca juga

Kedua,melaksanakan pengelolaan sampah baik di darat maupun di laut dengan intensitas tinggi, peningkatan teknologi serta inisiatif dan partisipasi masyarakat. Ketiga, meningkatkan pengelolaan sampah plastik, termasuk pencemaran sampah plastik di laut dari kegiatan perikanan, transportasi, tempat dan kegiatan wisata, serta dari permukiman, khususnya di kawasan pesisir.

Keempat, memperkuat pembangunan kapasitas kelembagaan dan keuangan, pengawasan dan penegakan hukum. Kelima, melakukan penelitian dan pengembangan, untuk mendorong inovasi dan meningkatkan teknologi.

Sebagai informasi, IAEA tengah mengembangkan NUTEC PLastic untuk mendukung negara-negara anggotanya mengintegrasikan teknologi nuklir dan teknologi turunannya dalam menjawab permasalahan limbah plastik.

Tujuan utama dari program NUTEC Plastic adalah untuk meningkatkan kesadaran global atas meningkatnya jumlah timbulan dan dampak limbah plastik di lautan. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan metode produksi dan daur ulang plastik melalui penggunaan teknik radiasi sebagai komplemen atas praktek produksi yang telah ada.

IAEA meminta Indonesia untuk menjadi Pilot Country bagi tiga fase demonstration project NUTEC Plastic, Fase pertama, penguatan penanganan limbah plastik di sektor hilir. fase kedua, pembangunan demo plant. Fase ketiga, upstreaming pemanfaatan teknologi iradiasi penanganan limbah plastik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rusia Rilis Rekaman Rahasia Tsar Bomba, Bom Nuklir Terkuat dalam Sejarah

Rusia Rilis Rekaman Rahasia Tsar Bomba, Bom Nuklir Terkuat dalam Sejarah

Tekno | Selasa, 18 Mei 2021 | 09:30 WIB

Rossi: MotoGP Tanpa Penonton Bagai Kiamat Nuklir

Rossi: MotoGP Tanpa Penonton Bagai Kiamat Nuklir

Sport | Senin, 17 Mei 2021 | 18:03 WIB

Kembangkan Penelitian Reaktor Nuklir, UIN Sunan Kalijaga Gandeng BATAN

Kembangkan Penelitian Reaktor Nuklir, UIN Sunan Kalijaga Gandeng BATAN

Jogja | Selasa, 11 Mei 2021 | 14:13 WIB

KRI Nanggala Aslinya Tipe U-209, Kapal Selam Non-nuklir Terlaris

KRI Nanggala Aslinya Tipe U-209, Kapal Selam Non-nuklir Terlaris

News | Jum'at, 23 April 2021 | 11:36 WIB

Eks Komandan Nuklir Inggris: KRI Nanggala Kecil Kemungkinan Ditemukan

Eks Komandan Nuklir Inggris: KRI Nanggala Kecil Kemungkinan Ditemukan

News | Kamis, 22 April 2021 | 15:03 WIB

Jepang Akan Buang Jutaan Ton Air Limbah Nuklir Fukushima ke Laut

Jepang Akan Buang Jutaan Ton Air Limbah Nuklir Fukushima ke Laut

Tekno | Kamis, 15 April 2021 | 11:30 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×