Libatkan Pemuda, Kota Tangsel Kembangkan Berbagai Usaha Bernilai Ekonomi

Fabiola Febrinastri

Sabtu, 22 Mei 2021 | 13:10 WIB
Libatkan Pemuda, Kota Tangsel Kembangkan Berbagai Usaha Bernilai Ekonomi
Salah satu usaha sebuah karang taruna di Kota Tangerang. (Dok: Kemensos)

Suara.com - Karang Taruna Setu, di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengembangkan berbagai usaha, dari perikanan, udang galah, kerajinan dan kegiatan sosial. Menurut Pembina Karang Taruna Setu Syahrul, usaha ekonomi dinilai mampu membantu meringangkan sebagian beban hidup masyarakat sekitar.

“Keramba yang ada memanfaatkan lahan sawah yang sudah tidak terpakai, termasuk danau di belakang kelurahan. Usaha ini melibatkan anak-anak muda yang tidak punya pekerjaan,” katanya.

Selain mampu memberdayakan pemuda menganggur, usaha keramba ini juga bisa mempekerjakan tukang-tukang pembuat keramba.

“Sesuai moto Karang Taruna Setu, Bang Diki (Bangkit Mandiri di Kaki Sendiri), serta Bang Wira (Pengembangan Wirausaha), Karang Taruna Setu berupaya agar masyarakat bisa survive di masa pandemi,” kata Ketua Karang Taruna Setu periode 2021-2025, Ade Aulia.

Di masa pandemi ini, usaha Karang Taruna tersebut tidak banyak menghadapi kendala.

“Di masa pandemi ini, hasil penjualan tidak berpengaruh, tinggal bagaimana komunikasi kita ke pelanggan. Bahwa tetap aman meski datang langsung ke keramba,” kata Ade, menambahkan.

Ada alasan tersendiri, mengapa pemuda setempat memberdayakan udang galah.

“Udang galah dipilih sebagai usaha kreatif karena sedang gaung (banyak permintaan) di pasaran, dan punya nilai ekonomi yang tinggi,” kata Sekretaris Karang Taruna Setu Didi Sukandi. 

Karang Taruna menawarkan pelatihan untuk masyarakat, mengangkat semangat dan meyakinkan mereka bahwa hasilnya lumayan.

baca juga

“Saat ini, masyarakat sekitar Setu sudah banyak yang mandiri. Yang awalnya hanya membeli bibit udang untuk dikembangbiakkan, saat ini sudah bisa membibitkan sendiri,” kata Didi.

Selain itu, masyarakat Setu punya kegiatan kenclengan untuk membuat keramba makin berkembang, sehingga hasilnya selain untuk konsumsi bisa juga dijual. Usaha karamba juga dikembangkan Karang Taruna Kademangan, meski masih berskala lebih kecil.

Ketua Karang Taruna Kelurahan Kademangan, Andri mengatakan, usaha keramba yang diinisiasi kepengurusannya saat itu baru berjumlah lima kolam dan baru panen sekali.

“Semoga ke depan bisa terus dikembangkan, termasuk cita-cita membangun taman bacaan masyarakat (TBM),” katanya.

Semangat serupa juga berkembang pada Karang Taruna Kelurahan Muncul. Di sini, pemuda bergiat pada usaha kreatif yaitu kerajinan dari kulit telur yang bisa dibuat hiasan dinding, kaligrafi dan hiasan pelapis botol minuman.

“Karang taruna sudah berperan aktif membantu pemerintah, terutama pemuda di sekitar muncul,” kata Lurah Muncul, H. Ahmad.

Karang taruna lain yang memiliki usaha yang produktif, yaitu Karang Taruna Kelurahan Bakti Jaya, dengan usaha pengelolaan daging dan telur puyuh, yang dirintis sejak tahun 2015.

Salah satu usaha sebuah karang taruna di Kota Tangerang. (Dok: Kemensos)
Salah satu usaha sebuah karang taruna di Kota Tangerang. (Dok: Kemensos)

"Usaha puyuh ini dimulai dari pola penetasan dan mengembangbiakan, yang awalnya hanya belajar lewat Youtube, lalu mencari peternak lain yang pengalaman," ujar Fajar, anggota Karang Taruna Bakti Jaya.

Awalnya mengelola peternakan hanya berdua saja, tapi sekarang sudah berlima.

“Sedikit banyak membantu membuka peluang kerja teman-teman di sini,” kata Fajar.

Pemasaran puyuh dilakukan lewat langganan pedagang angkringan dan agen telor di warung atau pasar, dan masyarakat sekitar.

"Kesulitannya saat ini, kandang masih tradisional jadi mudah diserang hama, dan mati mendadak,” kata Fajar.

Untuk omset penjualan telur masih kecil, namun terbantu dari penjualan dagingnya. “Harapan saya, usaha ini bisa mendorong pemuda untuk mandiri, bagaimana pemuda bisa membuka peluang kerja, mengembangkan usaha agar makin maju,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penerima BST Kemensos Wafat? Ahli Waris Boleh Cairkan, Ini 5 Syaratnya

Penerima BST Kemensos Wafat? Ahli Waris Boleh Cairkan, Ini 5 Syaratnya

Jakarta | Sabtu, 22 Mei 2021 | 09:05 WIB

Mensos Minta Nasyiatul Aisyiyah Bantu Tangani Berbagai Masalah Anak

Mensos Minta Nasyiatul Aisyiyah Bantu Tangani Berbagai Masalah Anak

News | Jum'at, 21 Mei 2021 | 18:34 WIB

Pengalaman Atasi Banjir di Kota Surabaya, Begini Mensos Berbagi Cerita

Pengalaman Atasi Banjir di Kota Surabaya, Begini Mensos Berbagi Cerita

News | Jum'at, 21 Mei 2021 | 18:21 WIB

Sejarah Kabupaten Tangerang, Tembok Pelindung Kesultanan Banten

Sejarah Kabupaten Tangerang, Tembok Pelindung Kesultanan Banten

Banten | Jum'at, 21 Mei 2021 | 15:58 WIB

Polisi Tangkap Ayah yang Viral Aniaya Bocah Perempuannya di Tangsel

Polisi Tangkap Ayah yang Viral Aniaya Bocah Perempuannya di Tangsel

Video | Jum'at, 21 Mei 2021 | 16:20 WIB

Sejarah dan Asal Usul Serpong, Dulu Tempat Perang, Kini Jadi Kawasan Elit

Sejarah dan Asal Usul Serpong, Dulu Tempat Perang, Kini Jadi Kawasan Elit

Banten | Jum'at, 21 Mei 2021 | 15:36 WIB

Terkini

Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM

Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:50 WIB

60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah

60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:49 WIB

Polda Metro Jaya Benarkan Ada Laporan Dugaan Kekerasan Seksual yang Dilakukan Anak Artis RSO

Polda Metro Jaya Benarkan Ada Laporan Dugaan Kekerasan Seksual yang Dilakukan Anak Artis RSO

News | Minggu, 13 September 2026 | 14:46 WIB

6 Zodiak yang Paling Pintar Mengelola Keuangan dan Hobi Investasi

6 Zodiak yang Paling Pintar Mengelola Keuangan dan Hobi Investasi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:40 WIB

Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News

Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:40 WIB

Nissan Pixo EV: Mobil Listrik Murah Terbaru Calon Rival BYD Dolphin

Nissan Pixo EV: Mobil Listrik Murah Terbaru Calon Rival BYD Dolphin

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 14:38 WIB

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:24 WIB

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

News | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:15 WIB

×