Luhut Minta Masyarakat Tak Remehkan Pemerintah soal Penanganan Covid

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Selasa, 06 Juli 2021 | 12:47 WIB
Luhut Minta Masyarakat Tak Remehkan Pemerintah soal Penanganan Covid
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. [Antara]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaiatan meminta semua pihak tidak meremehkan pemerintah dalam penanganan kasus covid-19 yang terus meningkat.

Menurutnya, pemerintah sudah memiliki skenario-skenario yang digunakan saat kasus Covid-19 melonjak. Bahkan, ungkap Luhut, pemerintah memiliki skenario jika kasus Covid-19 tembus 70 ribu kasus per hari.

Ia menjelaskan, dalam skenario itu, pemerintah telah menghitung berapa obat, oksigen, hingga ketersediaan rumah sakit jika kasus Covid-19 tembus 70 ribu.

"Kalau ada yang bilang semua tidak terkendali sangat tidak benar, bahwa ada masalah, sangat banyak masalah, tapi masalahnya satu persatu kita selesaikan dengan baik," ujar Luhut dalam konferensi pers virtual, Selasa (6/7/2021).

Dalam hal ini, Mantan Menkopolhukam ini juga menyiapkan pemantauan mobilitas PPKM Darurat secara digital menggunakan fasilitas NASA, Facebook, hingga Google untuk memantau efektivitas pembatasan mobilitas.

"Kita juga sudah menyiapkan metodologi pemantau PPKM darurat melalui mobilitas dan cahaya malam, kita enganged facebook mobility, dan google map traffic, serta cahaya malam nasa, dengan begitu kita melihat pelaksanaan ppkm apakah dilaksanakan dengan baik," jelas dia.

Luhut menuturkan, pemerintah juga tengah menyiapkan ruang ICU dan ruang perawatan pasien Covid-19 di Asrama Haji Pondok Gede. Ia menargetkan, RS darurat itu bisa digunakan pada Kamis besok dan bisa menampung hingga 800 pasien.

Mantan Kepala Staf Presiden ini juga tidak bosan meminta kepada masyarakat untuk patuh aturan dalam PPKM Darurat ini. Sebab, kata Luhut, untuk keselamatan bersama menurunkan kasus Covid-19.

"Kemudian kita akan konsisten mengenai PPKM darurat, penyekatan mobilitas terus dilakukan, harap warga patuh, karena ujung-ujungnya keselamatan kita semua sekarang klinik sudah banyak yang kena. Jangan kita mempersoalkan ini lagi karena data-data sudah membuktikan hal ini," pungkas Luhut.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kekurangan Tenaga Dokter, Perawat dan Pemulasaran, Pemkab Lebak Buka Lowongan Relawan

Kekurangan Tenaga Dokter, Perawat dan Pemulasaran, Pemkab Lebak Buka Lowongan Relawan

Banten | Selasa, 06 Juli 2021 | 12:42 WIB

Luhut Lapor ke Jokowi PPKM Darurat Terkendali, Fadli Zon: Asal Bapak Senang

Luhut Lapor ke Jokowi PPKM Darurat Terkendali, Fadli Zon: Asal Bapak Senang

Riau | Selasa, 06 Juli 2021 | 12:23 WIB

Polda Jateng-Kodam IV/Diponegoro Terapkan SOP Kontijensi Penanganan Covid-19 di Solo

Polda Jateng-Kodam IV/Diponegoro Terapkan SOP Kontijensi Penanganan Covid-19 di Solo

Surakarta | Selasa, 06 Juli 2021 | 11:52 WIB

Terkini

Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat

Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat

Jogja | Kamis, 24 September 2026 | 17:48 WIB

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:47 WIB

Slow Dating: Tak Mau Terburu-buru atau Menghindari Hubungan Intens di Awal?

Slow Dating: Tak Mau Terburu-buru atau Menghindari Hubungan Intens di Awal?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:45 WIB

Toyota Wisuda 76 Mahasiswa untuk Memperkuat SDM Industri Otomotif Nasional

Toyota Wisuda 76 Mahasiswa untuk Memperkuat SDM Industri Otomotif Nasional

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 17:44 WIB

Pimpinan DPR Temui Massa Aksi Hari Tani, Kritik Soal UU Reforma Agraria Ditampung

Pimpinan DPR Temui Massa Aksi Hari Tani, Kritik Soal UU Reforma Agraria Ditampung

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:43 WIB

Banding Ditolak, Nadiem Makarim Tetap Divonis 9 Tahun

Banding Ditolak, Nadiem Makarim Tetap Divonis 9 Tahun

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:40 WIB

Dari Debat hingga Ide Inovasi Energi, Ini Para Pemenang PGTC 2026

Dari Debat hingga Ide Inovasi Energi, Ini Para Pemenang PGTC 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 17:36 WIB

Terkuak di Sidang Korupsi Kuota Haji! Ini Arti 'Jurus Tendangan Tanpa Bayangan' Eks Dirjen Kemenag

Terkuak di Sidang Korupsi Kuota Haji! Ini Arti 'Jurus Tendangan Tanpa Bayangan' Eks Dirjen Kemenag

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:33 WIB

Anime From Old Country Bumpkin to Master Swordsman Resmi Berlanjut ke Season 3

Anime From Old Country Bumpkin to Master Swordsman Resmi Berlanjut ke Season 3

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:30 WIB

Hadapi Kekeringan, PDAM Makassar Usul Pembangunan Bendung Karet di Sungai Tallo

Hadapi Kekeringan, PDAM Makassar Usul Pembangunan Bendung Karet di Sungai Tallo

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 17:28 WIB

×