Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.765.000
Beli Rp2.635.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Aksi 5 Saham Big Caps Hadapi Tren Digital

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 14 Juli 2021 | 07:36 WIB
Aksi 5 Saham Big Caps Hadapi Tren Digital
Ilustrasi saham [Shutterstock]

Suara.com - Saham digital masih menjadi primadona trader dan investor. Banyak saham yang awalnya berfundamental kurang bagus, tapi harga sahamnya melejit karena rencana prospek transformasi digital.

Di sisi lain, pergerakan harga saham 5 big caps lagi kurang bergairah, apakah mereka hanya diam tanpa rencana go digital juga?

Bayangkan, harga saham seperti PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) yang fundamental keuangannya tidak sementereng para big caps, harga sahamnya bisa melejit tinggi hingga 1.000 persen sepanjang tahun ini.

Di sisi lain, 5 big caps terbesar saat ini, yakni BBCA, BMRI, BBRI, TLKM, dan ASII kompak turun sepanjang tahun ini.

BBCA, BMRI, BBRI, dan TLKM kompak turun dengan rata-rata sekitar 10 persen sepanjang tahun ini, sedangkan ASII terjerembab turun sebesar 21,45 persen.

Namun, kalau melihat kelima saham big caps itu, bukan berarti mereka tidak ada rencana transformasi digital. Kelimanya bisa dibilang lagi proses untuk mengembangkan bisnis digitalnya agar lebih matang.

Berikut rencana inovasi digital ke-5 saham big caps tersebut yang dirangkum oleh tim Emtrade.

Bank Central Asia (BBCA)

Sebagai bank swasta terbesar di Indonesia, BBCA terus melakukan inovasi di bisnisnya. Hal itu juga yang bikin harga saham BBCA terus mencatatkan kenaikan sepanjang 10 tahun terakhir, termasuk 2020 di mana pandemi Covid-19 melanda.

Inovasi yang dilakukan BBCA bisa dibilang cukup banyak, mulai dari strategi layanan ke nasabah yang user friendly dan secara efisien. Sampai, membuat modal ventura dan mengembangkan bank digital.

BBCA membuat modal ventura senilai Rp200 miliar bernama Central Capital Ventura pada 2017. Kini, modal ventura itu sudah memiliki beberapa portofolio startup teknologi seperti, OY!, Qoala, Airwallex, Akseleran, Klik ACC, Agate, Sinbad, Railsbank, Wallex, Julo, dan lainnya.

Lalu, BBCA juga meluncurkan bank digital. Sebenarnya, rencana bank digital BBCA sudah mencuat sejak bank besar itu berencana akuisisi 2 bank pada medio 2015-2016.

Waktu itu, BBCA berniat ekspansi dan membuat bank baru untuk menangkap pasar yang tidak tergapai oleh BBCA seperti UMKM. Lambat laun, rencana Bank UMKM berubah menjadi Bank digital yang memang mulai mencuat secara global sejak 2017-an.

Hasilnya, BBCA merampungkan akuisisi 2 bank, yakni Bank Royal dan Rabobank Indonesia pada 2019. Rabobank Indonesia dimerger dengan anak usahanya Bank BCA Syariah, sedangkan Bank Royal diolah menjadi Bank Digital BCA yang kini sudah meluncurkan aplikasinya bernama Blu. Total investasi BBCA untuk akuisisi dua bank itu senilai Rp1,6 triliun.

Dengan melahirkan Bank Digital BCA, perseroan bisa bersaing dengan Bank Jago yang memiliki ekosistem dari GoTo. Bank Digital BCA bakal mengoptimalkan ekosistem yang ada di BCA sekitar 400.000 merchant yang mungkin juga bersinggungan dengan ekosistem GoTo.

Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

Tren modal ventura milik bank besar mencuat pada 2017. Selain BBCA, BMRI dan BBRI juga mengembangkan bisnis tersebut. Dengan modal ventura itu, para bank bisa memperluas ekosistemnya dengan kolaborasi bersama perusahaan teknologi yang diberikan pendanaan lewat perusahaan modal venturanya tersebut.

Bank Mandiri membuat Mandiri Capital Indonesia didirikan pada 2015. Kini, perusahaan modal ventura itu sudah memiliki beberapa portofolio investasi startup teknologi seperti, Mekari, Cashlez, Amartha, Privyid, PTEN, Gojek, Halofina, Bukalapak, Koinworks, Iseller, Investree, LinkAja, Crowde, dan Yokke.

Begitu juga, BRI Ventures yang baru didirikan pada 2019. Kini, BRI Ventures sudah berinvestasi di beberapa peer to peer lending dan startup fintech lainnya seperti, Tanihub, Ayoconnect, Linkaja, Modalku, Investree, Nium, Payfazz, Bukalapak, dan Awantunai.

Khusus saham Gojek, Mandiri Capital mendapatkan saat Gojek mengakuisisi Moka, startup point of sale. Jadi, saat Gojek akuisisi Moka, ada share swap ke Mandiri Capital yang merupakan investor dari Moka. Nilai akuisisi Moka oleh Gojek pun nilainya dirahasiakan.

Lalu, dalam investasi ke Bukalapak, Mandiri Capital dan BRI Ventures masuk dalam putaran pendanaan Bukalapak senilai Rp3,27 triliun yang dipimpin oleh Microsoft, GIC, dan Emtek.

Menurut prospektus IPO Bukalapak, BRI ventures memegang 181,04 juta lembar saham Bukalapak, sedangkan Mandiri Capital Indonesia memegang 53,24 juta lembar saham Bukalapak. Jika dihitung menggunakan rentang bawah harga IPO Bukalapak senilai Rp750 per saham, nilai yang dimiliki Mandiri Capital senilai Rp39,93 miliar, sedangkan BRI Ventures senilai Rp135,78 miliar.

Telkom

Telkom sempat didera isu zona nyaman dan minim inovasi karena mayoritas laba bersih didapatkan dari Telkomsel, anak usaha milik perseroan dan juga perusahaan Singapura Temasek.

Namun, perusahaan telekomunikasi pelat merah itu juga punya modal ventura, yakni MDI Ventures yang memiliki 54 portofolio startup yang didanai seperti, Si Cepat, Kredivo, Cermati, dan lainnya.

Di luar MDI Ventures, Telkom juga berinvestasi di Gojek via Telkomsel. Nilai investasi operator milik Telkom dan Temasek itu ke Gojek tembus Rp6,4 triliun dalam dua tahap. Pada tahap pertama, Telkomsel gelontorkan Rp2,1 triliun pada 2020, sedangkan tahap kedua senilai Rp4,3 triliun pada 2021.

Adapun, Telkom justru memutuskan untuk tutup Blanja.com pada 2020 dengan alasan ingin mengubah strategi bisnis e-Commerce menjadi ke korporasi dan UMKM. Kabarnya, Telkom lagi menyiapkan platform PaDi alias Pasar Digital. Rencana pengembangan itu pun didukung pindahnya salah satu pendiri Bukalapak Fajrin Rasyid ke Telkom sebagai direktur.

Sebagai catatan, Blanja.com adalah e-Commerce Telkom yang dikembangkan lewat kerja sama dengan e-Bay. Namun, secara GMV, pencapaian Telkom kalah jauh dibandingkan dengan Tokopedia, Shopee, Lazada, maupun Bukalapak.

Astra International (ASII)

Harga saham Astra International (ASII) memang lagi berada di posisi rendah, tetapi bukan berarti perseroan tidak melakukan transformasi digital apa-apa. Ada tiga cara yang dilakukan ASII, yakni membuat produk sendiri secara in-house, kolaborasi, dan investasi.

Untuk produk sendiri, ASII fokus mengembangkan produk digital yang tidak jauh dari otomotif, tetapi juga ada sektor keuangan. ASII sudah membangun beberapa produk digital seperti, SEVA, Sejalan, Movic, CariParkir, AstraPay, Moxa, Digiroom, dan lainnya.

Lalu, untuk produk kolaborasi, Astra bekerja sama dengan Welab untuk membuat fintech bernama MauCash.

Kemudian, untuk investasi, ASII sudah menggelontorkan sekitar 250 juta dolar AS pada medio 2018 dan 2019 ke Gojek. Saat itu, valuasi Gojek sekitar 3 miliar - 5 miliar dolar AS. Tak hanya investasi, Astra juga berkolaborasi dengan Gojek untuk membuat Gofleet pada 2019.

Berikut aksi 5 big caps dalam transformasi digital, bisa dibilang beberapa diantaranya sudah mulai sejak beberapa tahun silam. Namun, hasilnya memang ada yang baru terlihat sekarang atau masih dalam proses.

Menarik adalah investasi para big caps ke startup teknologi yang melihatnya sebagai forward looking. Potensi ekosistem yang bisa dikolaborasikan menjadi jalan pintas para perusahaan konvensional untuk bertransformasi digital lebih cepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Ijo! Kode Saham Bakal Menguat Meski Dihantam Wabah?

IHSG Ijo! Kode Saham Bakal Menguat Meski Dihantam Wabah?

Batam | Selasa, 13 Juli 2021 | 09:18 WIB

IHSG Selasa Pagi Menguat 0,31 Persen ke Posisi 6.097

IHSG Selasa Pagi Menguat 0,31 Persen ke Posisi 6.097

Bisnis | Selasa, 13 Juli 2021 | 09:07 WIB

Mantab! IHSG Perkasa di Tengah Gelombang Varian Baru Virus Corona

Mantab! IHSG Perkasa di Tengah Gelombang Varian Baru Virus Corona

Batam | Senin, 12 Juli 2021 | 09:53 WIB

Terkini

Qita by BRI Diluncurkan, Permudah Pengelolaan Finansial dan Gaya Hidup Digital

Qita by BRI Diluncurkan, Permudah Pengelolaan Finansial dan Gaya Hidup Digital

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:34 WIB

Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional

Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:28 WIB

Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini

Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:19 WIB

Prabowo Siapkan Pelatihan Industri Semikonduktor untuk 15 Ribu Anak Muda

Prabowo Siapkan Pelatihan Industri Semikonduktor untuk 15 Ribu Anak Muda

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:18 WIB

PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI

PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:15 WIB

Harga Sawit Anjlok Usai Skema Ekspor Lewat Pintu PT SDI

Harga Sawit Anjlok Usai Skema Ekspor Lewat Pintu PT SDI

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:15 WIB

Pengamat Sebut Blackout Sumatra Masih Wajar, Desak PLN Benahi Maintenance

Pengamat Sebut Blackout Sumatra Masih Wajar, Desak PLN Benahi Maintenance

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 18:06 WIB

IHSG Terbang ke Level 6.206, Ini Daftar Saham yang Cuan

IHSG Terbang ke Level 6.206, Ini Daftar Saham yang Cuan

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 17:29 WIB

Menko Airlangga Sebut Rupiah Lemah Saat Ini Cuma 5 Persen

Menko Airlangga Sebut Rupiah Lemah Saat Ini Cuma 5 Persen

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 16:57 WIB

Rupiah Konsisten Melemah saat Mata Uang Negara Lain Menguat Karena Harga Minyak Turun

Rupiah Konsisten Melemah saat Mata Uang Negara Lain Menguat Karena Harga Minyak Turun

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 16:53 WIB