Tingkatkan Kenyamanan Peserta, BPJS Kesehatan Resmikan Layanan PIONIR di Kantor Cabang Mataram

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:33 WIB
Tingkatkan Kenyamanan Peserta, BPJS Kesehatan Resmikan Layanan PIONIR di Kantor Cabang Mataram
Layanan PIONIR yang diresmikan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mataram oleh Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, Rabu (22/7/2026).(Dok: BPJS Kesehatan)

Suara.com - Kenyamanan peserta menjadi salah satu fokus BPJS Kesehatan dalam pengembangan layanan. Tidak hanya memastikan kebutuhan administrasi peserta dapat diselesaikan dengan mudah dan cepat, BPJS Kesehatan juga menghadirkan lingkungan layanan yang lebih proaktif, modern, humanis dan fleksibel melalui layanan PIONIR yang diresmikan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mataram.

“PIONIR hadir untuk mendobrak stigma pelayanan publik yang selama ini terkesan kaku dan birokratis menjadi lebih humanis menjawab kebutuhan peserta. Melalui PIONIR, kami juga mentransformasikan pola layanan dari yang sebelumnya terkesan reaktif, menjadi layanan yang lebih proaktif,” ujar Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, Rabu (22/7/2026).

Akmal menjelaskan, filosofi pelayanan PIONIR atau Proaktif, Inovatif, Observatif, Nyaman, Integratif, dan Responsif, mendorong petugas untuk lebih proaktif dalam mengenali kebutuhan peserta, menghadirkan solusi yang sesuai, serta memberikan layanan yang nyaman dan mudah diakses. Selain didukung pemanfaatan teknologi, layanan ini juga mengedepankan kepekaan petugas dalam memberikan pendampingan serta memastikan peserta memperoleh informasi dan layanan yang dibutuhkan secara tepat.

Akmal mengungkapkan, jika sebelumnya pelayanan lebih berfokus pada proses administrasi di loket dengan penggunaan antrean kertas, maka melalui konsep PIONIR antrean telah terintegrasi secara digital dan paperless. Petugas tidak lagi menunggu peserta datang ke loket, melainkan secara proaktif menghampiri peserta untuk memberikan pendampingan sejak awal.

Selain itu, peserta kini dapat tetap duduk dengan nyaman sambil menunggu petugas memberikan layanan, sehingga tidak perlu berpindah-pindah loket atau menunggu giliran secara konvensional. Interaksi antara petugas dan peserta juga dibuat lebih humanis dan personal.

Dari sisi sarana, ruang layanan dirancang lebih terbuka, nyaman, dan tidak lagi terkesan kaku seperti model layanan sebelumnya. Transformasi tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman layanan yang lebih ramah, mudah diakses, dan berpusat pada kebutuhan peserta.

"PIONIR merupakan inovasi yang lahir dari akar rumput di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Mataram. Melihat dampak positif yang dihasilkan bagi peserta, manajemen kemudian merespons dan mendorong pengembangan inovasi tersebut sebagai bagian dari transformasi layanan yang lebih proaktif, humanis, dan berpusat pada kebutuhan peserta," tambahnya.

Akmal menambahkan, implementasi PIONIR di Kantor Cabang Mataram telah menunjukkan hasil yang positif. Salah satunya terlihat dari penurunan waktu tunggu layanan yang sebelumnya rata-rata mencapai 25 menit menjadi sekitar 7 menit. Ke depan, pengembangan sistem dan alur layanan PIONIR hingga penyiapan sarana dan prasarana akan dilakukan secara bertahap dan direncanakan diterapkan di kantor cabang BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Abul Chair, Ak., menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh inovasi PIONIR yang diusung BPJS Kesehatan. Abul Chair menyampaikan bahwa pemerintah siap mengawal setiap program yang berfokus pada perlindungan masyarakat.

baca juga

"Segala sesuatu yang nilainya proteksi terhadap warga NTB harus didukung. Ketika peserta datang ke fasilitas kesehatan, mereka bukan hanya membawa berkas administrasi, tetapi membawa kecemasan dan harapan. Karena itu, bagaimana mereka diperlakukan secara manusiawi menjadi hal yang paling utama," ujar Abul Chair.

Ia menambahkan bahwa semangat inovasi PIONIR tidak boleh berhenti pada perubahan fisik ruang pelayanan semata. Pelayanan kesehatan harus bertransformasi menjadi lebih proaktif, responsif, dan menjamin kenyamanan tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

"Kami bangga menjadi yang pertama di Indonesia. Ini merupakan kehormatan bagi NTB untuk menghadirkan layanan publik yang berkualitas sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain," ungkapnya.

Meski demikian, Abul Chair mengingatkan bahwa keberhasilan peningkatan kualitas pelayanan publik tidak dapat dibebankan pada satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, BPJS Kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan.

"Prinsipnya, bagi kami pelayanan publik di NTB itu harus mudah, cepat, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat," tegasnya.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

GIIAS 2026, ACC dan TAF Jadi Platinum Financial Partner: Dukung Industri Otomotif Nasional

GIIAS 2026, ACC dan TAF Jadi Platinum Financial Partner: Dukung Industri Otomotif Nasional

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 15:24 WIB

Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program

Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:26 WIB

Jangan Lewatkan Promo Spesial BRI di XXI: Acara Nonton Bareng di Bioskop Makin Seru Juga Hemat

Jangan Lewatkan Promo Spesial BRI di XXI: Acara Nonton Bareng di Bioskop Makin Seru Juga Hemat

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:14 WIB

BRI Taipei Perkuat Komitmen Inklusi Keuangan Bagi WNI di Taiwan

BRI Taipei Perkuat Komitmen Inklusi Keuangan Bagi WNI di Taiwan

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:49 WIB

BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN

BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45 WIB

Muhaimin Lantik Direksi dan Dewan Pengawas Baru BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan 2026-2031

Muhaimin Lantik Direksi dan Dewan Pengawas Baru BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan 2026-2031

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 13:12 WIB

Terkini

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Banten | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:07 WIB

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 20:06 WIB

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:05 WIB

Cara Mengetahui Siapa Saja yang Memakai WiFi Kita, Mudah dan Praktis

Cara Mengetahui Siapa Saja yang Memakai WiFi Kita, Mudah dan Praktis

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 20:05 WIB

×