Zipmex Indonesia Bagikan 3.000 Makanan Siap Santap di Wisma Atlet

Iwan Supriyatna

Selasa, 27 Juli 2021 | 15:45 WIB
Zipmex Indonesia Bagikan 3.000 Makanan Siap Santap di Wisma Atlet
PT Zipmex Exchange Indonesia membagikan 3.333 makanan siap santap di tiga lokasi.

Suara.com - Guna mengapresiasi kerja keras nakes di Indonesia, terutama di Jakarta, PT Zipmex Exchange Indonesia membagikan 3.333 makanan siap santap di tiga lokasi. Pembagian makanan dilakukan selama lima hari mulai 23 Juli 2021 hingga 29 Juli 2021 di tiga lokasi perawatan COVID-19, yaitu Wisma Atlet Kemayoran, Rusun Nagrak, dan Rusun Pasar Rumput.

Pembagian makanan tersebut merupakan salah satu bagian dari program #ZipmexPeduli, sebuah rangkaian program yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat terdampak COVID-19.

Melalui program ini, Zipmex ingin turut mengambil bagian membantu masyarakat yang terdampak COVID-19, khususnya di Jakarta yang menjadi lokasi penyebaran tertinggi di Indonesia.

Pendistribusian dan pengadaan makanan siap santap dilakukan bersama dengan GK Hebat. Co-Founder Zipmex Indonesia Raymond Sutanto mengatakan ini merupakan salah satu wujud komitmen Zipmex untuk terus berbuat kebaikan bagi Indonesia. Ia berharap bantuan ini dapat membantu nakes untuk tetap sehat dan semangat dalam menangani kasus COVID-19 yang menimpa kita sekarang.

“Kami ingin mengapresiasi kerja keras dan keberanian nakes dalam memperjuangkan Indonesia bebas COVID-19. Tugas mereka adalah tugas mulia atas nama kemanusiaan. Kami berharap bantuan makanan siap santap yang kami bagikan dapat menjadi salah satu penyemangat bagi para nakes. Pengingat bahwa kami selalu mendukung usaha dan kerja keras mereka, selagi kita sebagai bangsa Indonesia melakukan bagian kita, yaitu menaati protokol kesehatan dan mengikuti aturan PPKM yang dicanangkan pemerintah,” kata Raymond ditulis Selasa (27/7/2021).

Bantuan makanan ini disambut baik oleh Koordinator Humas Wisma Atlet Kolonel dr. Mintoro Sumego. Ia berterima kasih atas bantuan Zipmex Indonesia bagi nakes, khususnya yang berada di Wisma Atlet, Rusun Nagrak, dan Rusun Pasar Rumput.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Zipmex Indonesia terhadap nakes. Bantuan makanan ini sangat berarti bagi nakes dalam menangani pandemi COVID-19. Memang ini adalah saat-saat yang berat, tapi saya percaya dengan kerja sama yang baik dan gotong-royong, kita bisa melalui pandemi ini bersama,” tuturnya.

Sejak kasus pertama yang terjadi di Indonesia pada Maret 2020 lalu, jumlah pasien COVID-19 terus bertambah. Dari 3,16 juta kasus positif COVID-19, sebanyak 792.273 kasus terjadi di Jakarta. Jakarta juga masih menjadi peringkat pertama dengan jumlah kasus tertinggi disusul Jawa Barat dan Jawa Tengah.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bangun Ruang ICU Baru, RSUP Dr Sardjito Butuh Tambahan Nakes

Bangun Ruang ICU Baru, RSUP Dr Sardjito Butuh Tambahan Nakes

Jogja | Selasa, 27 Juli 2021 | 15:02 WIB

Sudah Negatif Covid-19, Bocah Ini Gak Mau Pisah dengan Perawat di RSD Wisma Atlet

Sudah Negatif Covid-19, Bocah Ini Gak Mau Pisah dengan Perawat di RSD Wisma Atlet

Health | Selasa, 27 Juli 2021 | 14:32 WIB

Kekurangan Tenaga untuk Tangani Covid-19, Pemda DIY Minta Bantuan Kampus Sediakan Nakes

Kekurangan Tenaga untuk Tangani Covid-19, Pemda DIY Minta Bantuan Kampus Sediakan Nakes

Jogja | Selasa, 27 Juli 2021 | 14:29 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×