- Amnesty International Indonesia mengecam keras kekerasan terhadap Koordinator Sosial Politik BEM UI Hafidz Hernanda pada 4 Oktober 2026.
- Penyerangan di Tebet Jakarta Selatan itu diduga kuat berkaitan dengan rencana aksi unjuk rasa mahasiswa tanggal 20 Oktober 2026.
- Organisasi tersebut mendesak kepolisian segera menangkap pelaku kekerasan untuk diadili secara hukum demi menegakkan keadilan yang transparan.
Suara.com - Amnesty International Indonesia mengutuk keras atas kekerasan yang menimpa Koordinator Sosial Politik BEM UI, Hafidz Hernanda.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menduga aksi kekerasan yang diterima Hafidz berkaitan dengan rencana aksi demonstrasi pada tanggal 20 Oktober 2026 mendatang.
Sebab, Usman mengaku pernah bertemu Hafidz dalam sebuah peringatan September Hitam. Saat itulah, lanjut Usman, ia menyampaikan bakal menggelar aksi damai pada akhir Oktober.
“Saya pernah bertemu Hafidz dalam suatu acara September Hitam, dan Hafidz juga sempat merencanakan unjuk rasa damai pada tanggal 20 Oktober nanti,” kata Usman, dalam keterangan video, Selasa (6/10/2026).
Usman menduga, bisa saja serangan yang diterima oleh Hafidz berhubungan dengan rencana aksi yang akan dilaksanakan Hafidz bersama mahasiswa lainnya.
"Bisa jadi serangan yang diterima Hafidz pada 4 Oktober sangat berhubungan dengan rencana Hafidz untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah,” ujarnya.
Terlebih selama ini Hafidz, kata Usman, cukup vokal dan kritis terhadap kebijakan pemerintah.
![Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid di Fakultas Hukum UGM, Senin (24/8/2026). [Suara.com/Hiskia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/24/91124-direktur-eksekutif-amnesty-international-indonesia-usman-hamid.jpg)
Sebabnya, Usman mendesak agar pemerintah segera menangkap pelaku dan menyeretnya ke pengadilan. Usman juga menilai, kasus ini merupakan ujian pertama bagi Kapolri Jenderal Suyudi Aryo Seto dalam penanganan kasus kejahatan.
“Kami mendesak kepada pihak pemerintah dan pihak berwenang dalam hal ini kepolisian untuk mencari para pelaku dan menyeret ke meja hijau,” tandasnya.
Seperti diberitakan, Koordinator Sosial Politik BEM UI, Hafidz Hernanda dikabarkan diserang oleh orang tidak dikenal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Saat melintas, Hafidz ditendang hingga terjatuh. Hafidz kemudian dipukul dan sempat diancam.
Kemudian, barang berharga milik Hafidz, seperti ponsel pun langsung diambil pelaku. Sementara barang lain milik Hafidz yang berada di tas tidak diambil.