Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Inovasi Industri Diperlukan di Masa Pandemi

Iwan Supriyatna

Senin, 02 Agustus 2021 | 08:34 WIB
Inovasi Industri Diperlukan di Masa Pandemi
SGU-Symposium 2021.

Suara.com - Belakangan ini, istilah industri 4.0 sudah sering digemakan oleh banyak pihak dari berbagai sektor. Bahkan saat ini industri manufaktur setidaknya perlu memiliki satu proses otomasi demi menjamin efektivitas dan efisiensi.

Industri 4.0 juga memperhatikan prosedur keselamatan kerja yang mana telah ditetapkan sebagai kebijakan di Indonesia sebagai bagian dari kepedulian untuk menjamin keselamatan seluruh pekerja di Indonesia, termasuk dari segi ergonomis.

Sejak awal revolusi industri dimulai penerapannya telah hadir di berbagai sektor, dan kemajuan teknologi telah menjadi dasar atas pesatnya pertubuhan dan kemajuan teknologi.

Jelaslah bahwa banyak yang diuntungkan dari kemajuan teknologi ini, namun tetap ada beberapa pihak yang mengalami kerugian. Mereka yang mengalami kerugian adalah pihak yang kesulitan untuk mengikuti kemajuan industri.

Kerugian yang dialami ada dalam tiga bidang: ekonomi (di mana standar hidup mereka turun); secara sosial (mereka kehilangan suara, mereka tertinggal, dan mereka merasa tidak berdaya dan terpinggirkan); dan lingkungan (mereka menderita polusi dan ketidakamanan yang timbul sebagai akibat dari perubahan lingkungan dan variabilitas iklim).

Oleh karena itu, melakukan kegiatan akademik dan ilmiah terkait implementasi Industri 4.0 akan mendorong para profesor, peneliti, dan mahasiswa untuk memiliki pemahaman tambahan untuk keberlanjutan sistem industri 4.0 di masa depan. Melakukan penelitian ilmiah di bidang ini menjadi penting.

Penelitian ilmiah membangun pengetahuan dan memfasilitasi pembelajaran. Penelitian ilmiah membantu bisnis serta menyediakan makanan dan olahraga untuk pikiran.

Bertukar ilmu dengan Guru Besar dari luar negeri seperti Jerman, Jepang, atau Korea Selatan juga dapat memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan bagi berbagai pihak dalam mengembangkan ilmu dan teknologi baru untuk masa depan.

Salah satu kegiatan ilmiah yang telah diadakan adalah SGU-Symposium 2021. SGU berkontribusi dalam memfasilitasi para ahli dari berbagai negara untuk ikut serta dalam pertemuan ilmiah yang diselenggarakan secara daring dan menghadirkan berbagai pembicara dari dalam maupun luar negeri antara lain, Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc yang merupakan kepala BPPT Indonesia, Nuki Agya Utama, Ph.D Direktur Eksekutif Asean Centre for Energy dan juga (Asc.) Professor Derek Ong Lai Teik, Ph.D., CStats, CSc perwakilan dari Sunway University, Malaysia.

baca juga

Selain itu ada pula pembicara dari Universitas Indonesia, UGM dan juga Universitas Fachhochschule Sudwestfalen, University of Applied Sciences, dari Jerman hadir dan memberikan kontribusinya pada pertemuan ilmiah ini.

Pada kesempatan tersebut, kepala BPPT Indonesia, Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc juga turut ikut serta memaparkan mengenai pengaplikasian teknologi di masa pandemi dengan membentuk superteam bernama Task Force Research and Innovation- 19 (TFRIC-19) dengan satu tujuan utama yaitu memenuhi kebutuhan alat kesehatan skala nasional.

Untuk mencapai tujuan dan inovasi tersebut, masing-masing pihak menjalankan peran tertentu dalam inovasi teknologi sesuai kapasitasnya dan untuk membangun tujuan Bersama.

"Dengan memanfaatkan berbagai teknologi, tim ini telah berhasil menghasilkan beberapa inovasi, yaitu: RDT Kit, PCR Test Kit, Mobile Lab Biosafety Lab Ivl.2, dan Artificial Intelligence untuk pendeteksian COVID-19. Walaupun begitu, pandemi covid-19 belum juga terselesaikan dan kebutuhan peralatan medis masih perlu dipenuhi, tim TFRIC-19 melanjutkan perjalanannya ke versi Next Generation, berusaha untuk membuat inovasi yang lebih besar," kata Hammam ditulis Senin (2/8/2021).

Selain memaparkan mengnai TFRIC-19 Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc juga memaparkan poin penting mengenai masalah pandemi covid-19 yang perlu menjadi perhatian penting. Yang pertama ia menyadarkan bahwa kesiapan dan ketahanan nasional perlu adanya demi menangani pandemi yang perlu mendapat perhatian serius.

Kedua, dibutuhkan model ekosistem inovasi yang dibangun berdasarkan ‘kebutuhan’ bersama dan rasa kebersamaan yang kuat untuk melakukan sesuatu.

Ketiga inovasi dalam teknologi untuk subtitusi impor demi keberlangsungan ketahanan nasional yang sudah saatnya menjadi prioritas. Ia juga meningkatkan kesadaran para peserta akan bahaya pandemi covid-19.

"That valley of death innovation adalah nyata dan kita sedang mengalaminya," Ungkap Hammam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suga BTS Ungkap Apa yang Tidak Dia Sukai Tentang Sistem Industri K-Pop

Suga BTS Ungkap Apa yang Tidak Dia Sukai Tentang Sistem Industri K-Pop

Your Say | Minggu, 01 Agustus 2021 | 15:00 WIB

Hal yang Tidak Disukai Suga BTS di Industri Musik K-Pop, Kadang Tidak Dibayar!

Hal yang Tidak Disukai Suga BTS di Industri Musik K-Pop, Kadang Tidak Dibayar!

Entertainment | Minggu, 01 Agustus 2021 | 06:30 WIB

IMT-GT Perkuat Kerja Sama Layanan dan Industri Produk Halal

IMT-GT Perkuat Kerja Sama Layanan dan Industri Produk Halal

Batam | Sabtu, 31 Juli 2021 | 17:23 WIB

Terkini

Seluruh Hotel Milik BUMN Kini Dipegang InJourney

Seluruh Hotel Milik BUMN Kini Dipegang InJourney

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 08:20 WIB

OJK Setujui Merger BPR Ophir dan BPR Swadaya Anak Nagari, Ini Tujuannya

OJK Setujui Merger BPR Ophir dan BPR Swadaya Anak Nagari, Ini Tujuannya

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:57 WIB

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:24 WIB

Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:04 WIB

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:02 WIB

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

×