Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Inovasi Industri Diperlukan di Masa Pandemi

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 02 Agustus 2021 | 08:34 WIB
Inovasi Industri Diperlukan di Masa Pandemi
SGU-Symposium 2021.

Suara.com - Belakangan ini, istilah industri 4.0 sudah sering digemakan oleh banyak pihak dari berbagai sektor. Bahkan saat ini industri manufaktur setidaknya perlu memiliki satu proses otomasi demi menjamin efektivitas dan efisiensi.

Industri 4.0 juga memperhatikan prosedur keselamatan kerja yang mana telah ditetapkan sebagai kebijakan di Indonesia sebagai bagian dari kepedulian untuk menjamin keselamatan seluruh pekerja di Indonesia, termasuk dari segi ergonomis.

Sejak awal revolusi industri dimulai penerapannya telah hadir di berbagai sektor, dan kemajuan teknologi telah menjadi dasar atas pesatnya pertubuhan dan kemajuan teknologi.

Jelaslah bahwa banyak yang diuntungkan dari kemajuan teknologi ini, namun tetap ada beberapa pihak yang mengalami kerugian. Mereka yang mengalami kerugian adalah pihak yang kesulitan untuk mengikuti kemajuan industri.

Kerugian yang dialami ada dalam tiga bidang: ekonomi (di mana standar hidup mereka turun); secara sosial (mereka kehilangan suara, mereka tertinggal, dan mereka merasa tidak berdaya dan terpinggirkan); dan lingkungan (mereka menderita polusi dan ketidakamanan yang timbul sebagai akibat dari perubahan lingkungan dan variabilitas iklim).

Oleh karena itu, melakukan kegiatan akademik dan ilmiah terkait implementasi Industri 4.0 akan mendorong para profesor, peneliti, dan mahasiswa untuk memiliki pemahaman tambahan untuk keberlanjutan sistem industri 4.0 di masa depan. Melakukan penelitian ilmiah di bidang ini menjadi penting.

Penelitian ilmiah membangun pengetahuan dan memfasilitasi pembelajaran. Penelitian ilmiah membantu bisnis serta menyediakan makanan dan olahraga untuk pikiran.

Bertukar ilmu dengan Guru Besar dari luar negeri seperti Jerman, Jepang, atau Korea Selatan juga dapat memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan bagi berbagai pihak dalam mengembangkan ilmu dan teknologi baru untuk masa depan.

Salah satu kegiatan ilmiah yang telah diadakan adalah SGU-Symposium 2021. SGU berkontribusi dalam memfasilitasi para ahli dari berbagai negara untuk ikut serta dalam pertemuan ilmiah yang diselenggarakan secara daring dan menghadirkan berbagai pembicara dari dalam maupun luar negeri antara lain, Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc yang merupakan kepala BPPT Indonesia, Nuki Agya Utama, Ph.D Direktur Eksekutif Asean Centre for Energy dan juga (Asc.) Professor Derek Ong Lai Teik, Ph.D., CStats, CSc perwakilan dari Sunway University, Malaysia.

Selain itu ada pula pembicara dari Universitas Indonesia, UGM dan juga Universitas Fachhochschule Sudwestfalen, University of Applied Sciences, dari Jerman hadir dan memberikan kontribusinya pada pertemuan ilmiah ini.

Pada kesempatan tersebut, kepala BPPT Indonesia, Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc juga turut ikut serta memaparkan mengenai pengaplikasian teknologi di masa pandemi dengan membentuk superteam bernama Task Force Research and Innovation- 19 (TFRIC-19) dengan satu tujuan utama yaitu memenuhi kebutuhan alat kesehatan skala nasional.

Untuk mencapai tujuan dan inovasi tersebut, masing-masing pihak menjalankan peran tertentu dalam inovasi teknologi sesuai kapasitasnya dan untuk membangun tujuan Bersama.

"Dengan memanfaatkan berbagai teknologi, tim ini telah berhasil menghasilkan beberapa inovasi, yaitu: RDT Kit, PCR Test Kit, Mobile Lab Biosafety Lab Ivl.2, dan Artificial Intelligence untuk pendeteksian COVID-19. Walaupun begitu, pandemi covid-19 belum juga terselesaikan dan kebutuhan peralatan medis masih perlu dipenuhi, tim TFRIC-19 melanjutkan perjalanannya ke versi Next Generation, berusaha untuk membuat inovasi yang lebih besar," kata Hammam ditulis Senin (2/8/2021).

Selain memaparkan mengnai TFRIC-19 Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc juga memaparkan poin penting mengenai masalah pandemi covid-19 yang perlu menjadi perhatian penting. Yang pertama ia menyadarkan bahwa kesiapan dan ketahanan nasional perlu adanya demi menangani pandemi yang perlu mendapat perhatian serius.

Kedua, dibutuhkan model ekosistem inovasi yang dibangun berdasarkan ‘kebutuhan’ bersama dan rasa kebersamaan yang kuat untuk melakukan sesuatu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suga BTS Ungkap Apa yang Tidak Dia Sukai Tentang Sistem Industri K-Pop

Suga BTS Ungkap Apa yang Tidak Dia Sukai Tentang Sistem Industri K-Pop

Your Say | Minggu, 01 Agustus 2021 | 15:00 WIB

Hal yang Tidak Disukai Suga BTS di Industri Musik K-Pop, Kadang Tidak Dibayar!

Hal yang Tidak Disukai Suga BTS di Industri Musik K-Pop, Kadang Tidak Dibayar!

Entertainment | Minggu, 01 Agustus 2021 | 06:30 WIB

IMT-GT Perkuat Kerja Sama Layanan dan Industri Produk Halal

IMT-GT Perkuat Kerja Sama Layanan dan Industri Produk Halal

Batam | Sabtu, 31 Juli 2021 | 17:23 WIB

Terkini

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:08 WIB

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:48 WIB

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:10 WIB

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:59 WIB

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:49 WIB

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:45 WIB

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:43 WIB

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:39 WIB