Kurangi Beban, Garuda Indonesia Kembalikan 9 Pesawat Boeing ke Lessor

Dwi Bowo Raharjo, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 06 Agustus 2021 | 16:41 WIB
Kurangi Beban, Garuda Indonesia Kembalikan 9 Pesawat Boeing ke Lessor
Pesawat Garuda Indonesia [shutterstock]

Suara.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terpantau telah mengembalikan sembilan unit pesawat milik perusahaan persewaan (lessor), Aercap Ireland Limited (Aercap).

Hal tersebut terpantau dari aplikasi flightradar24. Kesembilan pesawat itu seluruhnya jenis Boeing 737-800 NG. Masing-masing pesawat itu dengan nomor registrasi PK-GNV, PK-GNU, PK-GNS, PK-GNP, PK-GNO, PK-GNK, PK-GNJ, PK-GNH, dan PK-GND.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra pun membenarkan hal tersebut, menurut dia ini merupakan hasil kesepakatan bersama.

"Hasil kesepakatan dengan lessor Aercap," kata Irfan saat dihubungi suara.com, Jumat (6/8/2021).

Pengembalian pesawat ini dilakukan Garuda ditengah-tengah kondisi keuangan perseroan yang sedang kritis.

Tercatat utang perusahaan penerbangan plat merah tersebut sebesar Rp 70 triliun. Tak hanya itu, Garuda juga sedang dihadapi kasus gagal bayar sukuk global senilai 500 juta dolar yang seharusnya jatuh tempo pada 3 Juni 2021 lalu.

Dikutip dari keterbukaan informasi yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Aercap sempat mendaftarkan gugatan pailit ke Garuda Indonesia. Tapi gugatan itu dicabut, sehingga kemudian kedua belah pihak menandatangani kesepakatan Global Side Letter Agreement (Global Site Letter).

Meski mengembalikan sembilan armadanya, Irfan memastikan bahwa tindakan tersebut tidak akan mengganggu operasional penerbangan domestik saat ini. "Aman," singkat Irfan.

Kondisi keuangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) boleh dibilang diujung tanduk, pasalnya arus kas perusahaan dalam kondisi yang negatif, tak hanya itu jumlah utang yang saat ini jumlahnya mencapai Rp 70 triliun terus membengkak.

baca juga

Orang Yang Harus Disalahkan

Sebelumnya Irfan mengaku menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas kondisi kinerja keuangan Garuda saat ini.

"Kalau anda ingin mencari siapa yang salah, saya tidak menyarankan anda menyalahkan pemerintah, para pemegang saham, komisaris atau siapapun atasan anda. Tapi sayalah yang salah," kata Irfan dalam pemaparan kepada seluruh karyawan Garuda Indonesia, Mei 2021 lalu.

Irfan mengungkapkan sebagai seorang yang ditunjuk dan dibayar oleh negara untuk memimpin dan membawa Garuda terbang tinggi, dirinya adalah orang yang paling bertanggung jawab dengan kondisi Garuda Indonesia saat ini.

Irfan mengatakan hingga saat ini utang maskapai plat merah ini telah mencapai Rp 70 triliun. Utang tersebut terus bertambah Rp 1 triliun setiap bulannya, karena ketidakmampuan perseroan untuk membayar.

Pada bulan Mei kata dia, merupakan bulan dengan kinerja terburuk buat Garuda. Pasalnya Irfan mengatakan pendapatan perseroan diprediksi hanya 56 juta dolar AS, sementara biaya operasional perbulannya mencapai 56 juta dolar AS untuk sewa pesawat, perawatan 20 juta dolar AS hingga bayar pegawai yang mencapai 20 juta dolar AS.

"Jadi teman-teman yang ingin berusaha mengatakan mengapa kondisi sampai seperti ini dan menganggap ini adalah sebuah kesalahan. Tolong salahkan saya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingin Road Trip Saat Pandemi? Perhatikan 5 Tips Berikut Ini!

Ingin Road Trip Saat Pandemi? Perhatikan 5 Tips Berikut Ini!

Lifestyle | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 14:02 WIB

Penjualan Kopi di Aceh Turun Selama Pandemi Covid-19

Penjualan Kopi di Aceh Turun Selama Pandemi Covid-19

Sumut | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 13:19 WIB

Pandemi COVID-19 Sebabkan 560 Hotel dan 280 Restoran di Jawa Barat Tutup

Pandemi COVID-19 Sebabkan 560 Hotel dan 280 Restoran di Jawa Barat Tutup

Jabar | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 10:03 WIB

Curhat Lengkap Dinar Candy, Sepi Job, Gagal ke Bali, Stres, Hingga Pakai Bikini di Jalan

Curhat Lengkap Dinar Candy, Sepi Job, Gagal ke Bali, Stres, Hingga Pakai Bikini di Jalan

Bali | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 09:36 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×