alexametrics

Harga Emas Dunia Turun Tipis, Bagaimana Prospek ke Depannya?

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Harga Emas Dunia Turun Tipis, Bagaimana Prospek ke Depannya?
Ilustrasi emas batang [Shutterstock]

Harga emas melemah pada perdagangan Kamis kemarin. Tetapi ke depan, prospek harga emas dunia diprediksi bakal cerah.

Suara.com - Harga emas melemah pada perdagangan Kamis kemarin. Tetapi ke depan, prospek harga emas dunia diprediksi bakal cerah.

Mengutip CNBC, Jumat (3/8/2021) harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi 1.809,60 dolar AS per ounce. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup melemah 0,3 persen menjadi 1.811,5 dolar AS per ounce.

"Pasar emas saat ini sedang berkonsolidasi dan tidak peduli tentang hal lain sampai data ketenagakerjaan muncul," kata Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures, Chicago.

"Tetapi jika ada penurunan yang lebih besar dalam dolar, emas mungkin memiliki beberapa jenis biding di bawahnya," papar Streible.

Baca Juga: Harga Emas Antam Terus Turun ke Rp 939.000 per Gram

Investor emas tampaknya tidak terlalu memperhatikan penurunan dolar. Emas biasanya naik saat dolar melemah karena membuat logam kuning itu lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Pelaku pasar juga mencermati data yang menunjukkan lebih sedikit warga Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran minggu lalu, meski terjadi lonjakan infeksi Covid-19.

Data tersebut muncul setelah Simposium Kebijakan Ekonomi tahunan Jackson Hole, di mana Chairman The Fed Jerome Powell mengatakan pemulihan di pasar tenaga kerja akan menentukan kapan bank sentral mulai memperlambat pembelian asetnya.

Emas sangat sensitif terhadap penurunan suku bunga, yang memangkas opportunity cost memegang bullion yang tidak memberikan imbal hasil.

Logam lainnya, perak merosot 1,2 persen menjadi 23,88 dolar AS per ounce, paladium anjlok 1,8 persen menjadi 2.398,58 dolar AS per ounce, dan platinum turun 0,5 persen menjadi 996.23 dolar AS per ounce.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Turun Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

Komentar