alexametrics

IPO Pekan Depan, Wakil Direktur Semen Merah Putih Beberkan Strategi Perseroan

M Nurhadi
IPO Pekan Depan, Wakil Direktur Semen Merah Putih Beberkan Strategi Perseroan
Pabrik semen merah putih PT Cemindo Gemilang Tbk (Antara)

PT Cemindo Gemilang TbK yang lebih dikenal sebagai produsen semen Merah Putih di Indonesia akan tercatat di bursa pada 8 September 2021 dengan menggunakan kode saham CMNT.

Suara.com - Semen PT Cemindo Gemilang Tbk optimistis langkah perseroan masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) akan berdampak positif bagi kinerja perseroan.

Disampaikan oleh Wakil Direktur Utama PT Cemindo Gemilang Tbk Vince Indigo, perseroan akan melepas 1,71 miliar lembar saham baru atau setara 10,04 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO dengan harga penawaran Rp680 per saham. Sehingga, perseroan memperoleh dana segar hingga Rp1,16 triliun dari gelaran IPO.

"Perusahaan yakin bahwa aksi korporasi ini akan memberikan hasil yang baik bagi pertumbuhan perusahaan. Aksi korporasi ini juga mendapat respons yang baik dan positif dari investor, yang tertarik untuk ikut berpartisipasi dan menjadi bagian dari pertumbuhan perusahaan," ujar Vince dalam keterangan di Jakarta, Selasa (7/9/2021).

"Perusahaan memahami kondisi saat ini yang penuh tantangan, untuk itu perusahaan telah mempersiapkan diri, antara lain dengan mempersiapkan sarana fasilitas produksi yang efisien serta ramah lingkungan," sambung dia.

Baca Juga: 70 Persen Pemesan Saham Bukalapak Merupakan Generasi Milenial dan Gen Z

Fasilitas PT. Cemindo Gemilang Tbk didukung dengan produksi yang canggih, sumber bahan baku, dan pelabuhan terpadu terletak di area yang sama. Pada pertengahan 2020, perusahaan menambah satu line produksi klinker baru dengan kapasitas 10.000 ton per hari.

Perseroan dengan kode emiten CMNT itu mengaku menurunkan emisi karbon dalam proses produksi semen. Hal itu tercermin dengan penurunan emisi sebesar 9 persen sejak awal mula beroperasinya pabrik.

Vince menyampaikan, hal tersebut dapat dicapai melalui pengoperasian tiga unit Waste Heat Recovery plants, yang terletak di pabrik terintegrasi di Bayah (Indonesia) dan Hai Phong (Vietnam), yang mengoperasikan Over Land Belt Conveyor untuk keluar masuknya material menuju pabrik sehingga penggunaan truk dapat ditekan secara maksimal.

Ia juga mengungkapkan, perusahaan mengupayakan beragam inisiatif untuk membantu menurunkan jumlah emisi karbon secara berkesinambungan. 

Selain itu, perusahaan juga terus melakukan inovasi dengan mengurangi penggunaan klinker, agar dapat menghasilkan produk yang lebih ramah lingkungan dengan tetap mempertahankan standar mutu produk.

Baca Juga: Pekan Terakhir Bulan Juli 2021, IHSG Melemah 0,52 Persen

Keberhasilan perseroan dapat dilihat dari kinerja finansial yang telah dicapai, dimana penjualan perusahaan tumbuh sebesar 13 persen pada 2020 dibandingkan dengan 2019. Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan EBITDA sebesar 13,2 persen pada periode yang sama.

Komentar