Gubernur BI: Rupiah Undervalue, Tidak Cerminkan Ekonomi Indonesia

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Kamis, 19 Februari 2026 | 16:15 WIB
Gubernur BI: Rupiah Undervalue, Tidak Cerminkan Ekonomi Indonesia
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
baca 10 detik
  • Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan pelemahan Rupiah disebabkan ketidakpastian global dan kenaikan permintaan valas domestik.
  • Pada 18 Februari 2026, Rupiah melemah menjadi Rp16.880 per Dolar AS, BI menilai ini undervalued.
  • Bank Indonesia memperkuat stabilisasi nilai tukar melalui intervensi pasar dan mengatur likuiditas Rupiah domestik.

Suara.com - Tekanan terhadap mata uang nasional kian terasa seiring dengan posisi Dolar Amerika Serikat (AS) yang merangkak naik mendekati level psikologis Rp17.000.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memberikan penjelasan mendalam mengenai fenomena pelemahan ini dalam konferensi pers virtual Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG), Kamis (19/2/2026).

Menurut Perry, fluktuasi yang terjadi pada nilai tukar Rupiah saat ini merupakan imbas dari kombinasi faktor eksternal yang dinamis dan aktivitas ekonomi domestik yang tengah meningkat.

Bank sentral terus memantau pergerakan ini guna memastikan stabilitas moneter tetap terjaga.

Gubernur BI mengidentifikasi bahwa penyebab utama terdepresiasinya Rupiah adalah tingginya volatilitas dan ketidakpastian di pasar keuangan dunia. Kondisi global yang belum stabil memicu aliran modal keluar dan memperkuat posisi Dolar AS secara umum terhadap mata uang negara berkembang.

Di sisi internal, permintaan terhadap valuta asing (valas) dari perusahaan-perusahaan dalam negeri juga menunjukkan tren kenaikan.

Hal ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi nasional yang membutuhkan pendanaan valas untuk berbagai keperluan operasional dan ekspansi bisnis.

"Perkembangan nilai tukar terutama dipengaruhi oleh tingginya ketidakpastian pasar keuangan global di tengah meningkatnya permintaan valas korporasi domestik sejalan dengan kenaikan kegiatan ekonomi," ungkap Perry Warjiyo.

Berdasarkan catatan Bank Indonesia, posisi Rupiah pada 18 Februari 2026 berada di level Rp16.880 per Dolar AS. Angka ini mencerminkan pelemahan sekitar 0,56% jika dikomparasikan dengan posisi pada akhir Januari 2026.

baca juga

Meski demikian, Perry menegaskan bahwa harga Rupiah di pasar saat ini tidak mencerminkan kekuatan ekonomi Indonesia yang sebenarnya.

Dengan kata lain, nilai tukar saat ini sudah berada di zona undervalued atau lebih rendah dari nilai fundamentalnya.

"BI memandang nilai tukar Rupiah telah dinilai rendah atau undervalued dibandingkan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia, termasuk konsistensi inflasi yang terjaga dalam sasaran 2,5% ± 1%," jelasnya.

Ia menambahkan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah juga terus diperkuat dengan intervensi di pasar off-shore melalui NDF dan intervensi di pasar domestik melalui pasar spot, DNDF, serta pembelian SBN di pasar sekunder.

Ekspansi likuiditas Rupiah juga ditempuh Bank Indonesia melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari Rp916,97 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp819,50 triliun pada 18 Februari 2026. 

"Ke depan, Bank Indonesia memandang nilai tukar Rupiah akan stabil dan cenderung menguat dengan langkah-langkah stabilisasi yang terus dilakukan serta didukung oleh kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Hal ini tecermin pada imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Gubernur BI Ungkap Strategi Ekonomi

Kurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Gubernur BI Ungkap Strategi Ekonomi

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:05 WIB

Rupiah Loyo ke Rp16.894, Ketegangan Iran dan Spekulasi BI Rate Jadi Beban

Rupiah Loyo ke Rp16.894, Ketegangan Iran dan Spekulasi BI Rate Jadi Beban

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 15:42 WIB

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 15:08 WIB

Utang Negara Tembus Rp7.282 Triliun di Akhir 2025, Ini Penjelasan BI

Utang Negara Tembus Rp7.282 Triliun di Akhir 2025, Ini Penjelasan BI

Video | Kamis, 19 Februari 2026 | 13:34 WIB

Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.922

Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.922

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 09:31 WIB

Jaga Stabilitas Rupiah, BI Diramal Tahan Suku Bunga

Jaga Stabilitas Rupiah, BI Diramal Tahan Suku Bunga

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 07:38 WIB

Terkini

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Tak Sanggup Bayar Kontrakan, Janda di Tangsel Terpaksa Tinggal di Tenda Kebun Bersama Anak-Cucu

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap

Kalbar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Jualan Pakai QRIS Makin Untung, Biaya Admin Dipangkas Habis oleh BRI!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Pembangunan PSEL di Kota Tangsel Mandek, DLH Ungkap Masih Ada Warga Tolak Pembebasan Lahan

Banten | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:19 WIB

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Promo Tiket Bioskop The Premiere Buy 1 Get 2 Khusus Nasabah BRI, Begini Caranya!

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:11 WIB

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

33 Tahun Kayuh Becak, Kini Acep Beralih ke Becak Listrik Bantuan Prabowo

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap

Sumsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:05 WIB

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

BRI Beri Karpet Merah dan Cashback Fantastis di Event Burberry

Bri | Selasa, 06 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

Meski Tak Temukan Bukti Gibran Lulus Setara SMA, MK Tak Berwenang Copot Wapres

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Kapolda Jateng Tegaskan Tiga Fokus: Berantas Kejahatan, Layani Warga, Respons Cepat

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:32 WIB

×