Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.318,500
LQ45 630,677
Srikehati 317,136
JII 401,976
USD/IDR 17.600

Rupiah Loyo ke Rp16.894, Ketegangan Iran dan Spekulasi BI Rate Jadi Beban

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 19 Februari 2026 | 15:42 WIB
Rupiah Loyo ke Rp16.894, Ketegangan Iran dan Spekulasi BI Rate Jadi Beban
Nilai tukar rupiah gagal mempertahankan posisinya dan berakhir melemah tipis pada perdagangan Kamis (19/2/2026). Foto Antara.
  • Rupiah melemah tipis 0,06% ke level Rp16.894 per dolar AS pada Kamis (19/2).
  • Tekanan berasal dari penguatan dolar AS dan ketidakpastian konflik AS-Iran.
  • Suku bunga BI ditahan, namun opsi pemangkasan ke depan hambat penguatan rupiah.

Suara.com - Nilai tukar rupiah gagal mempertahankan posisinya dan berakhir melemah tipis pada perdagangan Kamis (19/2/2026). Sentimen global terkait konflik di Timur Tengah dan spekulasi kebijakan moneter domestik menjadi penahan laju mata uang Garuda.

Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp16.894 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 0,06 persen atau merosot 10 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp16.884 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) mematok posisi rupiah di angka Rp16.925 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebutkan bahwa keperkasaan greenback menjadi faktor utama yang menekan rupiah. Namun, langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas cukup membantu meredam kejatuhan yang lebih dalam.

"Rupiah melemah di tengah penguatan dolar AS, namun langkah BI yang menahan suku bunga berhasil membalikkan sebagian pelemahan," ujar Lukman kepada media.

Meski demikian, Lukman mewanti-wanti bahwa ruang bagi rupiah untuk rebound masih cukup sempit. Pasar mulai mencermati adanya opsi pemangkasan suku bunga oleh BI di masa mendatang. Selain itu, faktor geopolitik, khususnya eskalasi konflik antara AS dan Iran, terus menghantui pasar aset berisiko.

"Terlebih situasi yang tidak menentu di Iran tidak mendukung rupiah. Sehingga rupiah masih berpotensi melemah," tambahnya.

Pelemahan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga terkapar di zona merah:

  • Dolar Taiwan: Anjlok paling dalam sebesar 0,41%.
  • Ringgit Malaysia: Melemah 0,31%.
  • Peso Filipina: Turun 0,25%.
  • Yen Jepang: Terkoreksi 0,12%.
  • Yuan China & Dolar Singapura: Masing-masing turun tipis 0,05% dan 0,02%.

Di sisi lain, Baht Thailand dan Won Korea Selatan tampil melawan arus dengan penguatan masing-masing sebesar 0,46% dan 0,11%. Di pasar global, Indeks Dolar AS (DXY) terpantau sedikit melandai ke level 97,62 dari posisi sebelumnya di 97,70.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 15:08 WIB

Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.922

Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.922

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 09:31 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.282 Triliun, Ini Penjelasan BI

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.282 Triliun, Ini Penjelasan BI

Video | Rabu, 18 Februari 2026 | 22:20 WIB

Terkini

Status Danantara Sumberdaya Indonesia Bukan BUMN

Status Danantara Sumberdaya Indonesia Bukan BUMN

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:29 WIB

Hormati Kontrak, Pemerintah Pastikan Tidak Ada Pemotongan Kuota Ekspor Gas pada 2026

Hormati Kontrak, Pemerintah Pastikan Tidak Ada Pemotongan Kuota Ekspor Gas pada 2026

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Rp17.674 per Dolar, Pasien di Desa Hingga Penderita Kanker Ikut Terancam

Rupiah Rp17.674 per Dolar, Pasien di Desa Hingga Penderita Kanker Ikut Terancam

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:01 WIB

Rupiah Anjlok Lagi, Danantara Sumberdaya Indonesia Jadi Biang Kerok

Rupiah Anjlok Lagi, Danantara Sumberdaya Indonesia Jadi Biang Kerok

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:57 WIB

Rosan Akui Kontrak Eksportir Bisa Dievaluasi lewat BUMN Ekspor Baru PT DSI

Rosan Akui Kontrak Eksportir Bisa Dievaluasi lewat BUMN Ekspor Baru PT DSI

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:44 WIB

Saham TPIA Terjun ke Level Terendah Hingga Isu Margin Call, Manajemen Buka Suara

Saham TPIA Terjun ke Level Terendah Hingga Isu Margin Call, Manajemen Buka Suara

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:36 WIB

ESDM Siapkan Gas CNG 3 Kg Pengganti LPG, Begini Skemanya

ESDM Siapkan Gas CNG 3 Kg Pengganti LPG, Begini Skemanya

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:14 WIB

Mendag Siapkan Aturan Baru usai BUMN Ekspor PT DSI Dibentuk Danantara

Mendag Siapkan Aturan Baru usai BUMN Ekspor PT DSI Dibentuk Danantara

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:06 WIB

Promo JSM Superindo Terbaru Minggu Ini 22-24 Mei 21026, Daging Ayam Diskon 40 Persen!

Promo JSM Superindo Terbaru Minggu Ini 22-24 Mei 21026, Daging Ayam Diskon 40 Persen!

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:58 WIB

Dari Rp34 Miliar Tinggal Rp15,3 Miliar, Trader Ini Jadi Korban Jumat Berdarah Kripto

Dari Rp34 Miliar Tinggal Rp15,3 Miliar, Trader Ini Jadi Korban Jumat Berdarah Kripto

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:24 WIB