APTI: Wacana Kenaikan Cukai Ancam Panen Petani Tembakau

Iwan Supriyatna

Rabu, 08 September 2021 | 18:35 WIB
APTI: Wacana Kenaikan Cukai Ancam Panen Petani Tembakau
Ilustrasi tembakau.

Suara.com - Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) mendesak pemerintah tidak menaikkan tarif cukai tembakau tahun 2022 menyusul kondisi perekonomian yang saat ini masih tertekan akibat pandemi Covid-19. Rencana kenaikan tarif cukai tembakau tahun 2022 juga akan turut memukul penyerapan dan harga hasil panen tembakau yang saat ini sedang berlangsung.

Agus Parmuji, Ketua Dewan Pimpinan Nasional APTI menegaskan, terdapat kesalahan pandangan oleh sebagian kalangan terkait dampak kenaikan tarif cukai tembakau. Mereka yang mendukung kenaikan tarif cukai tembakau beranggapan bahwa kebijakan tersebut hanya akan berdampak terhadap industri.

“Padahal saat terjadi kenaikan, industri akan berhitung kembali mengenai penyerapan tembakau petani, dan ini yang membuat harga jatuh,” tegas Agus, Jumat (3/9).

Para petani tembakau yang saat ini tersebar di sekitar 15 provinsi dan hanya bisa memanen tembakaunya pada musim kemarau berpotensi mendapatkan krisis ekonomi di tingkat lokal.

“Perkebunan tembakau ini sudah menjadi budaya ekonomi lokal. Jangan sampai pukulan terhadap sektor ini akan memunculkan pandemi ekonomi jilid 3,” kata Agus.

Agus menegaskan, APTI telah menggelar pertemuan virtual dengan berbagai pemangku kepentingan dan mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo dan menteri terkait untuk meminta pemerintah membuat kebijakan yang melindungi tembakau, sebagai sektor padat karya yang memberi penghidupan bagi petani maupun para pekerja industrinya.. Para petani juga secara intensif menggelar berbagai aksi menolak rencana kenaikan cukai tembakau.

Terbaru, berbagai anggota APTI yang terdiri dari para pemuda desa dari berbagai provinsi sentra tembakau berkumpul di Jawa Timur untuk menggelar aksi kepedulian terhadap tembakau dan menolak keras rencana kenaikan cukai. “Ini adalah amunisi baru untuk memberi pemahaman kepada pemerintah. Ketika kenaikan tarif cukai dipaksakan, kami akan membuat camping ground di Jakarta sebagai tanda bahwa kami menolak kebijakan itu,” tegas Agus.

M. Yusuf Chudlori, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah mengatakan bahwa perjuangan petani tembakau masih panjang karena menghadapi berbagai tantangan. Apalagi, katanya, ada kebijakan pemerintah pusat yang seolah mempermainkan petani dengan menaikkan cukai hasil tembakau.

Dia mengatakan, sumber penerimaan negara untuk APBN seharusnya tidak hanya dibebankan pada cukai rokok. “Karena sekali cukai rokok naik, maka dampak ikutannya itu jutaan nasib keluarga petani yang terkena dampaknya. Sehingga saya berharap dengan kebersamaan petani, pejuang PKB di seluruh Indoensia terutama di Senayan untuk bisa memperjuangkan agar cukai tidak naik,” ujarnya.

baca juga

Hal senada juga disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang APTI Pamekasan Jawa Timur, Samukrah. Menurutnya, Pamekasan, termasuk Sumenep dan Sampang sebagai salah satu sentra tembakau, kini memiliki lebih dari 50.000 hektare kebun tembakau dengan jumlah petani yang terlibat sekitar 600.000 petani dengan perhitungan satu hektare kebun tembakau dipelihara sekitar 12 petani.

Menurut Samukrah, saat ini petani sedang memasuki masa panen dengan harga pembelian yang cukup baik. Namun, rencana kenaikan tarif cukai tembakau tahun 2022 membuat petani waswas. Pasalnya, berdasarkan pengalaman, proses pembelian tembakau oleh industri akan terganggu dan harga kembali jatuh.

“Kalau secara lisan, saya mohon dengan segala hormat kepada Bapak Jokowi untuk sementara waktu ini tidak menaikkan tarif cukai tembakau. Kalau naik tinggi, kami tidak tahu nasib ke depan seperti apa,” pungkas Samukrah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jalan Berliku Penyederhanaan Tarif Cukai Tembakau

Jalan Berliku Penyederhanaan Tarif Cukai Tembakau

Bisnis | Rabu, 08 September 2021 | 10:30 WIB

Polemik PP 109, KNPK: IHT Punya Dampak Besar Bagi Masyarakat

Polemik PP 109, KNPK: IHT Punya Dampak Besar Bagi Masyarakat

Bisnis | Rabu, 08 September 2021 | 07:56 WIB

KPK Periksa Dua Politisi Bintan Terkait Kasus Cukai Rokok

KPK Periksa Dua Politisi Bintan Terkait Kasus Cukai Rokok

Batam | Selasa, 07 September 2021 | 12:31 WIB

Terkini

9 Sunscreen yang Tidak Meninggalkan White Cast untuk Semua Jenis Kulit

9 Sunscreen yang Tidak Meninggalkan White Cast untuk Semua Jenis Kulit

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 13:50 WIB

Memori HP Android Sering Penuh? Ini Cara Menemukan File dan Aplikasi Penguras Ruang Penyimpanan

Memori HP Android Sering Penuh? Ini Cara Menemukan File dan Aplikasi Penguras Ruang Penyimpanan

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 13:40 WIB

Alami Krisis Parah, Industri Drakor Minta Bantuan Pemerintah Korea

Alami Krisis Parah, Industri Drakor Minta Bantuan Pemerintah Korea

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 13:40 WIB

Persija Beruntung Kalahkan Persebaya di Lapangan Butut, Rizky Ridho Capek Mental Kritik Rumput JIS

Persija Beruntung Kalahkan Persebaya di Lapangan Butut, Rizky Ridho Capek Mental Kritik Rumput JIS

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 13:38 WIB

Helikopter Pemadam Karhutla Jatuh di Sungai Barito, Tiga Kru Dipastikan Selamat

Helikopter Pemadam Karhutla Jatuh di Sungai Barito, Tiga Kru Dipastikan Selamat

News | Minggu, 08 November 2026 | 13:35 WIB

Menaker Tugaskan Pengawas Kawal Kesepakatan Kecelakaan Kerja di Cikarang

Menaker Tugaskan Pengawas Kawal Kesepakatan Kecelakaan Kerja di Cikarang

News | Minggu, 08 November 2026 | 13:34 WIB

Strategi Komunikasi Jokowi di Sidang Ijazah Tak Banyak Ubah Persepsi Publik, Ini Alasannya

Strategi Komunikasi Jokowi di Sidang Ijazah Tak Banyak Ubah Persepsi Publik, Ini Alasannya

News | Minggu, 08 November 2026 | 13:32 WIB

Jangan Asal Ikut-ikutan! Begini Cara Cerdas Jadikan FOMO sebagai Peluang Bisnis

Jangan Asal Ikut-ikutan! Begini Cara Cerdas Jadikan FOMO sebagai Peluang Bisnis

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 13:31 WIB

Kemnaker Jelaskan Persyaratan Penerima BSU 2026

Kemnaker Jelaskan Persyaratan Penerima BSU 2026

News | Minggu, 08 November 2026 | 13:26 WIB

Tak Dapat Lawan di FIFA Matchday November, John Herdman Siapkan Agenda Khusus untuk Timnas Indonesia

Tak Dapat Lawan di FIFA Matchday November, John Herdman Siapkan Agenda Khusus untuk Timnas Indonesia

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 13:26 WIB

×