Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.236,126
LQ45 621,244
Srikehati 303,451
JII 370,013
USD/IDR 17.990

Digitalisasi Diharapkan Bangkitkan Para Pengusaha Perempuan di Masa Pandemi

Iwan Supriyatna

Jum'at, 10 September 2021 | 07:01 WIB
Digitalisasi Diharapkan Bangkitkan Para Pengusaha Perempuan di Masa Pandemi
Dialog Virtual Kabar Kamis Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN.

Suara.com - Situasi pandemi menghambat pencapaian pembangunan yang telah direncanakan di beberapa sektor dalam beberapa dekade terakhir. Termasuk pemberdayaan perempuan, baik sebagai pengelola usaha, maupun dalam menjalankan fungsinya sebagai anggota keluarga dan masyarakat.

Karena itu, pemerintah selalu memastikan peran sentral perempuan pada masa pandemi, utamanya dalam upaya pembangunan dan pemberdayaan.

Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Muhammad Ihsan mengatakan, kesetaraan gender antara pria dan wanita telah menunjukkan celah (gap) yang makin mengecil.

Namun selama pandemi isu kesetaraan gender kembali dianggap terdistraksi.

“Banyak hal yang menjadi tantangan yang dihadapi perempuan di masa pandemi, antara lain meningkatnya beban perempuan dalam melaksanakan tugas domestik, naiknya KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), pemutusan hubungan kerja, angka perceraian meningkat, penurunan pendapatan keluarga khususnya bagi perempuan pelaku usaha. Hal ini sedikit mengubah arah pembangunan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di Indonesia,” tutur Ihsan dalam Dialog Virtual Kabar Kamis Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN, ditulis Jumat (10/9/2021).

Meski demikian, Ihsan menekankan, KPPPA tetap melakukan peningkatan program kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di masa pandemi dengan pendekatan yang disesuaikan.

“Pertemuan fisik dibatasi, sehingga sosialisasi kesetaraan gender di masyarakat, instansi pemerintah dan pelosok daerah lebih banyak dilakukan secara virtual,” jelasnya.

Khusus bagi perempuan pelaku usaha yang terdampak pandemi, KPPPA tetap melakukan sosialisasi dan pendampingan.

“Dilakukan khususnya di perempuan kelompok rentan, dengan melakukan pelatihan kewirausahaan secara daring bekerja dengan kelompok masyarakat dan start up sebagai bekal agar mereka bisa beradaptasi dengan menggunakan teknologi informasi sehingga meningkatkan kapasitas dan siap bersaing di situasi sulit selama pandemi,” terang Ihsan.

baca juga

Ihsan menandaskan, sesuai arahan Presiden, prioritas selama pandemi adalah peningkatan pemberdayaan perempuan dalam sektor usaha berperspektif gender.

“Dari arahan Presiden, fokusnya bukan kepada semua perempuan, namun dikhususkan pada perempuan kategori rentan, seperti kepala keluarga, penyintas bencana, penyintas kekerasan dan perempuan terpinggirkan. Latihan kewirausahaan difokuskan kepada perempuan dalam kelompok tersebut,” ujarnya.

Di sisi lain, Ihsan menambahkan, KPPPA juga mengupayakan kerja sama dengan berbagai pihak misalnya provider dalam melakukan pelatihan daring.

“Kunci keberhasilan di masa pandemi adalah sinergi dan kolaborasi, dalam melakukan upaya agar pandemi tidak berikan dampak berkepanjangan kepada perempuan dan anak,” tuturnya.

Saat yang sama Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Nita Yudi, menyoroti isu krusial yang dihadapi perempuan yaitu masih banyak yang belum melek digital.

“Kami di IWAPI memiliki tanggung jawab untuk bisa memberikan edukasi dan pelatihan kepada mereka sehingga no one left behind (tidak ada yang tertinggal, red),” ujarnya.

Nita menuturkan, sejak 2014 IWAPI sudah menjalin kolaborasi dengan Microsoft, disusul Google, Facebook dan Kominfo untuk pelatihan digitalisasi.

“Dari 30 ribu perempuan pengusaha anggota IWAPI yang tersebar di 34 provinsi memang belum semuanya mendapat pelatihan digitalisasi. Namun akan kita kejar. Mudah-mudahan dengan melakukan kegiatan pelatihan semacam ini perempuan bisa bangkit dan tampil di masa pandemi,” ujar Nita.

Tujuan utama IWAPI adalah agar perempuan bisa mandiri secara ekonomi.

“Pada krisis 1998 UMKM terbukti jadi tulang punggung perekonomian. Namun di masa pandemi, 98% anggota IWAPI adalah UMKM paling terdampak,” ujarnya.

Untuk itu, Nita berbagi tips bagi perempuan di masa pandemi agar bisa bertahan, antara lain, jangan panik, lakukan konsolidasi serta berpikir cerdik melihat hal yang bisa dikolaborasikan, menyaring informasi, hijrah ke digitalisasi, inovatif dan kreatif dalam menangkap peluang pasar, terhubung dengan ekosistem digital, dan pandai dalam mengakses informasi misalnya terkait stimulus yang diberikan pemerintah di masa pandemi untuk UMKM.

Nita menekankan, modal utama menjadi pengusaha bukanlah pada modal.

“Modal memang perlu namun bukan di nomor satu. Yang utama adalah mengenal potensi diri, cerdas melihat peluang, melek teknologi, baru urusan modal,” ujarnya.

“Jangan pesimis, ayo optimis. Saat pandemi selesai, bisnis bisa jalan kembali,” tandasnya.

Di kesempatan sama, desainer fashion Indonesia, Anne Avantie mengatakan, pandemi bukan hal yang bisa dilawan, sehingga penting bagi setiap orang untuk beradaptasi.

“Selama pandemi berdamai dengan diri sendiri itu perlu, juga dengan waktu dan keadaan, dan ada kehidupan baru yang mesti disyukuri,” ujarnya.

Anne mengatakan, cerdik dan dan cerdas melihat peluang di masa pandemi bisa membuat pelaku industri kreatif selamat melewati masa sulit.

“Berikan prioritas. Mata rantai subsidi sangat diperlukan di Indonesia. Itulah pentingnya melakukan kolaborasi,” tutur Anne yang juga mengembangkan mata rantai kebaikan dengan menjadi ibu asuh dan payung bagi UMKM.

Membeli produk UMKM menjadi hal yang perlu dilakukan, karena hal itu yang dibutuhkan agar pelaku usaha bisa bertahan.

“Berikan ordernya, juga membeli produknya. Di saat pandemi hal itu dibutuhkan. Perempuan dan pandemi harus bersahabat. Pandemi bukan kiamat kecil. Ini adalah kesempatan bagaimana kita mengubah sudut pandang yang berbeda dan bermanfaat bagi orang banyak,” terang Anne.

Dokter dan juga influencer, dr. Alexandra Clarin Hayes, mengatakan di sisi kesehatan, perempuan harus mampu menjadi teladan (role model) bagi teman dan lingkungan terdekatnya.

“Prokes 5M tidak boleh dilupakan sama sekali. Pakai masker di luar rumah, atau di rumah jika ada gejala atau sakitsakit,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Memiliki Arti Baik, Ini 150 Nama Bayi Perempuan Berawalan Huruf Q

Memiliki Arti Baik, Ini 150 Nama Bayi Perempuan Berawalan Huruf Q

Lifestyle | Kamis, 09 September 2021 | 21:53 WIB

Tren Nama Anak Perempuan Modern: 40 Nama Anak Perempuan beserta Artinya

Tren Nama Anak Perempuan Modern: 40 Nama Anak Perempuan beserta Artinya

Health | Kamis, 09 September 2021 | 20:45 WIB

Kisah Tapak Tilas Penjelajahan Para Perempuan Pemberani yang Terlupakan

Kisah Tapak Tilas Penjelajahan Para Perempuan Pemberani yang Terlupakan

News | Kamis, 09 September 2021 | 18:25 WIB

Terkini

Menyelami 150 Tahun Sejarah Indonesia dalam Semalam Bersama Lembu Semar

Menyelami 150 Tahun Sejarah Indonesia dalam Semalam Bersama Lembu Semar

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:15 WIB

Kesan Pertama Jajal Langsung Kia Sonet di GIIAS 2026

Kesan Pertama Jajal Langsung Kia Sonet di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:14 WIB

SF Hariyanto: Tidak Ada Pemberhentian PPPK di Riau

SF Hariyanto: Tidak Ada Pemberhentian PPPK di Riau

Riau | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:09 WIB

7 Tanda Kulit Rusak Akibat Tidak Memakai Sunscreen secara Rutin

7 Tanda Kulit Rusak Akibat Tidak Memakai Sunscreen secara Rutin

Lifestyle | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:05 WIB

Dikira Enak Hidup di Spanyol, Migran Maroko Pilih Balik Kanan karena Kelaparan di Enklave Ceuta

Dikira Enak Hidup di Spanyol, Migran Maroko Pilih Balik Kanan karena Kelaparan di Enklave Ceuta

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:04 WIB

Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Hadir dengan Pesan Moral Paling Menyentuh

Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Hadir dengan Pesan Moral Paling Menyentuh

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Serangan Monyet Liar di Tembilahan Lukai Warga, Penembak Dikerahkan

Serangan Monyet Liar di Tembilahan Lukai Warga, Penembak Dikerahkan

Riau | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:57 WIB

Puluhan Tahun Jadi Sineas, Christopher Nolan Takut Garap Film Bergenre Ini

Puluhan Tahun Jadi Sineas, Christopher Nolan Takut Garap Film Bergenre Ini

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:55 WIB

4 Tinted Sunscreen Tanpa Alkohol dan Pewangi Atasi PIH pada Kulit Sensitif

4 Tinted Sunscreen Tanpa Alkohol dan Pewangi Atasi PIH pada Kulit Sensitif

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:54 WIB

Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Orang Bakal Padati Kawasan Mulai Sore Ini

Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Orang Bakal Padati Kawasan Mulai Sore Ini

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 13:53 WIB

×