Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Indef: Sektor Pertanian Sebaiknya Dijaga agar Berkontribusi pada Perbaikan Ekonomi

Fabiola Febrinastri

Selasa, 21 September 2021 | 12:22 WIB
Indef: Sektor Pertanian Sebaiknya Dijaga agar Berkontribusi pada Perbaikan Ekonomi
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan).

Suara.com - Sektor pertanian sebaiknya dijaga agar tetap berproduksi dan memberi kontribusi pada perbaikan ekonomi nasional. Bahkan ketika semua sektor terperosok akibat pandemi Covid-19, sektor pertanian tumbuh positif dan tetap berkembang dengan baik.

"Kenapa pertanian disebut bantalan? Sebab ketika semua sektor terperosok akibat pandemi Covid 19, sebaliknya, sektor pertanian tumbuh positif dan tetap berkembang secara baik. Karena itu perlu kita jaga bersama," ujar Ekonom Senior Indef, Prof. Bustanul Arifin, Jakarta, Senin (20/9/2021).

Hal ini disampaikan Bustanul dalam diskusi Indef berjudul "Pertanian Bantalan Resesi", yang digelar melalui format webinar.

Menurutnya, Indonesia bukan tidak mungkin menjadi negara terkuat di dunia apabila sektor pertaniannya dikelola dengan baik. Apalagi pertanian terbukti mampu menyerap banyak tenaga kerja dan menghidupi jutaan warga yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Oleh karena itu, program yang digagas pemerintah (Kementerian Pertanian), kalau diadopsi oleh banyak daerah lain, maka bisa mencapai apa yang disebut dengan 5 CB (Cara Bertindak). Walaupun saya yakin, perkembangannya akan sedikit lamban, karena Covid-19 terus berkembang. Tapi lebih baik lamban daripada tidak berkembang sama sekali," katanya.

Direktur Program Indef, Esther Sri Astuti mengatakan, sektor pertanian Indonesia memang masih jauh lebih baik jika dibanding dengan negara tetangga seperti Thailand, Malayasia dan Filipina. Namun ia menyarankan, agar pemerintah mau mempelajari perkembangan sektor pertanian dari negara lain yang sudah maju, terutama dalam melakukan pengelolaanya.

"Kita bisa belajar dari Finlandia atau begara Eropa lainya yang sudah lebih dulu menggunakan teknologi. Apalagi tantangan kita saat ini adalah selalu berkaitan dengan perubahan iklim dan bencana," katanya.

Meski demikian, ia bersyukur karena Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) terus mengalami perkembangan yang baik, sehingga nilai kesejahteraan petani di tengah suasana pandemi tetap terjaga.

"NTP dan NTUP pada saat pandemi relatif meningkat, dan ini bisa menjadi strategi kedaulatan pangan kita ke depan," katanya.

baca juga

Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi, yang diwakili sekretarisnya, Bambang Pamudji menjelaskan, langkah cepat 5 CB adalah bagian dari strategi dan arah kebijakan pertanian Indonesia dalam menjalani aktivitas produksi pasca pandemi.

"Hasilnya, NTP juli 2021 mencapai 103,48 atau naik 1,16 persen jika dibandingkan juli 2020. jadi sejak juni 2020 NTP dan NTUP dalam kondisi baik, kemudian ekspor kita juga naik dan impor kita turun," katanya.

Di sisi lain, Bambang menyebut, saat ini Kementan tengah mendorong program klaster pangan lokal dan diversifikasi pangan melalui Program Pekarangan Pangan Lestari dan Food Estate yang tersebar di sejumlah daerah.

"Kami juga berupaya menjaga ketersediaan pangan dengan memberi stimulus relaksasi KUR dan mempercepat bantuan sarana dan prasarana produktivitas, kemudian membantu petani dalam mengangkut pangan dari daerah surplus ke daerah defisit, serta melakukan kerjasama dengan penyedia jassa. Semua biayanya kami subsidi," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tani dan Nelayan akan Gelar Rembug Paripurna untuk Susun Program Strategis

Tani dan Nelayan akan Gelar Rembug Paripurna untuk Susun Program Strategis

Bisnis | Selasa, 21 September 2021 | 12:11 WIB

Kenaikan Tarif Cukai Disorot, Diprediksi Berdampak Pada Ekonomi Nasional

Kenaikan Tarif Cukai Disorot, Diprediksi Berdampak Pada Ekonomi Nasional

Bisnis | Selasa, 21 September 2021 | 09:24 WIB

Era 4.0, Pertanian Modern harus Gunakan Alat dan Mesin untuk Genjot Produktivitas

Era 4.0, Pertanian Modern harus Gunakan Alat dan Mesin untuk Genjot Produktivitas

Bisnis | Selasa, 21 September 2021 | 08:12 WIB

Bantu Kembangkan Pertanian, Mentan Minta KUR Bisa Terus Diserap Petani

Bantu Kembangkan Pertanian, Mentan Minta KUR Bisa Terus Diserap Petani

Bisnis | Selasa, 21 September 2021 | 07:52 WIB

Tahun 2021 Tinggal 3,5 Bulan Lagi, Realisasi Anggaran PEN Baru Setengahnya

Tahun 2021 Tinggal 3,5 Bulan Lagi, Realisasi Anggaran PEN Baru Setengahnya

Bisnis | Senin, 20 September 2021 | 20:49 WIB

Mentan: Sebagai Satu Negara Pengekspor Terbesar, Indonesia akan Tingkatkan Peran Global

Mentan: Sebagai Satu Negara Pengekspor Terbesar, Indonesia akan Tingkatkan Peran Global

Bisnis | Senin, 20 September 2021 | 19:47 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×