Sekjen PBB Dorong Reformasi Sistem Pangan untuk Kemakmuran Dunia

Siswanto, Deutsche Welle

Jum'at, 24 September 2021 | 13:58 WIB
Sekjen PBB Dorong Reformasi Sistem Pangan untuk Kemakmuran Dunia
DW

Suara.com - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum ke-76 PBB mengatakan bahwa dunia perlu mengubah pengelolaan sistem pangan untuk menghapus masalah kelaparan dan kesehatan global.

Guterres mengatakan dunia perlu mengubah cara membuat, memakan, dan membuang makanan. "Perang di planet kita harus berakhir dan sistem pangan dapat membantu kita membangun perdamaian itu," kata Guterres.

Dengan mencatat bahwa sistem pangan menciptakan sepertiga dari emisi gas rumah kaca, Guterres mengatakan bahwa mengikuti Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (SDG) yang ditetapkan pada tahun 2015 dapat mengakhiri kelaparan dan kemiskinan sambil menciptakan kesehatan dan kemakmuran global.

Guterres pun menyerukan reformasi subsidi pertanian dan mengatakan bahwa pangan tidak boleh dilihat "hanya sebagai komoditas untuk diperdagangkan, tetapi sebagai hak yang dimiliki setiap orang."

Bank Dunia, Lembaga Penelitian Kebijakan Pangan Internasional, serta Koalisi Pangan dan Penggunaan Lahan menyusun rencana di sidang umum PBB untuk membuka peluang bisnis senilai US$4,5 triliun (Rp63 kuadriliun) dengan sistem pangan yang lebih adil.

Setelah Presiden AS Joe Biden mengumumkan dia akan menginvestasikan US$10 miliar (Rp140 triliun) untuk mengakhiri kelaparan awal pekan ini, Yayasan Bill Gates pada hari Kamis (23/09) juga berkomitmen akan menginvestasikan US$900 (Rp12,6 triliun) untuk mengakhiri masalah kekurangan gizi di seluruh dunia.

Pulau-pulau terancam tenggelam

Dalam sidang umum PBB kali ini, pemimpin dari negara-negara kepulauan kecil seperti Kepulauan Marshall dan Maladewa juga menyuarakan kekhawatiran mereka akan pemanasan global.

Menurut mereka, negara-negara kepulauan yang mereka pimpin dapat tenggelam karena naiknya permukaan air laut oleh kenaikan suhu 2 derajat Celcius.

baca juga

"Kami bahkan tidak memiliki tempat yang lebih tinggi untuk tinggal," kata Presiden Kepulauan Marshall David Kabua kepada para pemimpin dunia dalam pidato yang direkam sebelumnya pada hari Rabu (22/09).

Sementara Presiden Maladewa Ibrahim Solih pada Selasa (22/09) menyebut bahwa "perbedaan antara 1,5 derajat dan 2 derajat adalah hukuman mati bagi Maladewa."

Konferensi iklim PBB COP26 bulan November mendatang di Glasgow sejatainya akan mencoba untuk mengejar tujuan Perjanjian Paris 2015 untuk mengurangi emisi global hingga setengahnya pada tahun 2030 dan mencapai netralitas karbon pada tahun 2050.

Namun, Presiden Guyana Irfaan Ali mengatakan pada hari Kamis (23/09) mengatakan bahwa negara pencemar besar tidak memenuhi janji mereka untuk mengurangi emisi.

Ali mengatakan "penipuan" dan "kegagalan" mereka akan "sedikit menguntungkan mereka untuk menjadi penguasa di dunia debu."

Seperti diketahui, emisi bahan bakar karbon menciptakan gas rumah kaca yang mengikis lapisan ozon, berkontribusi terhadap pemanasan global dan naiknya permukaan air laut saat es di kutub mencair.

Meski begitu, Amerika Serikat (AS) dan Cina telah menjanjikan lebih banyak uang untuk membantu negara lain mengurangi jejak karbon mereka.

Dalam Sidang Majellis Umum PBB yang akan berlangsung hingga 27 September mendatang ini, para pemimpin dunia juga menyatakan keprihatinan mereka bahwa memburuknya masalah lingkungan akan memicu konflik lebih lanjut di daerah-daerah dengan gesekan sosial politik mereka sendiri. rap/gtp (Reuters, AFP, AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Terima Sekjen PBB Antonio Guterres di Hambalang, Bahas Tantangan Global

Prabowo Terima Sekjen PBB Antonio Guterres di Hambalang, Bahas Tantangan Global

Video | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:05 WIB

Guterres dan Menlu Arrmanatha Bertemu di Kemlu, Bahas Tantangan Global

Guterres dan Menlu Arrmanatha Bertemu di Kemlu, Bahas Tantangan Global

Foto | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Nginap di Hambalang, Sekjen PBB dan Prabowo Diskusi Soal Palestina hingga Iklim

Nginap di Hambalang, Sekjen PBB dan Prabowo Diskusi Soal Palestina hingga Iklim

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 07:37 WIB

Prabowo Sambut Sekjen PBB Antnio Guterres di Hambalang

Prabowo Sambut Sekjen PBB Antnio Guterres di Hambalang

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:45 WIB

Tiba di Indonesia, Sekjen PBB Antnio Guterres akan Bertemu Presiden Prabowo

Tiba di Indonesia, Sekjen PBB Antnio Guterres akan Bertemu Presiden Prabowo

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 09:02 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz, Jutaan Nyawa di Afrika dan Asia Terancam Kelaparan

Blokade AS di Selat Hormuz, Jutaan Nyawa di Afrika dan Asia Terancam Kelaparan

News | Selasa, 28 April 2026 | 09:17 WIB

Respons PBB Usai Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, Desak Israel Hentikan Serangan

Respons PBB Usai Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, Desak Israel Hentikan Serangan

News | Sabtu, 25 April 2026 | 14:41 WIB

PBB Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata di Lebanon

PBB Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata di Lebanon

News | Jum'at, 17 April 2026 | 10:01 WIB

Khawatir dengan Ucapan Trump, PBB: Seluruh Dunia Mungkin Terdampak Konsekuensinya

Khawatir dengan Ucapan Trump, PBB: Seluruh Dunia Mungkin Terdampak Konsekuensinya

News | Rabu, 08 April 2026 | 10:59 WIB

Semakin Buruk, Sekjen PBB Desak Penghentian Konflik AS-Israel dan Iran

Semakin Buruk, Sekjen PBB Desak Penghentian Konflik AS-Israel dan Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:32 WIB

Terkini

5 Retinol Serum untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Atasi Kerutan dan Flek Hitam

5 Retinol Serum untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Atasi Kerutan dan Flek Hitam

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 16:21 WIB

Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah

Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 16:15 WIB

Viva Face Tonic Boleh Dipakai Umur Berapa? Simak Hal yang Perlu Diketahui

Viva Face Tonic Boleh Dipakai Umur Berapa? Simak Hal yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 16:13 WIB

Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?

Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 16:12 WIB

Jejak Kontroversi Willie Salim: dari Rendang Hilang, Giveaway Settingan hingga Viral di Bundaran HI

Jejak Kontroversi Willie Salim: dari Rendang Hilang, Giveaway Settingan hingga Viral di Bundaran HI

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 16:05 WIB

Super Gemas! 5 Lip Scrub Kemasan Jar Mungil untuk Bibir Halus dan Lembap

Super Gemas! 5 Lip Scrub Kemasan Jar Mungil untuk Bibir Halus dan Lembap

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 16:00 WIB

Kiky Saputri Ngenyek Rakyat Jelata dari Jet Pribadi Viral Lagi, Windah Basudara Serukan Rumbling

Kiky Saputri Ngenyek Rakyat Jelata dari Jet Pribadi Viral Lagi, Windah Basudara Serukan Rumbling

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 16:00 WIB

Tak Semua Pasien Kanker Payudara Harus Jalani Mastektomi, Ada Pilihan Operasi Lain

Tak Semua Pasien Kanker Payudara Harus Jalani Mastektomi, Ada Pilihan Operasi Lain

Health | Minggu, 01 November 2026 | 15:57 WIB

Lautan Manusia Padati Monas, Dubes Palestina Terharu: Dukungan Rakyat Indonesia Sangat Luar Biasa!

Lautan Manusia Padati Monas, Dubes Palestina Terharu: Dukungan Rakyat Indonesia Sangat Luar Biasa!

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:55 WIB

Liabilitas PANI Susut Rp2 Triliun di Kuartal III-2026, Laba Bersih Naik 145 Persen

Liabilitas PANI Susut Rp2 Triliun di Kuartal III-2026, Laba Bersih Naik 145 Persen

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 15:45 WIB

×