Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.765.000
Beli Rp2.635.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.035

Kementerian ESDM Hentikan Operasi Perusahaan Tambang di Sulut

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 05 Oktober 2021 | 08:58 WIB
Kementerian ESDM Hentikan Operasi Perusahaan Tambang di Sulut
Ilustrasi bongkahan emas. (Shutterstock)

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) menyetop operasi perusahaan tambang PT Bulawan Daya Lestari di Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Penyetopan ini terjadi tak lama setelah berlangsungnya protes masyarakat adat Toruakat pada 27 September 2021. Insiden ini membuat satu warga Toruakat meninggal karena diduga diserang preman bayaran.

Penyetopan itu tertuang dalam surat bernomor B-4314/MB.07/DBT/2021 tertanggal 4 Oktober 2021 dan ditandatangani oleh Direktur Teknik dan Lingkungan atau Kepala Inspektur Tambang Lana Saria.

Masyakarat mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), segera mengejar dan mengusut aktor intelektual dibalik tewasnya warga Desa Toruakat pada aksi protes penambangan emas tanpa izin (PETI) yang dilakukan di area PT Bulawan Daya Lestari (BDL) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut) pada 27 September lalu.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bolmong, Abdullsalam Bonde mengecam keras insiden itu dan meminta kejadian tersebut harus menjadi tanggung jawab penuh BDL. Menurutnya, warga Desa Toruakat yang berada di wilayah lokasi BDL itu hanya untuk mempertahankan hak mereka dengan cara pemasangan batas/patok wilayah.

"Sangat jelas niat warga Desa Toruakat menuju lahan perkebunan mereka yang berdekatan dengan lokasi pertambangan emas BDL yang belum mengantongi izin, mereka pergi ke lokasi perkebunan bukan untuk berkonflik," ujar Abdullsalam dalam keterangannya Selasa (5/10/2021).

Ia pun meminta kepolisian agar segera menuntaskan kasus ini dan menangkap semua yang terlibat.

"Kejadian ini, baiknya kita percayakan kepada kepolisian untuk mengungkap," ucap Abdullsalam

Sementara itu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Sulut meminta Polri untuk mengusut tuntas dan menjadikan tersangka aktor-aktor intelektual atas kericuhan dan pembunuhan tersebut, yaitu YT dan JI.

"Aktor-aktor intelektual tersebut telah kami laporkan kepada Polda, kami memiliki bukti adanya surat kuasa yang diberikan Denny Ramon Karwur kepada Yance Tanesia untuk bekerjasama dengan Jimmy Inkiriwang," ujar Sekretaris Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK), Jefri Massie.

Dalam hal ini, ia juga mengapresiasi sikap Polres Bolaang Mongondow yang telah meminta warga masyarakat tidak membawa senjata apapun ketika melakukan aksi penghentian PETI tersebut.

"Saat insiden tersebut Polres Bolaang Mongondow bahkan telah mengawal, namun yang terjadi justru preman-preman tersebut yang menyerang dengan berbagai macam senjata bahkan dengan senjata api dengan kaliber yang besar sehingga mampu mematikan," tegas Jefri.

Sangadi atau Kepala Desa Toruakat, Tommy Mokobela membeberkan kejadian bentrok tersebut. Dia menjelaskan, aksi itu murni kehendak masyarakat mematok batas tanah. Alasannya, karena selama dua tahun terakhir masyarakat gelisah terhadap aktivitas perusahaan tambang emas ilegal tersebut masuk ke wilayah perkebunan milik warga.

"Kalau untuk di Desa Toruakat tidak ada pihak luar yang terkait. Memang murni masyarakat Toruakat yang naik ke lokasi itu. Tempatnya diseputaran wilayah perkebunan Bolingongot yang dikelola oleh BDL sekarang ini. Kejadian sekitar pukul 14.00," ujar Tommy Mokobela.

Begitu pula sebelum warga berangkat menuju lokasi, pihaknya bersama anggota Badan Permusyawarahan Desa (BPD) dan Kepolisian Resor (Polres) Bolaang Mongondow juga bintara pembina desa (Babinsa) serta masyarakat bertemu untuk dijelaskan bahwa aksi tersebut damai.

"Jadi kronologisnya masyarakat naik menuju lokasi itu pada 23 (September) itu masyarakat dan BPD mengundang saya untuk mengadakan rapat tanggal 23 September. Dalam keputusan rapat itu masyarakat akan menduduki lokasi perkebunan Bolingongot yang ada di sekitaran BDL kemudian masyarakat langsung membuat tapal batas di sana, itu hasil kesimpulan rapat pada tanggal 23 September," jelas Tommy.

Namun menurutnya, ketika masyarakat selesai melakukan pematokan batas wilayah perkebunan Bolingongot dengan perkebunan Mapait tersebut, tiba-tiba penjaga BDL langsung menyerang masyarakat hingga menyebabkan satu orang tewas.

"Ketika selesai masyarakat memasang patok, kemudian setelah memasang patok tiba-tiba preman penjagaan BDL ini langsung menyerang masyarakat," ujar Tommy.

"Yang meninggal penyebabnya kena tembakan senjata angin diduga senjata angin yang kaliber besar. Yang meninggal bernama Armanto Damopolii umur 41 tahun," sambungnya.

Pengamat sosial dan hukum nasional Rudi S Kamri membuat materi khusus yang menampilkan wawancara dirinya dengan tokoh LSM Sulut Jefri Massie yang ditayangkan di chanel youtubenya 'Kanal Anak Bangsa' yang viral itu.

Dalam wawancaranya dengan Jefri itu, ia menyatakan tuntutannya agar aparat kepolisian setempat dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nana Sudjana segera menyelesaikan kasus tersebut. Polda Sulut juga diminta menindak tegas oknum aparat yang diduga membiarkan Yance Tanesia dan Jimmy Inkiriwang selaku penguasa BDL melakukan aktivitas penambangan ilegal, padahal kedua orang itu sedang menyandang status tersangka.

"Dan sekarang saatnya Pak Nana (Kapolda Sulut, red) membuktikan komitmennya untuk memberantas didalamnya sendiri kalau terjadi kerjasama jahat antara oknum-oknum kepolisian setempat dengan pengusaha hitam. Dan yang membuat saya miris, ini pengusaha dua ini yaitu YT dan JI ini konon sudah dijadikan tersangka kenapa tetap dibiarkan," terang Rudi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

JATAM Gugat Menteri ESDM, Tuntut Data Evaluasi Kinerja 5 Perusahaan Tambang di Kalimantan

JATAM Gugat Menteri ESDM, Tuntut Data Evaluasi Kinerja 5 Perusahaan Tambang di Kalimantan

Kaltim | Kamis, 30 September 2021 | 17:00 WIB

10 Hari Sumur Minyak Ilegal di Muba Terbakar, Dinas ESDM: Kewenangan Pemerintah Pusat

10 Hari Sumur Minyak Ilegal di Muba Terbakar, Dinas ESDM: Kewenangan Pemerintah Pusat

Sumsel | Minggu, 19 September 2021 | 06:15 WIB

Lagi, Kepala Dinas ESDM Sumsel Jadi Manajer Sriwijaya FC

Lagi, Kepala Dinas ESDM Sumsel Jadi Manajer Sriwijaya FC

Sumsel | Selasa, 14 September 2021 | 08:36 WIB

Terkini

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:38 WIB

Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah

Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:14 WIB

Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya

Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:48 WIB

Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga

Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:20 WIB

Nama Chatib Basri Muncul di Tengah Tekanan Rupiah, Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle

Nama Chatib Basri Muncul di Tengah Tekanan Rupiah, Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:09 WIB

Oktober 2026 Ini Pemerintah Siapkan Wajib Halal Nasional, Ini Dampak Bagi UMKM, Bisnis, dan Konsumen

Oktober 2026 Ini Pemerintah Siapkan Wajib Halal Nasional, Ini Dampak Bagi UMKM, Bisnis, dan Konsumen

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:06 WIB

Gubernur BI Ungkap 2 Strategi yang Disiapkan untuk Stabilkan Rupiah

Gubernur BI Ungkap 2 Strategi yang Disiapkan untuk Stabilkan Rupiah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:54 WIB

Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu

Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:20 WIB

Pasar Sambut Positif Rumor Chatib Basri Jadi Menkeu, tapi Ada Catatannya

Pasar Sambut Positif Rumor Chatib Basri Jadi Menkeu, tapi Ada Catatannya

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:08 WIB

Kepercayaan Pasar Jadi Taruhan, Isu Pergantian Menkeu Bisa Guncang Rupiah

Kepercayaan Pasar Jadi Taruhan, Isu Pergantian Menkeu Bisa Guncang Rupiah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:52 WIB