Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

PVROOF-Atap Sekaligus Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:00 WIB
PVROOF-Atap Sekaligus Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Dok: Kementerian PUPR

Suara.com - Konsumsi energi listrik di Indonesia semakin meningkat seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional. Di sisi lain belum seluruh kebutuhan listrik dapat dipenuhi oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).  Sebagai upaya mengatasi ketidak seimbangan kebutuhan dan ketersediaan energi listrik, pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan (EBT) dapat menjadi alternatif solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik. Salah satu potensi sumber EBT yang dapat dimanfaatkan adalah energi matahari melalui  penggunaan modul surya (solar panel). Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa memiliki potensi energi matahari yang melimpah (rata-rata 4,8 kWh/meter persegi).

Di sisi lain,  Indonesia juga telah berkomitmen dalam Kesepakatan Paris (Paris Agreement)  untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Salah satu sektor penting dalam target pengurangan emisi adalah bangunan gedung, yang menyumbang emisi terbesar ketiga setelah sektor industri dan transportasi. Dengan demikian, penggunaan energi surya pada bangunan gedung selain menjaga ketersediaan energi listrik, juga turut mendukung upaya penurunan emisi gas rumah kaca sebagaimana ditargetkan dalam Kesepakatan Paris.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupaya meningkatkan penggunaan EBT salah satunya melalui penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada atap bangunan gedung dan hunian masyarakat luas. Target pemerintah adalah daya listrik sebesar 3600 MW terpasang secara bertahap hingga tahun 2025. Dukungan regulasi diupayakan melalui revisi Peraturan Menteri (Permen) ESDM No 49 Tahun 2018 sehingga diharapkan masyarakat dapat menerapkan PLTS atap melalui stimulus yang diberikan.

Dok: Kementerian PUPR
Dok: Kementerian PUPR

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga turut serta mendukung pengembangan infrastruktur yang menerapkan energi baru terbarukan dengan mengembangkan teknologi atap surya yang disebut dengan PVROOF.  Teknologi ini merupakan  PLTS atap yang memiliki fungsi ganda, selain sebagai pembangkit energi listrik, juga sebagai penutup atap. Alih-alih menggunakan atap konvensional yang ditambahkan panel surya di atasnya, teknologi PVROOF cukup menggunakan satu komponen modul surya yang sekaligus menjadi atap bangunan gedung.

Secara umum, PVROOF terbagi menjadi dua komponen utama, yaitu komponen mekanikal berupa panel dan rangka (frame), dan komponen sistem kelistrikan. Kelebihan teknologi PVROOF yang tidak dimiliki PLTS atap konvensional adalah pada penggunaan sistem rangka khusus pada modul surya dan sistem interkoneksi rangka tersebut dengan rangka atap. Sistem ini memungkinkan modul surya sekaligus berfungsi sebagai atap dan tahan terhadap cuaca. Di samping itu dari segi pemeliharaan atap, penggunaan PVROOF sebagai atap lebih praktis dibanding PLTS atap konvensional. Sebagai contoh jika terjadi kerusakan atap pada sistem konvensional maka perlu pembongkaran sistem panel surya yang berada diatasnya terlebih dahulu, sedangkan untuk PVROOF tidak perlu karena sudah terintegrasi antara atap dan panel surya.

Secara biaya, PVROOF dapat bersaing dengan produk PLTS atap konvensional lainnya. Sebagai contoh, penerapan teknologi PVROOF di beberapa kantor Kementerian PUPR adalah sebesar 2-2,2 juta rupiah/meter persegi tergantung jumlah modul surya dan konfigurasi atap.

Sebagaimana PLTS atap pada umumnya, PVROOF dapat dioperasikan secara on grid, off grid, maupun hybrid. Sistem on grid akan lebih sederhana karena tidak memerlukan baterai sebagai penyimpan daya listrik. Sistem ini terhubung dengan jaringan listrik PLN. Ketika produksi listrik dari panel surya surplus, listrik yang dihasilkan dapat dijual (diekspor) ke PLN, dan sebaliknya dapat menggunakan listrik dari PLN (impor listrik) jika listrik yang dihasilkan tidak mencukupi kebutuhan. Sebaliknya sistem off grid bergantung sepenuhnya dari produksi listrik panel surya dan  menyimpannya ke dalam baterai. Sistem ini cocok untuk kawasan yang belum sepenuhnya terjangkau sistem distribusi listrik oleh PLN. Selain itu dapat juga menggunakan Sistem Hybrid yang merupakan kombinasi antara on grid dan off grid.

Teknologi PVROOF ini telah digunakan di beberapa tempat antara lain Kantor Pusat Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, dan Kantor Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Kementerian PUPR, Bandung. Ke depan, PVROOF juga akan diaplikasikan pada kegiatan-kegiatan konstruksi yang dilaksanakan Kementerian PUPR, seperti misalnya pada rehabilitasi beberapa sekolah di Provinsi Kalimantan Utara serta pembangunan rumah susun (Rusun) di Kawasan Industri Batang dan Rusun Mahasiswa Politeknik Pekerjaan Umum Semarang.

Pengembangan dan penerapan teknologi komponen bangunan yang mendukung pemanfaatan EBT seperti PVROOF diharapkan dapat menyediakan infrastruktur permukiman yang berkelanjutan, layak huni serta turut berkontribusi dalam mewujudkan pengurangan emisi gas rumah dan pencegahan perubahan iklim.

baca juga

Tedi Achmad Bahtiar, S.T., M.D.M
Kepala Seksi Pelaksana Wilayah 2 BP2P Jawa II

M Ridlo Haqiqi, S.T
Teknik Tata Bangunan dan Perumahan Ahli Pertama, Balai Sains Bangunan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementerian PUPR Bangun 23 Rusun Untuk ASN di Sejumlah Daerah

Kementerian PUPR Bangun 23 Rusun Untuk ASN di Sejumlah Daerah

News | Sabtu, 09 Oktober 2021 | 18:48 WIB

Insiden Lampu Mati di Venue Voli PON XX Papua, PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman

Insiden Lampu Mati di Venue Voli PON XX Papua, PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman

Jawa Tengah | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 10:56 WIB

Buntut Kebakaran Gardu PLN di Kebon Jeruk, Listrik Ratusan Rumah Warga Padam

Buntut Kebakaran Gardu PLN di Kebon Jeruk, Listrik Ratusan Rumah Warga Padam

Jakarta | Kamis, 07 Oktober 2021 | 16:01 WIB

Penyebab Kebakaran Gardu PLN di Kebon Jeruk Diduga Akibat Korsleting Listrik

Penyebab Kebakaran Gardu PLN di Kebon Jeruk Diduga Akibat Korsleting Listrik

Jakarta | Kamis, 07 Oktober 2021 | 12:27 WIB

Dukung Program Sepeda Motor Listrik, PLN Membangun SPLU di Banjarmasin

Dukung Program Sepeda Motor Listrik, PLN Membangun SPLU di Banjarmasin

Otomotif | Kamis, 07 Oktober 2021 | 07:46 WIB

157 Warga Cikarang Nikmati Program Tambah Daya PLN

157 Warga Cikarang Nikmati Program Tambah Daya PLN

Bekaci | Rabu, 06 Oktober 2021 | 19:30 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×