alexametrics

Tujuh Tahun Indonesia Dipimpin Presiden Jokowi, Begini Catatan Kinerja Sektor Industri

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani
Tujuh Tahun Indonesia Dipimpin Presiden Jokowi, Begini Catatan Kinerja Sektor Industri
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Tokyo, Rabu (10/3/2021). [Antara]

Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi bertekad meningkatkan kinerja sektor industri manufaktur sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Suara.com - Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi bertekad meningkatkan kinerja sektor industri manufaktur sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam hal ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah menjalankan berbagai program dan kebijakan strategis untuk memacu aktivitas produksi dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

“Meski dihadapkan pada sekian tantangan global, sektor industri manufaktur Indonesia selama tujuh tahun pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo tetap memainkan peranan pentingnya sebagai tulang punggung perekonomian nasional,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis (28/10/2021).

Menperin menyebutkan, pada masa pemerintahan Presiden Jokowi selama tujuh tahun ini diwarnai berbagai peristiwa penting global yang mengiringi perjalanan ekonomi nasional, khususnya di sektor industri manufaktur.

Baca Juga: Kemenperin Terapkan Peta Jalan KBLBB, Akan Dibuat Versi CKD Diteruskan IKD

Beberapa peristiwa dimaksud antara lain penurunan harga beberapa komoditas yang berakibat pada adanya tekanan terhadap ekspor Indonesia.

Berikutnya, pelambatan ekonomi Tiongkok sebagai entitas ekonomi terbesar dunia yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi secara global, perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok yang menciptakan kembali high cost economy dan mengganggu sisi supply, serta dampak pandemi Covid-19 yang memberikan tekanan hebat terhadap kinerja sektor industri baik dari sisi supply maupun demand.

“Dengan latar belakang kondisi global yang penuh gejolak dan ketidakpastian tersebut, perjuangan bangsa Indonesia dalam membangun sektor industri manufaktur yang berdaulat, mandiri, berdaya saing, dan inklusif menghadapi tantangan yang tidak mudah,” ungkap Agus.

Namun demikian, melalui kerja keras dan ketangguhan para pelaku industri di tanah air dalam upaya menghadapi berbagai tantangan global tersebut, sektor industri pengolahan nonmigas masih mampu mencatatkan kinerja yang cukup gemilang.

“Hal ini tidak terlepas dari semangat persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional, seperti semangat yang tertuang pada isi Sumpah Pemuda dalam membangun Indonesia yang maju,” tegas Agus.

Baca Juga: Menperin Targetkan Produksi 600.000 Unit Mobil Listrik Murni pada 2030

Adapun capaian kinerja industri manufaktur yang membanggakan, di antaranya terlihat dari realisasi nilai investasi sektor sekunder ini pada periode pertama Pemerintahan Jokowi (tahun 2015-2019) yang secara total menembus Rp 1.280 triliun dengan nilai rata-rata investasi tahunan sebesar Rp 250 triliun.

Komentar