Sinergi Kemenperin, Jerman dan Swiss Majukan Pendidikan Vokasi Industri Indonesia

Iwan Supriyatna

Selasa, 28 September 2021 | 06:47 WIB
Sinergi Kemenperin, Jerman dan Swiss Majukan Pendidikan Vokasi Industri Indonesia
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Suara.com - Menyediakan SDM Industri yang sesuai dengan kebutuhan industri merupakan salah satu tugas utama Kementerian Perindustrian dalam rangka mendorong perekonomian nasional.

Dalam menjalankan tugasnya, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan vokasi industri pada unit pendidikan vokasi di bawah naungan Kemenperin.

Kemenperin juga menjalin kerja sama yang baik dengan berbagai pihak dari dalam dan luar negeri untuk penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi industri, seperti Pemerintah Jerman dan Swiss.

Pada Senin, 27 September 2021 kemarin, Kemenperin resmi membuka Pelatihan Master Trainer untuk Pelatih Tempat Kerja di Indonesia sebagai salah satu program kerja sama dengan Pemerintah Jerman dan Swiss.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan bukti nyata yang dilakukan Kemenperin dengan negara yang selama ini menjadi acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi, yakni Jerman dan Swiss.

“Tujuan utama penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi Kemenperin yang didukung dua negara ini yaitu menyediakan SDM Industri yang sesuai dengan kebutuhan industri untuk mendukung pemerataan pertumbuhan industri di seluruh wilayah Indonesia,” jelas Agus ditulis Selasa (28/9/2021).

Selain itu, Pelatihan Master Trainer ini juga merupakan implementasi dari program unggulan Kemenperin, yakni Link and Match dengan industri sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi para pelatih di tempat kerja yang memiliki peran sangat dominan dalam membimbing para peserta Praktik Kerja guna mencapai kompetensi agar siap kerja.

“Para Pelatih Tempat Kerja ini terbukti juga menjadi motor bagi perusahaannya untuk mengajukan insentif Super Tax Deduction. Oleh karena itu, penyediaan Pelatih Tempat Kerja menjadi salah satu kunci suksesnya implementasi pendidikan dual system di Indonesia,” tambah Agus.

Kerja sama Kemenperin dengan Pemerintah Jerman terkait TVET (Technical Vocational Education and Training) diketahui telah dimulai sejak tahun 2001 dan telah membangun serta menguatkan unit pendidikan dan pelatihan Kemenperin hingga saat ini menjadi role model yang menghasilkan lulusan kompeten dan siap kerja untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja sektor industri sebanyak 682.000 orang setiap tahunnya.

baca juga

Sementara itu, Kemenperin juga sudah lama berkolaborasi dengan Pemerintah Swiss dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan kejuruan sistem ganda yang diterapkan pada 9 SMK dan 12 Unit Pendidikan Tinggi Kemenperin.

Kedutaan Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein menyambut baik program Pelatihan Master Trainer ini sebagai program strategis guna menghasilkan SDM berkualitas dan siap memasuki pasar kerja.

“KBRI Bern mendukung upaya Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan keterampilan professional melalui pendidikan vokasi untuk mengurangi tingkat pengangguran sehingga dapat meningkatkan perekonomian Indonesia,” ungkap Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein Muliaman Dharmansyah Hadad.

Menurutnya, Swiss menjadi salah satu negara yang sudah lama mendukung pendidikan vokasi di Indonesia, dan hubungan Indonesia-Swiss telah semakin meningkat, tidak hanya antar pemerintah tetapi juga antar pebisnis, dan people-to-people.

“Saat ini, Indonesia dan Swiss juga dalam proses rencana penandatanganan Young Professional Agreement dengan Swiss yang diharapkan dalam waktu dekat akan ditandatangani oleh Indonesia dan Swiss sehingga mulai entry into force pada November 2021,” tambahnya.

Kedutaan Besar RI untuk Jerman memberikan dukungannya terhadap kegiatan Pelatihan Master Trainer ini sebagai salah satu upaya dalam mengimplementasikan pendidikan sistem ganda pada sekolah vokasi di Indonesia yang selama ini telah diterapkan di Jerman dengan sangat baik.

Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno berpendapat bahwa salah satu kekuatan perekonomian Jerman selama ini terletak pada industri/usaha ukuran kecil dan menengah yang kuat dengan ditopang ketersediaan tenaga kerja terampil dalam jumlah dan kualitas yang cukup merata dan terstandardisasi di seluruh Jerman.

“Ratusan MoU tiap tahun ditandatangani antara sekolah dan industri di Jerman karena Industri anggap keterlibatan dalam kegiatan vokasi adalah investasi,” tegas Arif Havas.

Saat ini, Kemenperin telah melaksanakan Pelatihan Pelatih Tempat Kerja Internasional untuk Kualifikasi Dasar yang diikuti oleh sebanyak 151 orang dan Master Trainer sebanyak 32 orang.

Harapannya, melalui Pelatihan Master Trainer ini, Kemenperin dapat terus menghasilkan lebih banyak pelatih tempat kerja kompeten di industri dan ke depannya, dapat terus menjalin kerja sama yang baik serta berkolaborasi dengan Pemerintah Jerman dan Swiss dalam memajukan pendidikan vokasi Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menperin: Industri Pengguna Garam Sumbang Devisa Hampir 500 Kali Lipat Impor

Menperin: Industri Pengguna Garam Sumbang Devisa Hampir 500 Kali Lipat Impor

News | Sabtu, 25 September 2021 | 06:36 WIB

Konsisten Realisasikan Investasi di Indonesia, Industri Elektronika Diapresiasi Menperin

Konsisten Realisasikan Investasi di Indonesia, Industri Elektronika Diapresiasi Menperin

Tekno | Kamis, 23 September 2021 | 16:47 WIB

Pasar Furnitur Indonesia Menjanjikan, Menperin: Bahan Baku Melimpah

Pasar Furnitur Indonesia Menjanjikan, Menperin: Bahan Baku Melimpah

Bisnis | Selasa, 21 September 2021 | 06:35 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×