Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Adaptasi dan Inovasi: Nyala Semangat Usaha Mikro di Tengah Badai Corona

M Nurhadi | M Nurhadi | Suara.com

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 00:46 WIB
Adaptasi dan Inovasi: Nyala Semangat Usaha Mikro di Tengah Badai Corona
Retno Ika saat memamerkan produk UMKM miliknya, Wikarasa. (Suara.com/Nurhadi)

Suara.com - Wabah virus corona yang menerjang umat manusia awal 2020 lalu membuat berbagai sektor tumbang. Ekonomi nasional, bahkan hingga lini usaha mikro turut terdampak virus yang kasus pertama konon ditemukan di Wuhan ini.

Salah satu sektor yang terdampak cukup serius, yakni UMKM. Terlebih, usaha mikro yang baru saja merintis, seperti yang dialami Retno Ika.

Ibu muda yang merintis usaha kacang mete ini mengaku sempat sulit mempertahankan usaha miliknya, hingga memaksa dia merumahkan karyawan.

"Awal tahun, waktu pertama kasus Covid-19 masuk Indonesia itu sempat bertahan. Jumlah pesenan sempat naik juga," kata Retno mengawali wawancara kami pada Kamis (28/10/2021).

Meski pesanan online meningkat, order offline di lapak miliknya justru turun signifikan. Minimnya order semakin menjadi hingga puncaknya terjadi pada April tahun lalu.

Pada masa-masa inilah dia mulai merasakan dampak positif adanya layanan dari kirim makanan atau paket dari salah satu penyedia layanan online layaknya Gojek, yaitu Go-Send dan Go-Food.

Karyawan Wika Rasa yang mulai bekerja kembali usai sempat dirumahkan karena wabah virus corona. (Suara.com/Nurhadi)
Karyawan Wika Rasa yang mulai bekerja kembali usai sempat dirumahkan karena wabah virus corona. (Suara.com/Nurhadi)

"Pesenan offline turun banget, tapi pesanan online stabil bahkan meningkat pertengahan tahun. Terbantu sama Go-send. Jadi gampang buat antar jemput barang mentah," kata Retno.

Pada pertengahan 2020 lalu, seperti banyak wilayah lain di dalam negeri, mobilitas warga Wonogiri sangat dibatasi demi memutus rantai penularan Covid-19.

Kala itu, Retno sempat merasa frustasi lantaran dirinya tidak bisa mengatur distribusi bahan mentah produknya dari petani.

Berkat kemajuan zaman yang memudahkan dia dalam melayani pesanan pelanggan, Retno tidak hanya berhasil bertahan, tapi juga kembali menarik para karyawan untuk kembali bekerja.

"Jelas sangat terbantu. Apalagi pas mau bulan puasa tahun lalu itu pesanan banyak banget. Omzet yang anjlok jadi terbantu banget sama layanan seperti itu," jelas Retno sembari sesekali membantu karyawan melakukan pembungkusan produk.

Meski sudah memiliki cukup banyak karyawan, Retno tetap turut serta melakukan pengelolaan produk mulai dari awal.

Jika Go-send membantunya mendapatkan bahan mentah dari petani, maka layanan pengiriman makanan daring membantunya mengirimkan produk 'Wika Rasa' pada para pembeli.

Perjuangannya untuk 'kembali lebih kuat' usai terdampak wabah bukanlah hal yang mudah. Omzet usahanya yang biasanya mencapai Rp150 juta sebulan, turun 30 persen atau sekitar Rp50 juta saja.

" Oh ya, Go-shop itu juga sangat membantu. Kalau Go-send biasa untuk antas pesanan dalam kota. Kita juga pakai Go-shop untuk pesan macam-macam kebutuhan," ujar Retno.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kampung Sejahtera Medan Gelar Vaksinasi Covid-19

Kampung Sejahtera Medan Gelar Vaksinasi Covid-19

Sumut | Sabtu, 30 Oktober 2021 | 00:32 WIB

Kabar Gembira, Kasus Aktif Covid-19 di Kepri Tinggal 28 Orang

Kabar Gembira, Kasus Aktif Covid-19 di Kepri Tinggal 28 Orang

Batam | Jum'at, 29 Oktober 2021 | 23:28 WIB

Kasus Covid-19 Kurang dari 250 dalam Sepekan, China Langsung Batalkan Ratusan Penerbangan

Kasus Covid-19 Kurang dari 250 dalam Sepekan, China Langsung Batalkan Ratusan Penerbangan

Health | Jum'at, 29 Oktober 2021 | 21:30 WIB

1 November Korsel Mulai Coba Hidup Normal 'Berdampingan' dengan Covid-19

1 November Korsel Mulai Coba Hidup Normal 'Berdampingan' dengan Covid-19

Malang | Jum'at, 29 Oktober 2021 | 21:28 WIB

Rusia Catat Rekor Kematian Hingga 1.163 Per Hari Akibat Covid-19

Rusia Catat Rekor Kematian Hingga 1.163 Per Hari Akibat Covid-19

Jatim | Jum'at, 29 Oktober 2021 | 21:22 WIB

Update COVID-19 Jakarta 29 Oktober: Positif 96, Sembuh 50, Meninggal 0

Update COVID-19 Jakarta 29 Oktober: Positif 96, Sembuh 50, Meninggal 0

Jakarta | Jum'at, 29 Oktober 2021 | 21:11 WIB

Terkini

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 16:06 WIB

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:14 WIB

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:11 WIB

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:44 WIB

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:34 WIB

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:29 WIB

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:21 WIB

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:17 WIB