facebook

Adaptasi dan Inovasi: Nyala Semangat Usaha Mikro di Tengah Badai Corona

M Nurhadi | M Nurhadi
Adaptasi dan Inovasi: Nyala Semangat Usaha Mikro di Tengah Badai Corona
Retno Ika saat memamerkan produk UMKM miliknya, Wikarasa. (Suara.com/Nurhadi)

Retno Ika Menceritakan kisahnya bisa bertahan di masa pandemi, hingga memanfaatkan momen itu untuk bangkit lebih kuat.

Suara.com - Wabah virus corona yang menerjang umat manusia awal 2020 lalu membuat berbagai sektor tumbang. Ekonomi nasional, bahkan hingga lini usaha mikro turut terdampak virus yang kasus pertama konon ditemukan di Wuhan ini.

Salah satu sektor yang terdampak cukup serius, yakni UMKM. Terlebih, usaha mikro yang baru saja merintis, seperti yang dialami Retno Ika.

Ibu muda yang merintis usaha kacang mete ini mengaku sempat sulit mempertahankan usaha miliknya, hingga memaksa dia merumahkan karyawan.

"Awal tahun, waktu pertama kasus Covid-19 masuk Indonesia itu sempat bertahan. Jumlah pesenan sempat naik juga," kata Retno mengawali wawancara kami pada Kamis (28/10/2021).

Baca Juga: Dokter: Libur Natal dan Tahun Baru Jadi Tantangan Pengendalian Pandemi Covid-19

Meski pesanan online meningkat, order offline di lapak miliknya justru turun signifikan. Minimnya order semakin menjadi hingga puncaknya terjadi pada April tahun lalu.

Pada masa-masa inilah dia mulai merasakan dampak positif adanya layanan dari kirim makanan atau paket dari salah satu penyedia layanan online layaknya Gojek, yaitu Go-Send dan Go-Food.

Karyawan Wika Rasa yang mulai bekerja kembali usai sempat dirumahkan karena wabah virus corona. (Suara.com/Nurhadi)
Karyawan Wika Rasa yang mulai bekerja kembali usai sempat dirumahkan karena wabah virus corona. (Suara.com/Nurhadi)

"Pesenan offline turun banget, tapi pesanan online stabil bahkan meningkat pertengahan tahun. Terbantu sama Go-send. Jadi gampang buat antar jemput barang mentah," kata Retno.

Pada pertengahan 2020 lalu, seperti banyak wilayah lain di dalam negeri, mobilitas warga Wonogiri sangat dibatasi demi memutus rantai penularan Covid-19.

Kala itu, Retno sempat merasa frustasi lantaran dirinya tidak bisa mengatur distribusi bahan mentah produknya dari petani.

Baca Juga: Pemerintah Banyak Dikritik, Jokowi: Saya Juga Menyadari

Berkat kemajuan zaman yang memudahkan dia dalam melayani pesanan pelanggan, Retno tidak hanya berhasil bertahan, tapi juga kembali menarik para karyawan untuk kembali bekerja.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar