Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

BI Sebut BI-FAST Bisa Buat Biaya Transaksi Bank Lebih Murah

Chandra Iswinarno | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 03 November 2021 | 17:47 WIB
BI Sebut BI-FAST Bisa Buat Biaya Transaksi Bank Lebih Murah
Ilustrasi Bank Indonesia. [Antara]

Suara.com - Bank Indonesia (BI) bakal meluncurkan infrastruktur perbankan terbaru yaitu BI Fast Payment atau BI-FAST. Infrastruktur teranyar ini diluncurkan BI pada akhir tahun ini. 

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Filianingsih Hendarta mengemukakan, banyak keuntungan yang didapat nasabah dengan kehadiran BI-Fast Payment. Salah satunya, biaya-biaya transaksi yang dibebankan nasabah bisa lebih murah. 

Ia menjelaskan, biaya transaksi saat ini lewat sistem kliring nasional Bank Indonesia (SKNBI) yang dibebankan nasabah Rp 2.900 per transaksi, namun lewat BI-Fast biayanya bisa turun Rp 2.500 per transaksi. 

"Harga akan sama dengan semua platform maksimal Rp 2.500 ya. SKNBI maksimal Rp 2.900. Tapi ada beberapa bank menggratiskan. Ini sama dengan BI Fast maksimalnya Rp 2.500. Mudah-mudahan kita bisa menuju ke sana harga yang murah," ujar Filaningsih dalam Taklimat Media, Rabu (3/11/2021).

Selain itu, tutur Filaningsih, dengan adanya BI-FAST transaksi juga bisa langsung terkirim pada waktu yang sama atau real time. Dengan begitu, nasabah maupun bank tidak menunggu waktu yang lama untuk bertransaksi. 

"Karakter BI-FAST ini dikembangkan untuk menciptakan sistem pembayaran ritel di level nasabah yang butuh cepat kapan saja dan di mana saja. Nanti kita menjanjikan 25 detik langsung masuk duitnya. Ini real time. Uangnya bisa berpindah langsung. Bukan hanya di level nasabah tapi di bank juga. Bisa pakai proxy address juga," ucap dia.

Dari sisi Bank, Filaningsih menyebut, kalangan perbankan juga akan mendapatkan keutungan, karena transaksi digital diprediksikan akan naik. 

Sebab, dengan makin murah dan cepat nasabah akan beralih transaksi digital lewat smartphone atau yang lainnya. 

"Kita perhatikan keberlangsungan dari bank. Ada bank yang transaksi hampir 1 juta per hari, ada yang cuma 10, jadi kita harus perhatikan itu," kata dia. 

Untuk diketahui, saat ini telah ada 22 Bank yang bakal menggunakan infrastruktur BI-FAST ini pada tahap I. Tahap selanjutnya, BI juga akan melakukan penilain kepada 22 Bank yang akan menggunakan infrastruktur BI-FAST.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI: Pedagang Pengguna QRIS Capai 12 Juta

BI: Pedagang Pengguna QRIS Capai 12 Juta

Tekno | Selasa, 02 November 2021 | 23:17 WIB

Bank Indonesia Catat 12 Juta Merchant Kini Transaksi Menggunakan QRIS

Bank Indonesia Catat 12 Juta Merchant Kini Transaksi Menggunakan QRIS

Bisnis | Selasa, 02 November 2021 | 17:43 WIB

Netzme Hadirkan Desa Wisata QRIS Pertama di Jateng

Netzme Hadirkan Desa Wisata QRIS Pertama di Jateng

Tekno | Jum'at, 29 Oktober 2021 | 11:10 WIB

Terkini

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:00 WIB

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:33 WIB

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:23 WIB

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:15 WIB

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:02 WIB

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:51 WIB

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:39 WIB

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:24 WIB

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:21 WIB

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:15 WIB