Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kementerian PUPR Bantu Pembangunan Homestay di Kawasan Wisata BTS

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Kamis, 04 November 2021 | 18:02 WIB
Kementerian PUPR Bantu Pembangunan Homestay di Kawasan Wisata BTS
Dok: Kementerian PUPR

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan membantu pembangunan homestay di Kawasan Stategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru (BTS). Bantuan ini dikemas melalui program Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya untuk ratusan rumah masyarakat di Kawasan Wisata BTS.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid mengatakan, adanya bantuan berupa homestay, unit usaha pariwisata lainnya serta Peningkatan Kualitas Rumah Tanpa Fungsi Usaha tersebut diharapkan dapat meningkatkan kunjungan para wisatawan dan mendorong kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.

"Program peningkatan kualitas rumah masyarakat dan pembangunan homestay di kawasan wisata super prioritas ini merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR sejak tahun 2020 lalu. Kami ingin membantu masyarakat di kawasan wisata agar bisa bangkit kembali di masa pandemi ini," ujar Khalawi Abdul Hamid saat memberikan arahan pada Workshop Penyiapan Kelembagaan dan Pengelolaan Usaha Pondok Wisata (Homestay) Pada KSPN Bromo Tengger Semeru di Malang, Jawa Timur, Kamis, (4/11/2021).

Dok: Kementerian PUPR
Dok: Kementerian PUPR

Khalawi menerangkan, pembangunan homestay tahun 2020 lalu menyasar ke sejumlah lokasi yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang. Sedangkan di tahun 2021 lokasinya di fokuskan pada kawasan wisata di Bangka Belitung (Babel) Bromo Tengger Semeru (BTS), Wakatobi, Raja Ampat dan Morotai.

"Adanya pembangunan perumahan swadaya di daerah tersebut terlihat dari perubahan rumah-rumah yang ada. Hal itu menunjukkan kehadiran negara untuk mendukung sektor wisata, membedah rumah sekaligus memberikan kesempatan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi  lewat berbagai usaha yang ada," katanya.

Lebih lanjut, dia menuturkan, bantuan perumahan dari Kementerian PUPR ini hanya stimulus guna mendorong Pemda Pemprov dan masyarakat untuk berkolaborasi menata lingkungannya.

"Ke depan kita akan buat Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan sarana hunian pariwisata ini termask kelembagaan ke depan. Bangunan Sarhunta ini jangan hanya dibangun saja tapi masyarakat dan Pemda harus mengelola dengan baik agar wisatawan yang berkunjung bisa nyaman menikmati keindahan alam di BTS ini," harapnya.

Kasubdit Wilayah II Direktorat Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Chandra R.P. Situmorang dalam laporannya menjelaskan, pada tahun 2021 ini, Direktorat Jenderal Perumahan melaksanakan dukungan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya yang dilaksanakan di KSPN BTS ini pada tahun 2021 sebanyak 111 unit homestay, 9 unit Usaha Pariwisata Lainnya berupa tempat kuliner, toko atau workshop dan 310 unit Peningkatan Kualitas Rumah Tanpa Fungsi Usaha Pariwisata.

Adapun kegiatan Workshop Penyiapan Kelembagaan Dan Pengelolaan Usaha Pondok Wisata (Homestay) Pada KSPN Bromo Tengger Semeru dilaksanakan selama 2 hari, dimulai hari Kamis tanggal 4 November 2021 hingga hari Jumat tanggal 5 November tahun 2021, di Kota Malang.

Dok: Kementerian PUPR
Dok: Kementerian PUPR

"Pelaksanaan Program Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya untuk Usaha Pondok Wisata pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo Tengger Semeru (BTS) di 4 Kabupaten yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang," terangnya.

Berdasarkan data yang ada, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional, Kawasan Bromo Tengger Semeru masuk di dalam 10 Lokasi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, yang telah ditindaklanjuti oleh Direktorat Jenderal Perumahan pada Tahun Anggaran 2021 ini.

Salah satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perumahan adalah dengan memberikan bantuan Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya (PKRS) untuk fungsi usaha (Homestay) dan fungsi usaha lainnya untuk mendukung Program Strategis Nasional.

Beberapa lokasi Program Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya berada di Kabupaten Malang dilaksanakan di Desa Gubukklakah sebanyak 18 unit (homestay), 66 unit Tanpa Fungsi Usaha Pariwisata, dan di Desa Ngadas sebanyak 14 unit (homestay), 1 unit Usaha Pariwisata Lainnya, 65 unit Tanpa Fungsi Usaha Pariwisata.

Selanjutnya di Kabupaten Pasuruan dilaksanakan di Desa Wonokitri sebanyak 12 unit (homestay), 35 unit Tanpa Fungsi Usaha Pariwisata dan desa Tosari sebanyak 15 unit (homestay), 45 unit Tanpa Fungsi Usaha Pariwisata. Kabupaten Probolinggo dilaksanakan di Desa Ngadisari sebanyak 28 unit (homestay), 4 unit Usaha Pariwisata Lainnya, 34 unit Tanpa Fungsi Usaha Pariwisata dan Kabupaten Lumajang dilaksanakan di Desa Ranupani sebanyak 24 unit (homestay), 4 Unit Usaha Pariwisata Lainnya, 65 unit Tanpa Fungsi Usaha Pariwisata.

"Program ini kami laksanakan di rumah-rumah masyarakat secara berkelompok atau clustering. Jadi terlihat hasil pembangunannya dan bisa menjadi tempat wisata yang menarik bagi para wisatawan," harapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Adora Gandeng Eunha VIVIZ untuk Lagu Debut Solonya 'Make U Dance'

Adora Gandeng Eunha VIVIZ untuk Lagu Debut Solonya 'Make U Dance'

Your Say | Senin, 01 November 2021 | 15:05 WIB

Dipajang di Jalan, Muka Baliho Band BTS Ini Hilang, Netizen Duga Ulah Fans

Dipajang di Jalan, Muka Baliho Band BTS Ini Hilang, Netizen Duga Ulah Fans

Batam | Senin, 01 November 2021 | 10:33 WIB

Kisah di Balik Falling, Lagu Harry Styles yang Dicover Jungkook BTS

Kisah di Balik Falling, Lagu Harry Styles yang Dicover Jungkook BTS

Your Say | Senin, 01 November 2021 | 09:20 WIB

Daftar Peringkat Reputasi Brand Selebriti Korea Bulan Oktober, Im Young Woong Ungguli BTS

Daftar Peringkat Reputasi Brand Selebriti Korea Bulan Oktober, Im Young Woong Ungguli BTS

Your Say | Senin, 01 November 2021 | 07:05 WIB

BTS dan SEVENTEEN Dominasi Top 10 Penjualan Album Minggu Pertama!

BTS dan SEVENTEEN Dominasi Top 10 Penjualan Album Minggu Pertama!

Your Say | Minggu, 31 Oktober 2021 | 19:40 WIB

Mixtape Suga BTS 'Agust D' Lampaui 175 Juta Streaming di Spotify!

Mixtape Suga BTS 'Agust D' Lampaui 175 Juta Streaming di Spotify!

Your Say | Minggu, 31 Oktober 2021 | 12:36 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB