Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tarif Cukai Naik, Petani Gruduk Kantor Menko Airlangga

Dwi Bowo Raharjo, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 22 November 2021 | 14:24 WIB
Tarif Cukai Naik, Petani Gruduk Kantor Menko Airlangga
Massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pertembakauan (KOMPAK) menggruduk kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Ekonomi). (Suara.com/Fadli)

Suara.com - Massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pertembakauan (KOMPAK) menggruduk kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Ekonomi). Dalam aksinya ereka menolak kenaikan cukai yang bakal ditetapkan pemerintah pada tahun depan.

Koordinator demo KOMPAK Azam mengatakan aksi massa ini dilakukan agar pemerintah berpikir ulang untuk tidak menaikkan tarif cukai mengingat saat ini kondisi perekonomian sedang lesu akibat pandemi Covid-19.

"Jadi hari ini kami dari elemen petani tembakau buruh pabrik sigaret keretek tangan dan juga mahasiswa melakukan aksi ke gedung kementerian bidang perekonomian dengan tujuan pemerintah tidak menaikan tarif cukai rokok," kata Azam saat ditemui saat demo, Senin (22/11/2021).

Azam menilai kenaikan tarif cukai ini tidak masuk akal karena kondisi para petani tembakau saat ini dari hulu hingga hilir hari ini sedang tidak baik.

"Kemarin panen sedang tidak bagus dan harga tidak kunjung bagus dikarenakan produksinya menurun," katanya.

"Jadi serapan dari pabrikan ke petani untuk bahan bakunya menurun dan dari kenaikan cukai itu dipangkas adalah harga untuk pembelian bahan baku. Karena ketika harga rokok naik, yang naik itu cukainya bukan nilai tawar dari pembelian petani tembakau maupun cengkeh," tambahnya.

Yang kedua kata dia kenaikan cukai itu berpotensi menimbulkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) disektor industri padat karya Sigaret Kretek Tembakau (SKT).

"Di sektor padat karya mayoritas perempuan yang berpendidikan rendah, marjinalkan maka akan bahaya bagi sektor ketenagakerjaan kita jangan sampai pengangguran kita yang tahun ini meningkat sebanyak 9 juta kembali bertambah dengan adanya PHK dari sektor tenaga kerja SKT tersebut," paparnya.

Saat ini kata Azam, harga jual tembakau ditingkat petani sedang murah-murahnya karena hanya dibandrol Rp15 ribu perkilogram, kondisi ini kata dia, sudah berlangsung hampir 2 tahun terakhir.

baca juga

"Rendah sekali dulu biasanya paling rendah di Rp50-60 ribu per kilogram. Hari ini bisa Rp15 ribu. Itu sudah dua tahun terakhir sejak kenaikan cukai dari 2020-2021 itu alami kenaikan di atas 10 persen. Maka dampaknya sangat siginifikan terhadap nilai tawar petani," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Mati, Menko Airlangga Patok Ekonomi Kuartal IV Wajib Tumbuh 5,6 Persen

Harga Mati, Menko Airlangga Patok Ekonomi Kuartal IV Wajib Tumbuh 5,6 Persen

Bisnis | Senin, 22 November 2021 | 13:25 WIB

Jelang Libur Nataru, Menko Airlangga Wanti-wanti Kasus Covid-19 Meningkat

Jelang Libur Nataru, Menko Airlangga Wanti-wanti Kasus Covid-19 Meningkat

Bisnis | Senin, 22 November 2021 | 12:51 WIB

Menko Airlangga Ketar-ketir Kasus Covid-19 di Eropa Masuk Gelombang Keempat

Menko Airlangga Ketar-ketir Kasus Covid-19 di Eropa Masuk Gelombang Keempat

News | Senin, 22 November 2021 | 12:29 WIB

Hasil dari Cukai Rokok Mencapai Ratusan Triliun Rupiah, Waspadai 4 Rokok Ilegal

Hasil dari Cukai Rokok Mencapai Ratusan Triliun Rupiah, Waspadai 4 Rokok Ilegal

Jogja | Minggu, 21 November 2021 | 17:30 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×