Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Bagaimana Nasib SPBU Saat Mobil Listrik Mendominasi Jalanan di Masa Depan?

Siswanto

Senin, 22 November 2021 | 15:28 WIB
Bagaimana Nasib SPBU Saat Mobil Listrik Mendominasi Jalanan di Masa Depan?
Kawasan industri di Kawasi, Obi, Halmahera Selatan Maluku Utara, akan produksi baterai mobil listrik, sedang memasuki tahap konstruksi akhir [ANTARA/Abdul Fatah/am]

Salah satu restoran makanan cepat saji di Australia, Hungry Jack's, sudah memasang fasilitas 'charging' untuk mobil listrik di gerai mereka.

Anita Oh dari BCG mengatakan para pemilik SPBU menyadari adanya perubahan tersebut.

"Dalam beberapa tahun terakhir pembicaraan mengenai akan berakhirnya SPBU sudah mulai sering terdengar."

"Namun beberapa orang masih mengatakan hal itu tidak akan terjadi."

Tapi pembicaraan ini sebenarnya bukanlah hal yang baru.

Dalam pertemuan tahunan di Sunshine Coast (Queensland) di tahun 2015, industri SPBU pernah membicarakan soal kehadiran mobil listrik.

Saat itu baru beberapa ribu mobil listrik saja yang terjual dan sudah ada paparan soal perlunya pengusaha SPBU membuka pikiran mereka untuk mempertimbangkan saat mobil listrik jadi barang biasa.

Mereka bertanya, dalam 20 tahun ke depan, apakah orang-orang akan berhenti datang ke SPBU? Jawabannya tidak karena SPBU akan jadi 'community hub'.

SPBU bisa menjadi tempat orang bekerja, mengadakan pertemuan, gudang bagi pembelian online atau pusat perbelanjaan.

baca juga

Enam tahun kemudian,  dugaan tersebut semakin mendekati kenyataan.

Menurut perkiraan Pemerintah Australia, di tahun 2030 nanti sekitar 30 persen dari mobil yang terjual adalah mobil listrik dengan harga yang akan semakin murah dan fasilitas pengisian listrik yang tersedia di mana-mana.

Mark McKenzie dari industri SPBU yang menggagas pertemuan di tahun 2015 mengatakan pendapat anggota pelaku industri terpecah jadi dua.

"Beberapa orang berpendapat ini tidak akan terjadi, semasa hidup mereka," katanya.

"Yang lain mengatakan kita harus berubah, kita tidak mau ketinggalan nantinya."

BBM akan semakin ditinggalkan: Ampol

Salah satu perusahaan yang mempersiapkan diri untuk berubah adalah Ampol, yang memiliki sekitar 2.000 ribu SPBU di seluruh Australia.

Matthew Halliday, Direktur eksekutif Ampol, mengatakan mereka baru-baru ini mengaji kembali kebijakaan terkait SPBU dan keberadaan mobil listrik.

"Sejak pertengahan tahun lalu, kami mulai serius memfokuskan diri pada masalah kehadiran mobil listrik," katanya.

"Jelas sekali BBM akan semakin kurang diperlukan. Kami ingin memposisikan bisnis kami untuk berperan dalam mengubah aset, sehingga bisa tetap mendistribusikan energi ke pelanggan di masa depan."

Jadi apa solusinya?

Ampol berencana SPBU-nya di seluruh Australia akan menjadi tempat untuk pengisian listrik bagi mobil listrik, sambil juga menjual bahan bakar hidrogen, menjual barang keperluan sehari-hari, kafe dan restoran, serta untuk mendistribusikan produk-produk yang tersedia online.

Bulan Juli lalu, Ampol mengumumkan akan memasang 400 fasilitas 'charger' cepat di 121 SPBU, sebagai bagian dari persetujuan pendanaan sebesar Rp70 miliar dengan Badan Energi Terbarukan Australia.

SPBU di pusat-pusat kota yang padat penduduk atau berada di jalur sibuk mungkin yang paling bisa bertahan karena bisa menyediakan fasilitas 'charger'.

Sementara SPBU di pinggiran kota akan harus bersaing dengan warga yang melakukan pengisian listrik di rumah sendiri.

SPBU yang juga berfungsi sebagai toko yang menjual kebutuhan sehari-hari sebenarnya sudah menjadi tren sejak tahun 1990-an.

Jadi akan berapa banyak SPBU yang akan berubah fungsinya dalam 20 tahun mendatang?

"Masih banyak hal yang belum pasti soal ini," kata Matthew.

SPBU di Norwegia sudah berubah bentuk

Seperti apa SPBU di masa depan sudah terlihat di Norwegia.

Berbicara dari Oslo, Asosiasi Industri Mobil Listrik Norwegia, Snorre Sleetvold, mengatakan SPBU di negaranya belum ditutup sama sekali.

"Mereka memfokuskan diri pada pembangunan stasiun energi masa depan, mereka berubah dari SPBU menjadi stasiun penyedia energi."

"Mereka membangun gedung di mana kita bisa menunggu saat mobil diisi listrik selama 40 menit, juga ada restoran atau tempat untuk bekerja."

Kebanyakan mobil di Norwegia masih menggunakan bensin atau solar sehingga perubahan ke arah mobil listrik belum sepenuhnya dirasakan.

"Jumlah SPBU yang hanya menjual bensin akan turun drastis selama 10 tahun ke depan," kata Snorre.

"Perpindahan ke pengisian mobil listrik sudah dan akan terjadi. Jika tidak di tahun 2025, 2030, 2035, jadi pasti akan terjadi."

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam

Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:16 WIB

Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis

Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 17:10 WIB

IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya

IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:48 WIB

Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI

Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:31 WIB

Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000

Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:12 WIB

Jadwal Stock Split Saham RMKE

Jadwal Stock Split Saham RMKE

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 16:03 WIB

Sosok Pemilik Ryanair, Maskapai yang Viral Jendela Copot saat Pesawat Terbang

Sosok Pemilik Ryanair, Maskapai yang Viral Jendela Copot saat Pesawat Terbang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 15:50 WIB

BEI Jawab Isu Dana Asing Banyak Kabur dari Pasar Modal Gara-gara Pidato Prabowo

BEI Jawab Isu Dana Asing Banyak Kabur dari Pasar Modal Gara-gara Pidato Prabowo

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 15:22 WIB

Danantara Baru Mau Jalankan 26 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun

Danantara Baru Mau Jalankan 26 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 15:13 WIB

Regulasi Nikotin Berpotensi Goyang Industri Hasil Tembakau, Petani Paling Terdampak

Regulasi Nikotin Berpotensi Goyang Industri Hasil Tembakau, Petani Paling Terdampak

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 15:05 WIB

×