Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Pemerintah Dorong UMKM Melek Digital Agar Akuntabel

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 29 November 2021 | 08:47 WIB
Pemerintah Dorong UMKM Melek Digital Agar Akuntabel
Ilustrasi UMKM. (Freepik)

Suara.com - Kementerian Koperasi dan UKM mendorong agar usaha mikro, kecil dan menengah segera melek digital agar bertumbuh pasca pandemi melalui bisnis yang akuntabel, sehingga memperoleh akses pendanaan dari lembaga keuangan.

Deputi Bidang Usaha Mikro, Kementerian Koperasi & UKM Eddy Satriya mengatakan digitalisasi sebenarnya telah jauh lebih memudahkan pelaku UMKM baik dalam membantu mengenalkan produk, menaikkan omzet hingga membantu mencatat dan membuat laporan keuangan.

“Mungkin untuk mengenalkan produk dan menaikkan omzet, sudah digital ya. Saya ingin menyorot pentingnya aplikasi pencatatan keuangan digital seperti BukuKas dalam mendorong perkembangan UMKM dan menjadikan mereka lebih berdaya. Selain untuk meningkatkan skala bisnis, pendanaan dari perbankan juga bisa menyelamatkan pelaku UMKM saat adanya krisis yang mengganggu aktivitas usaha,” kata Eddy ditulis Senin (29/11/2021).

BukuKas merupakan aplikasi pencatatan keuangan usaha secara gratis yang telah dipercaya dan digunakan oleh lebih dari 6 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

“Pengguna, yang mayoritas merupakan UMKM, bisa mengunduh dan menggunakan aplikasi tersebut untuk membantu mengatur pencatatan, menganalisa penjualan, membuat tagihan, menjaga stok dan bahkan membuat laporan keuangan sederhana,” kata Tri Sukma Anreianno - Juru Bicara BukuKas.

Saat ini, data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) merekam sebanyak 23 juta pelaku UMKM di Indonesia tidak mendapat akses pendanaan dari perbankan. Adapun jumlah pelaku UMKM yang telah mendapat pendanaan dari bank baru mencapai 41 juta pelaku UMKM.

Survei dari SMESCO Indonesia pada 2020 menyebut sebanyak 35,6% pelaku UMKM di sektor pengolahan makanan mengalami penurunan omzet yang drastis saat pandemi. Penurunan ini juga ditemui pada pelaku UMKM di sektor lainnya. Dalam survei yang sama, 13,8% pelaku UMKM sektor kerajinan, 16% pelaku sektor fesyen dan 15% sektor lainnya seperti rumah makan, jasa, manufaktur, pertanian, warung kopi, juga alami penurunan omzet yang drastis saat dihantam pandemi COVID-19.

“UMKM harus lebih kuat. Terutama di bagian pencatatan arus kas masuk dan keluar. Itu akan menjadikan UMKM akuntabel. Dengan akuntabilitas yang bagus, kredibilitas akan meningkat. Selanjutnya, akan mempermudah akses ke perbankan,” tegas Eddy.

Tri Sukma Anreianno menambahkan, dengan semakin tersedianya aplikasi pencatatan keuangan yang mudah digunakan, maka harapannya akan semakin banyak pula UMKM yang go-digital yang mengoptimalkan teknologi untuk memudahkan operasional bisnis harian mereka.

Data Kementerian Koperasi dan UMKM pada Oktober 2021 menyebutkan 99% UMKM telah terhubung dengan ekosistem digital selama pandemi, jumlah UMKM yang sudah memanfaatkan digital ekosistem ini mencapai 15,9 juta atau 24,9% dari total UMKM sebanyak 65 juta di Indonesia.

Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki mengatakan, UMKM akan lebih cepat melakukan pemulihan diiringi dengan digitalisasi, menurut data dari IDEA saat ini sebanyak 16,4 juta atau 25,6 persen UMKM telah terhubung ke ekosistem digital.

“Kami menyambut baik semakin banyaknya UMKM yang mulai go-digital, hal ini akan mendukung pemulihan ekonomi nasional kita semakin cepat terealisasi. Setelah UMKM bertransformasi digital, perjalanan mereka untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha tidak berhenti di situ, dibutuhkan pemahaman yang baik terhadap market serta pemanfaatan solusi digital yang tepat sasaran. Disamping itu, pelaku UMKM dan masyarakat juga harus lebih meningkatkan literasi keamanan digital dan meningkatkan kewaspadaan agar tetap aman dalam bertransaksi di platform digital, contohnya tidak membagikan data pribadi Anda seperti PIN dan OTP,” ujar Tri Sukma.

Chairman Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Ardi Sutedja mengimbau kepada pengguna aplikasi digital. “Perlu antisipasi risiko dari go-digital tersebut.”

Menurutnya, risiko tersebut ada ketika peretas mampu menggiring korban ke suatu situs phising dengan tujuan mencuri data-data pribadi. Dalam kasus ini, korban kebanyakan kesulitan membedakan situs sebenarnya dengan situs yang dibuat oleh hacker.

Ardi mengimbau, masyarakat harus bijak menggunakan aplikasi digital untuk aktivitas bisnisnya. Masyarakat harus mengecek keaslian situs dan apakah sudah banyak yang menggunakan dengan membaca testimoni pengguna sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dinas Perdagangan Balikpapan Punya Target dan Fokus di 2022 Nanti

Dinas Perdagangan Balikpapan Punya Target dan Fokus di 2022 Nanti

Kaltim | Minggu, 28 November 2021 | 17:56 WIB

Gelaran Beranda Kreatif di Balai Kota Medan Pukau Pengunjung

Gelaran Beranda Kreatif di Balai Kota Medan Pukau Pengunjung

Sumut | Minggu, 28 November 2021 | 13:32 WIB

Trik Branding Produk di Medsos Kepada Pelaku UMKM

Trik Branding Produk di Medsos Kepada Pelaku UMKM

Sumut | Minggu, 28 November 2021 | 10:18 WIB

Terkini

Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB

Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:34 WIB

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:08 WIB

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:46 WIB

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:31 WIB

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:19 WIB

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:00 WIB

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:54 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:35 WIB

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:20 WIB