Presidensi G20, Momentum Indonesia Bangkitkan Optimisme Pemulihan

Iwan Supriyatna

Senin, 06 Desember 2021 | 16:42 WIB
Presidensi G20, Momentum Indonesia Bangkitkan Optimisme Pemulihan
Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) - KPCPEN.

Ia menambahkan, Presiden Jokowi juga sudah mengingatkan bahwa G20 jangan hanya jadi ajang diskusi tanpa hasil yang konkret.

"Ini harus dipahami, dan akan kami gaungkan apa yang disampaikan Presiden, ke dalam dan luar negeri," tuturnya.

Memasuki tahun 2022, Usman menekankan pentingnya optimisme, dengan keyakinan bahwa ekonomi dan kesehatan dapat pulih secara berdampingan.

Percepat Vaksinasi

Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, menyambut Indonesia sebagai Presidensi 2022, dari sisi penanganan pandemi, ditargetkan vaksinasi selesai pada Maret 2022.

"Kita berharap 80 persen vaksinasi dosis pertama akan tercapai Desember 2021 dan 60 persen dosis lengkap. Dengan makin bertambahnya vaksin diharapkan masyarakat agar segera mau divaksin,” ujarnya.

Karenanya, dia mengimbau masyarakat untuk melengkapi vaksinasi agar kekebalan komunal segera terbentuk. Selain itu Nadia menyampaikan, apresiasi datang dari berbagai negara atas membaiknya situasi pandemi di Indonesia.

“AS dan Uni Eropa mengkategorikan Indonesia sebagai negara yang aman dikunjungi. Tidak ada imbauan pelarangan dari negara mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, Indonesia harus pulih bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga karena dalam era saat ini, kita tidak bisa lepas dari hubungan dengan negara-negara lain baik dalam hal mobilitas, interaksi, transaksi ekonomi dan sebagainya.

baca juga

Virus, dikatakannya tidak mengenal wilayah. Karena itu, penting bagi Indonesia untuk segera pulih mengingat kita adalah bagian dari kegiatan global.

Mengingat pandemi COVID-19 belum diketahui kapan akan berakhir, apalagi dengan munculnya varian baru Omicron, Nadia menekankan pentingnya masyarakat dalam menjaga prokes 3M, vaksinasi, membatasi mobilitas, dan penguatan 3T.

"Hal ini penting dilakukan. Dengan Presidensi G20 2022 kita tunjukan bagaimana Indonesia bisa bekerja dengan baik. Kalau bisa, Indonesia menjadi negara pertama yang keluar dari situasi oandemi. Ini butuh kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat," katanya.

Mengomentari dampak positif Presidensi G20, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE), Piter Abdullah, menyampaikan posisi Indonesia sebagai Presidensi G20 sebuah kesempatan besar untuk menampilkan apa yang kita miliki. Menyampaikan potensi dan kemampuan Indonesia ke dunia global, juga melakukan banyak hal untuk dalam negeri maupun bagi dunia.

"Tekad Presiden menjadikan G20 tidak hanya sebagai tempat kumpul-kumpul, melainkan bisa menghasilkan sebuah substansi, tidak hanya sekadar baik di tataran konsep tapi juga bisa diimplementasikan akan membuat kualitas kepemimpinan G20 Indonesia akan diperhitungkan," ujarnya.

Piter menambahkan, menjadi Presidensi G20 juga merupakan kesempatan Indonesia mengusulkan isu-isu yang sangat relevan, yang tidak hanya bermanfaat bagi Indonesia, namun juga global.

"Isu terkait arsitektur kesehatan global bisa dikatakan sangat tertinggal dibandingkan arsitektur keuangan global misalnya. Bila ada krisis ekonomi di suatu negara, sudah ada lembaga IMF dan Bank Dunia. Sedangkan untuk masalah kesehatan, kita tidak punya protokol kesehatan global. Indonesia bisa menginisiasi, meskipun jujur tantangan akan sangat berat karena isu kesehatan global memang tidak mudah," katanya.

Selain itu, Piter menambahkan, isu kesehatan tidak bisa dilepaskan dari ekonomi.

“Paradigmanya harus diubah. Pandemi terbukti bisa memporakporandakan perekonomian sebuah negara," ujarnya.

Melandainya kasus COVID-19 di Indonesia, Piter optimis hal ini bisa berdampak positif bagi perekonomian dalam negeri.

“Seiring dengan itu, kondisi ekonomi masyarakat terus membaik, konsumsi investasi dan ekspor mengalami perbaikan. Pertumbuhan ekonomi triwulan empat 2022 diharapkan akan kembali seperti triwulan kedua,” harapnya.

Sementara Ketua BPC Perhumas Medan, Saurma MGP Siahaan menyatakan untuk menggaungkan semangat resiliensi dan optimisme di Indonesia, Perhumas telah menjalankan sejumlah kegiatan. Di antaranya, kampanye Indonesia Bicara Baik yang tidak hanya untuk nasional melainkan hingga ke daerah.

“Selama 2020-2021 Perhumas juga menggaungkan pentingnya pemakaian masker dan vaksinasi. Kami sepakat ekonomi akan bangkit oleh sejumlah upaya yang dilakukan pemerintah. Menjadi Presidensi G20 akan menjadikan semangat Indonesia makin kuat,” ujarnya.

Menurut Saurma, setiap orang harus dapat menjadi PR (public relations) untuk membawakan hal baik terkait individu, lembaga atau negara.

"Masyarakat akan menunjukkan dukungan saat tahu apa yang dikerjakan pemerintah. Perhumas dalam hal ini siap bekerja sama dengan pemerintah, dalam hal ini menyosialisasikan narasi narasi positif, Indonesia Bicara Baik adalah salah satu contohnya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Melandai, Momentum untuk Genjot Vaksinasi

Kasus Melandai, Momentum untuk Genjot Vaksinasi

Bisnis | Senin, 06 Desember 2021 | 16:25 WIB

Waspada Jeratan Pinjaman Online Ilegal

Waspada Jeratan Pinjaman Online Ilegal

Bisnis | Senin, 06 Desember 2021 | 15:35 WIB

Komunikasi Jadi Kunci Pencegahan Gelombang Ketiga Covid-19 Imbas Libur Nataru

Komunikasi Jadi Kunci Pencegahan Gelombang Ketiga Covid-19 Imbas Libur Nataru

Bisnis | Senin, 06 Desember 2021 | 15:23 WIB

Terkini

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

×