Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Berkat Pamsimas, Sistem Air Adat Tengger Jadi Berkah bagi Warga dan Wisata Nasional

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Rabu, 08 Desember 2021 | 21:06 WIB
Berkat Pamsimas, Sistem Air Adat Tengger Jadi Berkah bagi Warga dan Wisata Nasional
Wisata Bromo Tengger Semeru. (Istimewa)

Suara.com - Sebuah desa bernama Desa Ngadas, yang terletak di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, merupakan desa potensial yang mendukung pariwisata nasional.

Desa ini masuk kawasan wisata Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Lalu lalang wisatawan, yang merupakan pelancong Gunung Bromo menjadi hal rutin keseharian warga desa.

Beruntunglah, Program Pamsimas masuk ke desa tersebut sejak 2015. Program ini menyempurnakan keberadaan Desa Ngadas, yang semakin terbantu dalam pengadaan air minum dan sanitasi yang memadai.

Sejak dulu, masyarakat Desa Ngadas terkenal dengan  kebiasaan guyub warganya dan merupakan warga yang terbiasa dengan gotong royong. Dua kebiasaan ini merupakan warisan adat istiadat Suku Tengger, yang tinggal di desa-desa sekitar Gunung Bromo.

Guyub dan gotong royong sering terlihat dalam ritual keagamaan, upacara-upacara, dan pada hari raya besar Yadya Kasada, yang digelar setiap bulan Kasada hari ke 14 dalam penanggalan Jawa.

Guyub dan gotong royong juga tampak pada setiap kegiatan warga yang hajatan, membangun rumah, dan memperbaiki jalan yang terkena longsor. Guyub dan gotong royong yang dimaksud di sini bisa dalam bentuk dana maupun tenaga.

Adat istiadat Suku Tengger dapat terpelihara berkat hubungan erat antara pandita dukun dan kepala desa. Pandita dukun adalah pelaksana adat dan pemimpin kegiatan spiritual, sedangkan kepala desa merupakan penanggung jawab pelaksanaan adat dan kegitan spiritual.

Tugas kepala desa adalah menghubungkan antara sekala dan niskala. Sekala yang kelihatan atau kehidupan dunia, sedangkan niskala adalah yang tidak kelihatan, yang gaib, dunia spiritual.

Sebelum Program Pamsimas datang, Warga Desa Ngadas  harus berjalan kaki sejauh 2-3 kilometer untuk mendapat air minum. Itulah sebabnya, Pamsimas disambut gembira oleh warga desa.

baca juga

Ketika Program Pamsimas bertemu adat istiadat Suku Tengger, langsung “klik”. Dana desa 10 persen yang disyarakatkan Program Pamsimas terkumpul dengan mudah. Kontribusi masyarakat senilai 20 persen pun tidak sulit dipenuhi.

Setelah melalui prosesi ritual, air dari tiga sumber yang posisinya di bawah Desa Ngadas pun berhasil dinaikkan dengan dua mesin pompa ke tendon setinggi 70 meter.

Air dari tendon kemudian dialirkan dengan pipa ke rumah-rumah warga dengan cara gravitasi. Semua sarana pengadaan air minum ini dikerjakan warga dengan cara gotong royong, yang didampingi para fasilitator Pamsimas.

Pencarian air di Desa Ngadas disertai dengan semedi atau persembahyangan (niskala), yang kemudian ditunjukkan ke sumber air di bukit savana tadi, padahal di bukit berbatu itu, sebelumnya sulit ditemukan air minum.

Pada 2016,  dana desa terkumpul Rp306 juta, dan digunakan untuk membiayai pengerjaan sambungan pipa dari mata air di bukit savana ke pemukiman warga sejauh 15 kilometer dan membangun bak penampung. Pengerjaannya selesai dalam 1 bulan, dengan pemberdayaan masyarakat melalui gotong royong.

Berkat pengadaan air itu, seluruh warga Ngadas pun sudah bisa menikmati air minum melalui 207 sambungan rumah. Bahkan airnya berlebihan, sehingga bisa membantu mengairi satu kampong di desa tetangga, yaitu Desa Wonokerto. Kampung ini berada di bawah Desa Ngadas. Iuran dari warga juga sudah bisa untuk membiayai keberlangsungan kucuran air minum ke rumah-rumah warga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buka Rakornas Pamsimas III 2021, Menteri PUPR: Kalau Program Tak Berfungsi, Laporkan!

Buka Rakornas Pamsimas III 2021, Menteri PUPR: Kalau Program Tak Berfungsi, Laporkan!

Bisnis | Kamis, 25 November 2021 | 12:45 WIB

BPJT Lakukan Evaluasi Berkala Jalan Tol, Berikut 8 Substansi Pelayanan yang Dinilai

BPJT Lakukan Evaluasi Berkala Jalan Tol, Berikut 8 Substansi Pelayanan yang Dinilai

Bisnis | Rabu, 24 November 2021 | 09:45 WIB

Pamsimas Jawab Tantangan Perubahan Iklim dan Kelangkaan Air

Pamsimas Jawab Tantangan Perubahan Iklim dan Kelangkaan Air

Bisnis | Selasa, 23 November 2021 | 13:37 WIB

Jelang Akhir Program, Pamsimas Mampu Hadirkan Air Minum bagi Jutaan Keluarga Indonesia

Jelang Akhir Program, Pamsimas Mampu Hadirkan Air Minum bagi Jutaan Keluarga Indonesia

Bisnis | Senin, 22 November 2021 | 16:59 WIB

Kementerian PUPR Sebut UU Cipta Bantu Warga Penghasilan Rendah Dapatkan Rumah

Kementerian PUPR Sebut UU Cipta Bantu Warga Penghasilan Rendah Dapatkan Rumah

Bisnis | Minggu, 21 November 2021 | 10:00 WIB

Bantu Peningkatan Produksi Air Bersih di Penajam, Kementerian PUPR Bantu Rp15 Miliar

Bantu Peningkatan Produksi Air Bersih di Penajam, Kementerian PUPR Bantu Rp15 Miliar

Kaltim | Sabtu, 20 November 2021 | 18:28 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×