facebook

Strategi Jababeka Kembangkan Kawasan Ekonomi Khusus Morotai

Iwan Supriyatna
Strategi Jababeka Kembangkan Kawasan Ekonomi Khusus Morotai
Webinar yang bertema DI INDONESIA SAJA: Pariwisata Domestik sebagai Daya Tarik Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.

Pariwisata Indonesia sedang dalam proses pemulihan akibat pandemi.

Suara.com - Pariwisata Indonesia sedang dalam proses pemulihan akibat pandemi. Kebangkitan pariwisata di Indonesia butuh momentum yang dilakukan bersama-sama oleh para stakeholder.

Karena keterpurukan pariwisata Indonesia sekarang ialah akibat pandemi yang berdampak ke semua stakeholder. Apakah itu pihak penyedia akomodasi, agen travel, rumah makan, transportasi dan supplier makanan.

Melihat kondisi tersebut, Basuri Tjahaja Purnama selaku Direktur Utama PT Jababeka Morotai bersama N Rusmiati selaku Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), dan Poernomo Siswoprasetijo selaku President/CEO PATA Indonesia Chapter sepakat untuk menggaungkan bersama kampanye 'DI INDONESIA SAJA' dan berkolaborasi untuk mengembangkan destinasi wisata, khususnya di bagian timur Indonesia, seperti Pulau Morotai di Maluku Utara.

Hal itu terungkap dalam acara webinar yang bertema DI INDONESIA SAJA: Pariwisata Domestik sebagai Daya Tarik Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Pelaku Wisata Siap Bangkitkan Geliat Pariwisata Sumut di 2022

Komitmen menggaungkan kampanye ‘DI INDONESIA SAJA’ dikarenakan pihak Jababeka Morotai, PATA Indonesia dan DPP ASITA sepakat bahwa kunci pemulihan pariwisata Indonesia ialah wisatawan domestik.

Rusmiati melalui ASITA akan mengajak anggotanya yang berjumlah 7 ribu agen travel di 34 provinsi di Indonesia untuk mempromosikan kampanye ‘DI INDONESIA SAJA’

Sementara itu Merry Karouwan selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ASITA Sulawesi Utara (Sulut) menambahkan bahwa pihaknya sebenarnya tengah dalam proses kemungkinan kerja sama demi mengembangkan tempat wisata di Pulau Morotai. Hanya saja usaha tersebut terhenti akibat pandemi.

Merry bercerita bahwa pada Maret 2019, ia datang bersama 15 agen travel datang ke Morotai atas persetujuan Gubernur Sulut terkait kemungkinan sister city, yaitu Marun Manado-Morotai. Harapannya, dapat paket wisata yang “beyond Manado.”

“Kami datang juga Jababeka Morotai juga waktu itu. Dan kami waktu itu terkagum sama alamnya dan daerahnya yang syarat sejarah. Bahkan kami sampai ingin membeli tanah di sana. Saya dengan agen travel saling sepakat karena lokasinya bisa dijangkau (dengan mudah). Oke banget,” terang Merry ditulis Kamis (23/12/2021).

Baca Juga: Ini Saran FBB Terkait Open Border Pariwisata Bali

Akses, tambah Merry, juga sudah dibuka saat ini. Bandara internasional Sam Ratulangi di Manado sudah menerima penerbangan direct dari Singapura, dan penerbangan internasional lain.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar