OPEC Bakal Terus Tingkatkan Produksi, Harga Minyak Dunia Terus Melesat

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 31 Desember 2021 | 07:49 WIB
OPEC Bakal Terus Tingkatkan Produksi, Harga Minyak Dunia Terus Melesat
OPEC.

Suara.com - Harga minyak dunia naik tipis pada perdagangan hari Kamis karena ekspektasi permintaan bahan bakar tetap menggeliat meski infeksi varian Omicron melonjak, dan OPEC bersama sekutunya akan terus meningkatkan pasokan secara bertahap.

Mengutip CNBC, Jumat (31/12/2021) harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup naik 9 sen atau 0,11 persen menjadi USD79,32 per barel.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, patokan Amerika Serikat, meningkat 43 sen, atau 0,56 persen menjadi menetap di posisi USD76,9 per barel, kenaikan sesi ketujuh berturut-turut.

"Kita memiliki jumlah permintaan yang sangat kuat hingga Desember, jadi sekarang pertanyaannya adalah apa yang akan dilakukan OPEC ," kata John Kilduff, mitra di Again Capital Management, New York.

Kilduff memperkirakan Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC Plus, akan terus menambah produksi secara bertahap.
China, importir minyak mentah utama dunia, menurunkan  batch  pertama kuota impor 2022 ke sebagian besar penyulingan swasta sebesar 11 persen.

"Sentimen pasar melemah di tengah kekhawatiran bahwa pemerintah China dapat mengambil tindakan lebih keras terhadap penyulingan independen," kata analis yang berbasis di Singapura.

Namun, harga minyak global rebound antara 50 persen dan 60 persen pada 2021 karena permintaan bahan bakar kembali ke level pra-pandemi dan pengurangan produksi yang tajam oleh OPEC Plus untuk sebagian besar tahun ini menghapus kelebihan pasokan.

Data Badan Informasi Energi Amerika, Rabu, menunjukkan persediaan minyak mentah merosot 3,6 juta barel dalam sepekan hingga 24 Desember.

Persediaan bensin dan sulingan juga turun, dibandingkan perkiraan analis untuk peningkatan, menunjukkan permintaan tetap kuat meski Amerika mencatat rekor kasus Covid-19.

Harga minyak juga mendapat dukungan dari langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah untuk membatasi dampak kasus Covid-19 yang tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi, seperti melonggarkan aturan pengujian.

OPEC Plus akan bertemu pada 4 Januari untuk memutuskan apakah bakal melanjutkan peningkatan produksi pada Februari.

Raja Arab Saudi, Rabu, mengatakan perjanjian produksi OPEC Plus diperlukan untuk stabilitas pasar minyak dan produsen harus mematuhi pakta tersebut.

Irak mengatakan akan tetap mematuhi kebijakan OPEC Plus untuk meningkatkan produksi dengan gabungan 400.000 barel per hari pada Februari. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mau Stabilkan Harga, Daerah Ini Salurkan 70 Ribu Liter Minyak Goreng

Mau Stabilkan Harga, Daerah Ini Salurkan 70 Ribu Liter Minyak Goreng

Sulsel | Jum'at, 31 Desember 2021 | 06:05 WIB

Ganjar Perintahkan Operasi Pasar, 70.000 Liter Minyak Goreng Dijual Murah

Ganjar Perintahkan Operasi Pasar, 70.000 Liter Minyak Goreng Dijual Murah

Jawa Tengah | Kamis, 30 Desember 2021 | 16:04 WIB

Jelang Tahun Baru, Harga Cabai dan Minyak Goreng Meroket di Kubu Raya

Jelang Tahun Baru, Harga Cabai dan Minyak Goreng Meroket di Kubu Raya

Kalbar | Kamis, 30 Desember 2021 | 14:11 WIB

Terkini

Pimpinan Grup Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia di Singapura

Pimpinan Grup Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia di Singapura

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:03 WIB

Jasamarga Tambah Lajur Contraflow Jadi Tiga di Kamis Sore, Pemudik Meningkat 7 Persen

Jasamarga Tambah Lajur Contraflow Jadi Tiga di Kamis Sore, Pemudik Meningkat 7 Persen

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:28 WIB

Jumlah Kendaraan di Ruas Tol JakartaCikampek Meningkat

Jumlah Kendaraan di Ruas Tol JakartaCikampek Meningkat

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:55 WIB

Bayar Zakat Tak Perlu Ribet di BRImo, Cek di Sini Cara dan Pilihan Lembaganya

Bayar Zakat Tak Perlu Ribet di BRImo, Cek di Sini Cara dan Pilihan Lembaganya

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:31 WIB

Hari Raya Nyepi 1948 Saka: BRI Hadirkan 2.000 Paket Sembako untuk Masyarakat Bali

Hari Raya Nyepi 1948 Saka: BRI Hadirkan 2.000 Paket Sembako untuk Masyarakat Bali

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:09 WIB

Harga Pangan Masih Meroket Jelang Lebaran, Cabai Rawit Merah Sentuh Rp125.850 Per Kilogram

Harga Pangan Masih Meroket Jelang Lebaran, Cabai Rawit Merah Sentuh Rp125.850 Per Kilogram

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:00 WIB

Pemerintah Diminta Terapkan Tarif Dinamis di Penyeberangan untuk Tekan Antrean Mudik

Pemerintah Diminta Terapkan Tarif Dinamis di Penyeberangan untuk Tekan Antrean Mudik

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:40 WIB

CBDK Genjot Produk Margin Tinggi, Profitabilitas Terdongkrak di 2025

CBDK Genjot Produk Margin Tinggi, Profitabilitas Terdongkrak di 2025

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:10 WIB

Harga Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Segini Kisarannya

Harga Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Segini Kisarannya

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:35 WIB

HSBC Siap PHK Massal hingga 20.000 Karyawan

HSBC Siap PHK Massal hingga 20.000 Karyawan

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:20 WIB