Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pemerintah Impor Daging Kerbau dari India, Pengamat: Jangan Lupakan Peternak Rakyat!

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 14 Januari 2022 | 07:30 WIB
Pemerintah Impor Daging Kerbau dari India, Pengamat: Jangan Lupakan Peternak Rakyat!
Penjualan daging di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (30/3).

Suara.com - Disampaikan oleh Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi Ali Usman, kebijakan impor daging kerbau India harus dievaluasi karena tidak memberi dampak signifikan dalam menurunkan harga daging sapi lokal. Malah, menurutnya, harganya justru memacu harga daging dalam negeri semakin naik.

“Tata niaga harus dibenahi, jangan hanya melihat dari sisi konsumen tetapi dari sisi produsen peternak rakyat juga harus dilihat. Biaya pemeliharaan sapi masih tinggi, hingga soal rantai pasok fasilitas yang masih minim, sehingga harga daging sapi masih tinggi di konsumen akhir,” kata Ali Usman, Kamis (13/1/2021).

Untuk diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian sebenarnya berupaya melalui Swasembada Daging Sapi Kerbau (PSDS) hingga teranyar Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan). 

Meski telah menjalankan program terkait, Ali menyebut, defisit daging sapi masih cukup tinggi sehingga Indonesia masih melakukan impor daging kerbau India dan daging sapi dari Brazil.

Upaya tersebut sudah lebih dari 10 tahun, tetapi masih belum mampu menjawab tantangan neraca sapi potong yang kian defisit ditengah angka konsumsi relatif stagnan.

Ia mengusulkan, sistem informasi pangan dalam satu data terkait supply-demand daging sapi harus dibangun. Tidak hanya dari soal data produksi tetapi angka konsumsi di berbagai daerah sehingga pemerintah dapat mengetahui jumlah peternak dan ternaknya di tiap daerah, juga data biaya produksi dari pemeliharaan ternak itu sendiri, pasokan bahan baku pakan, penyediaan bibit hingga ke sistem rantai pasok. 

Dampaknya, data harga daging tersebut diterima oleh konsumen terlihat secara transparan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Sesdit, PKH Kementan) Makmun menyampaikan populasi sapi terbanyak ada di Jawa Timur 4,8 juta,ekor Jawa Tengah 1,8 juta ekor, NTB 1,2 juta ekor, Sulawesi Selatan 1,4 juta ekor dan NTT 1,1 ekor. Sedangkan partisipasi konsumsi masyarakat Indonesia relatif stagnan.

Perkembangan harga daging sapi juga terus meningkat di tahun 2021. Rerata harga daging sapi di tingkat produsen periode Januari 2017 s.d Januari 2022 cenderung mengalami peningkatan dari Rp41.861 hingga Rp49.570 per kg bobot hidup. Sementara rerata harga daging sapi tingkat konsumen saat ini mencapai Rp118.900 per kg

Lebih jelas Makmun mengatakan, perkembangan impor dari 2019 hingga 2021 jumlah penduduk meningkat dengan kebutuhan masih ada kekurangan namun dari tahu ke tahun neraca mengalami penurunan. Di mana impor setara daging di tahun 2022 yaitu sekitar 266.065 ton.

Sebenarnya produksi dalam negeri bertumbuh yaitu pada 2019 -2020 meningkat 0,10 persen kemudian 2020 ke 2021 tumbuh 4,56 persen dan 2021 ke 2022 tumbuh 3,13 persen.

Selama ini, program Sikomandan untuk meningkatkan populasi dalam negeri tersebar di seluruh wilayah di Indonesia dengan juga menjaga sumber daya genetik namun untuk daerah yang dibuka dilakukan cross dengan jenis lain.

Ia berharap pada desa korporasi yang didesain pemerintah maupun stakeholder bisa didukung oleh pembiayaan dan investasi yang berasal bukan hanya dari APBN dan APBD.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Disarankan Impor Sapi Dibanding Daging Beku, Ini Kelebihannya

Pemerintah Disarankan Impor Sapi Dibanding Daging Beku, Ini Kelebihannya

Bisnis | Kamis, 13 Januari 2022 | 13:29 WIB

Penyakit Sapi Gila Merebak, China dan Filipina Tunda Ekspor Daging Dari Kanada

Penyakit Sapi Gila Merebak, China dan Filipina Tunda Ekspor Daging Dari Kanada

Bisnis | Selasa, 11 Januari 2022 | 09:33 WIB

Syok Lihat Pemandangan Ini, Saman Pingsan di Depan Kandang Sapi

Syok Lihat Pemandangan Ini, Saman Pingsan di Depan Kandang Sapi

Jabar | Minggu, 09 Januari 2022 | 13:51 WIB

Gerakan Al-Maun UHAMKA Bantu Hidupkan Perekonomian Peternak Ayam di Kabupaten Bogor

Gerakan Al-Maun UHAMKA Bantu Hidupkan Perekonomian Peternak Ayam di Kabupaten Bogor

Your Say | Jum'at, 07 Januari 2022 | 15:41 WIB

Buntut Tiga Peternakan Ayam Bangkrut, Stok Daging Ayam di Palembang Menurun

Buntut Tiga Peternakan Ayam Bangkrut, Stok Daging Ayam di Palembang Menurun

Sumsel | Kamis, 06 Januari 2022 | 07:40 WIB

Harga Telur Masih Tinggi, Peternak di Gunungkidul Belum Berani Tambah Kapasitas Produksi

Harga Telur Masih Tinggi, Peternak di Gunungkidul Belum Berani Tambah Kapasitas Produksi

Jogja | Senin, 03 Januari 2022 | 15:53 WIB

Terkini

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bahlil Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik pada Mei

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:22 WIB

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

OJK: DSI Masih Nunggak Bayar Dana Nasabah Rp 2,4 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:15 WIB

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Ditopang Margin Kilang Minyak, Laba Barito Pacific (BRPT) Naik 803 Persen di Kuartal I-2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:05 WIB