Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

Pemerintah Impor Daging Kerbau dari India, Pengamat: Jangan Lupakan Peternak Rakyat!

M Nurhadi

Jum'at, 14 Januari 2022 | 07:30 WIB
Pemerintah Impor Daging Kerbau dari India, Pengamat: Jangan Lupakan Peternak Rakyat!
Penjualan daging di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (30/3).

Suara.com - Disampaikan oleh Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi Ali Usman, kebijakan impor daging kerbau India harus dievaluasi karena tidak memberi dampak signifikan dalam menurunkan harga daging sapi lokal. Malah, menurutnya, harganya justru memacu harga daging dalam negeri semakin naik.

“Tata niaga harus dibenahi, jangan hanya melihat dari sisi konsumen tetapi dari sisi produsen peternak rakyat juga harus dilihat. Biaya pemeliharaan sapi masih tinggi, hingga soal rantai pasok fasilitas yang masih minim, sehingga harga daging sapi masih tinggi di konsumen akhir,” kata Ali Usman, Kamis (13/1/2021).

Untuk diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian sebenarnya berupaya melalui Swasembada Daging Sapi Kerbau (PSDS) hingga teranyar Sikomandan (Sapi Kerbau Komoditas Andalan). 

Meski telah menjalankan program terkait, Ali menyebut, defisit daging sapi masih cukup tinggi sehingga Indonesia masih melakukan impor daging kerbau India dan daging sapi dari Brazil.

Upaya tersebut sudah lebih dari 10 tahun, tetapi masih belum mampu menjawab tantangan neraca sapi potong yang kian defisit ditengah angka konsumsi relatif stagnan.

Ia mengusulkan, sistem informasi pangan dalam satu data terkait supply-demand daging sapi harus dibangun. Tidak hanya dari soal data produksi tetapi angka konsumsi di berbagai daerah sehingga pemerintah dapat mengetahui jumlah peternak dan ternaknya di tiap daerah, juga data biaya produksi dari pemeliharaan ternak itu sendiri, pasokan bahan baku pakan, penyediaan bibit hingga ke sistem rantai pasok. 

Dampaknya, data harga daging tersebut diterima oleh konsumen terlihat secara transparan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Sesdit, PKH Kementan) Makmun menyampaikan populasi sapi terbanyak ada di Jawa Timur 4,8 juta,ekor Jawa Tengah 1,8 juta ekor, NTB 1,2 juta ekor, Sulawesi Selatan 1,4 juta ekor dan NTT 1,1 ekor. Sedangkan partisipasi konsumsi masyarakat Indonesia relatif stagnan.

Perkembangan harga daging sapi juga terus meningkat di tahun 2021. Rerata harga daging sapi di tingkat produsen periode Januari 2017 s.d Januari 2022 cenderung mengalami peningkatan dari Rp41.861 hingga Rp49.570 per kg bobot hidup. Sementara rerata harga daging sapi tingkat konsumen saat ini mencapai Rp118.900 per kg

baca juga

Lebih jelas Makmun mengatakan, perkembangan impor dari 2019 hingga 2021 jumlah penduduk meningkat dengan kebutuhan masih ada kekurangan namun dari tahu ke tahun neraca mengalami penurunan. Di mana impor setara daging di tahun 2022 yaitu sekitar 266.065 ton.

Sebenarnya produksi dalam negeri bertumbuh yaitu pada 2019 -2020 meningkat 0,10 persen kemudian 2020 ke 2021 tumbuh 4,56 persen dan 2021 ke 2022 tumbuh 3,13 persen.

Selama ini, program Sikomandan untuk meningkatkan populasi dalam negeri tersebar di seluruh wilayah di Indonesia dengan juga menjaga sumber daya genetik namun untuk daerah yang dibuka dilakukan cross dengan jenis lain.

Ia berharap pada desa korporasi yang didesain pemerintah maupun stakeholder bisa didukung oleh pembiayaan dan investasi yang berasal bukan hanya dari APBN dan APBD.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Disarankan Impor Sapi Dibanding Daging Beku, Ini Kelebihannya

Pemerintah Disarankan Impor Sapi Dibanding Daging Beku, Ini Kelebihannya

Bisnis | Kamis, 13 Januari 2022 | 13:29 WIB

Penyakit Sapi Gila Merebak, China dan Filipina Tunda Ekspor Daging Dari Kanada

Penyakit Sapi Gila Merebak, China dan Filipina Tunda Ekspor Daging Dari Kanada

Bisnis | Selasa, 11 Januari 2022 | 09:33 WIB

Syok Lihat Pemandangan Ini, Saman Pingsan di Depan Kandang Sapi

Syok Lihat Pemandangan Ini, Saman Pingsan di Depan Kandang Sapi

Jabar | Minggu, 09 Januari 2022 | 13:51 WIB

Gerakan Al-Maun UHAMKA Bantu Hidupkan Perekonomian Peternak Ayam di Kabupaten Bogor

Gerakan Al-Maun UHAMKA Bantu Hidupkan Perekonomian Peternak Ayam di Kabupaten Bogor

Your Say | Jum'at, 07 Januari 2022 | 15:41 WIB

Buntut Tiga Peternakan Ayam Bangkrut, Stok Daging Ayam di Palembang Menurun

Buntut Tiga Peternakan Ayam Bangkrut, Stok Daging Ayam di Palembang Menurun

Sumsel | Kamis, 06 Januari 2022 | 07:40 WIB

Harga Telur Masih Tinggi, Peternak di Gunungkidul Belum Berani Tambah Kapasitas Produksi

Harga Telur Masih Tinggi, Peternak di Gunungkidul Belum Berani Tambah Kapasitas Produksi

Jogja | Senin, 03 Januari 2022 | 15:53 WIB

Terkini

Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X

Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:09 WIB

Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen

Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

×