Harga Minyak Dunia Diprediksi Bakal Tembus 100 Dolar AS per Barel

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 24 Januari 2022 | 08:25 WIB
Harga Minyak Dunia Diprediksi Bakal Tembus 100 Dolar AS per Barel
Ilustrasi harga minyak dunia meningkat. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak turun pada perdagangan akhir pekan lalu karena tertekan kenaikan tak terduga persediaan minyak dan BBM di Amerika Serikat (AS). Tapi banyak prediksi yang menyebut harga minyak bisa tembus USD100 per Barel tahun ini.

Di sisi lain para investor melakukan aksi profit taking setelah patokan harga minyak menyentuh harga tertinggi 7 bulan terakhir.

Namun patokan minyak mentah menguat untuk minggu kelima berturut-turut, naik sekitar 2 persen pada minggu lalu. Harga naik lebih dari 10 persen sepanjang tahun ini di tengah kekhawatiran atas pengetatan pasokan.

Mengutip CNBC, Senin (24/1/2022) harga minyak brent berjangka turun 49 sen, atau 0,6 persen di harga USD87,89 per barel.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 41 sen, atau 0,5 persen, menjadi USD85,14 per barel. Awal pekan lalu, baik Brent dan WTI naik ke level tertinggi sejak Oktober 2014.

"Kemunduran terbaru kemungkinan besar karena kombinasi dari aksi ambil untung sebelum akhir pekan dan tidak adanya katalis bullish baru," kata analis PVM Stephen Brennock.

EIA melaporkan kenaikan stok minyak di USA pertama sejak November dan persediaan bensin pada level tertinggi 11 bulan, berlawanan dengan ekspektasi industri.

"Trader tidak terkejut melihat reli harga minyak melambat," kata Edward Moya, analis senior di OANDA.

Moya bilang minyak mentah WTI turun setelah kenaikan mengejutkan dengan stok AS dan menyusul koreksi tajam di Wall Street yang mengirim aset berisiko jatuh bebas.

"Harga minyak mentah mungkin tidak memiliki tiket ke arah harga USD100, tetapi fundamental sisi penawaran pasti mendukung yang bisa terjadi pada musim panas," kata Moya.

Analis lain juga mengatakan mereka memperkirakan tekanan harga saat ini akan terbatas karena kekhawatiran pasokan dan meningkatnya permintaan.

UBS memperkirakan permintaan minyak mentah mencapai rekor tertinggi tahun ini dan untuk Brent diperdagangkan dalam kisaran USD80-USD90 per barel untuk saat ini.

Sementara itu, Morgan Stanley telah menaikkan perkiraan harga Brent menjadi USD100 per barel pada kuartal ketiga, naik dari proyeksi sebelumnya USD90. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukannya Murah, Malah Langka! Warga Sambas Harus Rela Berdesakan untuk Dapat Minyak Goreng Rp 14 Ribu per Liter

Bukannya Murah, Malah Langka! Warga Sambas Harus Rela Berdesakan untuk Dapat Minyak Goreng Rp 14 Ribu per Liter

Kalbar | Minggu, 23 Januari 2022 | 20:05 WIB

Operasi Pasar Minyak Goreng Murah di Cianjur Diserbu Emak-emak

Operasi Pasar Minyak Goreng Murah di Cianjur Diserbu Emak-emak

Jabar | Minggu, 23 Januari 2022 | 16:52 WIB

Harga Minyak Goreng Kembali Normal, Wali Kota Kendari Minta Warga Tidak Panik

Harga Minyak Goreng Kembali Normal, Wali Kota Kendari Minta Warga Tidak Panik

Sulsel | Minggu, 23 Januari 2022 | 14:19 WIB

Terkini

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.975

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.975

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 09:42 WIB

PGN Lepas Puluhan Armada Mudik Gratis BUMN 2026 di TMII

PGN Lepas Puluhan Armada Mudik Gratis BUMN 2026 di TMII

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 09:34 WIB

Industri Tembakau Alternatif Butuh Dukungan Regulasi Pemerintah

Industri Tembakau Alternatif Butuh Dukungan Regulasi Pemerintah

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 09:29 WIB

Belanja Ramadan Meningkat, Gadget hingga Furnitur Jadi Buruan

Belanja Ramadan Meningkat, Gadget hingga Furnitur Jadi Buruan

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 09:27 WIB

Jelang Libur Lebaran, IHSG Dibuka Mulai Bangkit

Jelang Libur Lebaran, IHSG Dibuka Mulai Bangkit

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 09:14 WIB

BI Beberkan Kerugian jika Masyarakat Tukar Uang Lebaran Ditempat Tidak Resmi

BI Beberkan Kerugian jika Masyarakat Tukar Uang Lebaran Ditempat Tidak Resmi

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 08:41 WIB

Tinjau PLTA Saguling, Wamen ESDM Jamin Stabilitas Pasokan Listrik Jawa-Bali

Tinjau PLTA Saguling, Wamen ESDM Jamin Stabilitas Pasokan Listrik Jawa-Bali

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 08:19 WIB

AS Selidiki Perdagangan RI Lewat Section 301, Pemerintah Ancang-ancang Siapkan Respons

AS Selidiki Perdagangan RI Lewat Section 301, Pemerintah Ancang-ancang Siapkan Respons

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 07:48 WIB

IHSG Jeblok Jelang Lebaran, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Bagus

IHSG Jeblok Jelang Lebaran, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Bagus

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 07:45 WIB

Bank Indonesia Diramal Tahan Suku Bunga, Stabilitas Rupiah Jadi Pertimbangan Utama

Bank Indonesia Diramal Tahan Suku Bunga, Stabilitas Rupiah Jadi Pertimbangan Utama

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 07:31 WIB