Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

Harga Kedelai Mahal, Anggota Komisi IV DPR: Pemerintah Gagal Sediakan Pasokan

Erick Tanjung | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 14 Februari 2022 | 17:51 WIB
Harga Kedelai Mahal, Anggota Komisi IV DPR: Pemerintah Gagal Sediakan Pasokan
Ilustrasi--Harga kacang kedelai mahal. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Mahalnya harga kedelai membuat anggota DPR RI menyoroti lemahnya strategi pemerintah dalam menyediakan ketersediaan pasokan dalam negeri yang bergantung pada impor.

Anggota Komisi IV DPR RI Amin AK dari Fraksi PKS bahkan dengan lantang mengatakan akar permasalahan mahalnya harga kedelai disebabkan oleh gagalnya pemerintah mengantisipasi kelangkaan pasokan kedelai baik kedelai impor maupun kedelai lokal.

"Padahal tren kenaikan harga kedelai sudah muncul sejak pertengahan tahun 2021 lalu, yang disebabkan oleh dampak cuaca ekstrem sehingga menurunkan produksi di negara produsen utama dunia seperti Argentina dan Brasil," kata Amin, Senin (14/2/2022).

Pada saat bersamaan, lanjut Amin terjadi pembelian dalam skala besar/rush buying dari Amerika Serikat dan China, terutama setelah badai Ida berakhir pada Desember 2021 lalu.

Selain itu yang disampaikan Akindo (Asosiasi Kedelai Indonesia) stok eksisting saat ini hanya sekitar 140 ribu ton dan baru akan masuk kedelai impor pada Februari ini sekitar 160 ribu ton. Sehingga, hingga akhir Februari ini ada stok sekitar 300 ribu ton kedelai, yang artinya pasokan kedelai hanya cukup 2 bulan ke depan bahkan kurang.

"Dengan kebutuhan kedelai nasional 3 juta ton per tahun, maka rata-rata per bulan dibutuhkan 250 ribu ton kedelai," paparnya.

Apalagi kata Amin kebutuhan kedelai Indonesia saat ini 80 persen dipasok dari luar negeri atau impor karena produksi dari dalam negeri belum mencukupi. Kondisi ini berpotensi memicu spekulasi harga, yang menjadi penyebabnya naiknya harga kedelai.

"Kami mendesak Kementerian Perdagangan untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya spekulasi harga dan praktek kartel kedelai impor yang menyebabkan terjadinya oligopoli atau dikuasainya pasokan kedelai oleh segelintir perusahaan," katanya.

Sejak melonjaknya harga kedelai Juni 2021 lalu, pemerintah menjanjikan produksi kedelai nasional sebanyak 1 juta ton per tahun atau sekitar 30 persen dari kebutuhan nasional. Namun hingga saat ini realisasinya masih jauh dari harapan.

Ia mendesak pemerintah agar merealisasikan janji tersebut. "Persoalan lahan dan insentif harga ataupun insentif sarana produksi harus bisa diselesaikan oleh pemerintah," katanya.

"Kami berharap pada BUMN Pangan agar berperan lebih aktif dan berkoordinasi dengan stake holdres lainnya untuk menimalisir ketergantungan pada kedelai impor," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Kedelai Impor di Daerah Ini Naik Rp 11 Ribu Per Kilogram

Harga Kedelai Impor di Daerah Ini Naik Rp 11 Ribu Per Kilogram

Sumbar | Sabtu, 12 Februari 2022 | 13:03 WIB

Waduh! Harga Kedelai Impor di Kabupaten Kudus Nyaris Naik Dua Kali Lipat, Kini Rp11 Ribu Per Kilogram

Waduh! Harga Kedelai Impor di Kabupaten Kudus Nyaris Naik Dua Kali Lipat, Kini Rp11 Ribu Per Kilogram

Jawa Tengah | Sabtu, 12 Februari 2022 | 12:42 WIB

Kemendag: Harga Tempe dan Tahu Diprediksi Naik Akibat Turunnya Produksi Kedelai Brasil

Kemendag: Harga Tempe dan Tahu Diprediksi Naik Akibat Turunnya Produksi Kedelai Brasil

Bisnis | Jum'at, 11 Februari 2022 | 21:21 WIB

Bantah Gelar Resepsi, Luluk Anggota DPR Minta Maaf Soal Pernikahan di Tengah PPKM

Bantah Gelar Resepsi, Luluk Anggota DPR Minta Maaf Soal Pernikahan di Tengah PPKM

News | Senin, 09 Agustus 2021 | 20:45 WIB

Harga Kedelai Impor di Kudus Kembali Naik

Harga Kedelai Impor di Kudus Kembali Naik

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Juli 2021 | 15:42 WIB

Menilik Produsen Tempe di Palembang: Gunakan Kedelai Impor hingga Harga Tak Bisa Naik

Menilik Produsen Tempe di Palembang: Gunakan Kedelai Impor hingga Harga Tak Bisa Naik

Sumsel | Minggu, 30 Mei 2021 | 13:05 WIB

Terkini

Indonesia Beli Migas dari Rusia, Lalu Bagaimana dengan Amerika? Ini Jawaban Bahlil

Indonesia Beli Migas dari Rusia, Lalu Bagaimana dengan Amerika? Ini Jawaban Bahlil

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 11:38 WIB

Cabai Melonjak Tajam, Telur Ikut Naik, Harga Minyak Goreng Justru Turun

Cabai Melonjak Tajam, Telur Ikut Naik, Harga Minyak Goreng Justru Turun

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 10:58 WIB

Dongkrak Produktivitas Petani Pantura, Petrokimia Gresik Pacu Pendapatan Hingga 15%

Dongkrak Produktivitas Petani Pantura, Petrokimia Gresik Pacu Pendapatan Hingga 15%

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 10:47 WIB

Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS

Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 10:06 WIB

Investor Belanda Jajaki Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Ekonomi di Papua

Investor Belanda Jajaki Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Ekonomi di Papua

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:57 WIB

Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180

Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:49 WIB

Harga Emas Antam Terus Terjungkal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.868.000/Gram

Harga Emas Antam Terus Terjungkal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.868.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:15 WIB

Indonesia Kejar Pasar Amerika, Ekspor Tekstil Jadi Andalan Baru

Indonesia Kejar Pasar Amerika, Ekspor Tekstil Jadi Andalan Baru

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:11 WIB

IHSG Bangkit pada Jumat Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan

IHSG Bangkit pada Jumat Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:10 WIB

Tren Anabul Jadi Anggota Keluarga, OJK Sebut Potensi Besar Asuransi Hewan Peliharaan

Tren Anabul Jadi Anggota Keluarga, OJK Sebut Potensi Besar Asuransi Hewan Peliharaan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:03 WIB