Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kepercayaan Investor Asing Mulai Kembali, IHSG Diprediksi Tembus 7.300 di Akhir 2022

Iwan Supriyatna

Kamis, 24 Februari 2022 | 10:52 WIB
Kepercayaan Investor Asing Mulai Kembali, IHSG Diprediksi Tembus 7.300 di Akhir 2022
Bursa Efek Indonesia (Shutterstock)

Suara.com - Di tengah situasi global yang masih dipenuhi oleh sentimen kurang baik, pasar keuangan dalam negeri sedang diliputi suasana positif menyusul Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menunjukkan tren positif dan rupiah yang mampu bertahan di tengah tekanan eksternal.

Pada penutupan transaksi Jumat (18/02/2022) lalu, IHSG ditutup naik 0,84% ke 6.892,818 yang merupakan rekor penutupan tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).

“Kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia semakin membaik di awal tahun ini. Terlihat dari selama periode 50 hari pertama 2022, IHSG sudah mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,88%. Ini merupakan awalan yang bagus dan kami proyeksikan masih akan berlanjut mengingat sejumlah capaian positif dari domestik masih akan terus bermunculan. Capaian positif ini yang akan mendorong kepercayaan investor asing terhadap pasar keuangan nasional. Kami memproyeksikan IHSG di akhir 2022 terus naik hingga mencapai level 7.300,” ujar Budi Hikmat, Kepala Ekonom Bahana TCW ditulis Kamis (24/2/2022).

Setidaknya ada dua hal utama yang mendorong penguatan kinerja IHSG ke depan, yaitu, Pertama; secara fundamental, perbaikan ekonomi pasca Pandemi Covid-19 terus berlanjut.

Perbaikan fundamental ini merupakan hasil dari stimulus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), berbagai insentif pajak, serta kebijakan akomodatif oleh BI yang telah berjalan sejak awal pandemi. Pemulihan ekonomi domestik yang kuat tercermin dari kembalinya daya beli masyarakat.

Per Desember 2021, pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) tumbuh 22.98% secara tahunan. Pemulihan yang terus berlanjut turut didukung oleh neraca perdagangan yang membaik.

Bank Indonesia (BI) menyampaikan neraca transaksi berjalan berhasil mencetak surplus pada 2021 lalu sebesar US$ 3,3 miliar atau setara Rp 47 triliun. Ini merupakan surplus pertama setelah mencatatkan defisit beruntun selama sembilan tahun terakhir.

Naiknya harga komoditas sejak 2021 lalu diproyeksi akan berdampak pula pada kinerja emiten yang akan mendorong earnings levels. Secara rata-rata di tahun ini akan ada peningkatan earnings sebesar 17,19% yang akan mendorong IHSG ke level 7.300 atau tumbuh 11% dari akhir 2021 lalu.

Kedua; Kepercayaan investor asing yang mulai terjaga yang membawa dana masuk (inflow) asing ke pasar keuangan nasional sejak Kuartal IV 2021 yang lalu. Perbaikan fundamental dipersepsikan positif oleh investor asing meski posisi dana masuk asing belum seperti saat masa commodity boom. Namun, momentum ini bisa diartikan sebagai titik awal kembalinya kepercayaan investor asing ke pasar saham Indonesia.

baca juga

Sejak awal 2022, aliran dana masuk (net inflow) asing ke pasar saham Indonesia telah mencapai Rp 20,3 triliun(year to date/ytd). Hal ini menunjukkan dukungan atau kepercayaan yang solid dari investor asing dan dapat menjadi indikator yang bagus untuk kinerja IHSG ke depan.

Bahana TCW juga percaya IHSG hanya akan terdampak minim oleh sentimen negatif yang berasal dari eksternal, seperti The Fed yang berencana meningkatkan suku bunganya hingga lima kali dalam tahun ini, ketegangan antara Rusia dan Ukraina, serta market global yang menunjukkan tren pelemahan.

“Investor asing melihat ekonomi di tahun ini dan tahun-tahun mendatang sebagai tahun harvesting dari apa yang dilakukan pemerintah sejak 2014 lalu. Sejak 2014 lalu, pemerintah telah memulai berbagai proyek infrastruktur strategis nasional secara masif dan mulai 2019 lalu pemerintah secara serius memperbaiki regulasi guna mendukung kemudahan investasi di dalam negeri, salah satunya melalui omnibus law. Dan saat ini pasar melihat bahwa apa yang sudah dilakukan pemerintah sejak 2014 tersebut sudah mulai menunjukkan hasilnya.” kata Budi.

“Saat ini pelaku pasar utamanya asing melihat Indonesia mulai terlihat memiliki karakter ekonomi yang jelas. Saat ini terlihat Indonesia sebagai negara manufaktur dengan kebijakan peningkatan nilai tambah sejumlah komoditas alam dan tidak hanya berorientasi menjual bahan mentah, contohnya produksi nikel, baja dan lain-lain. Jadi, masuknya asing ke pasar saham Indonesia lebih disebabkan oleh level of confidence terhadap story of growth ekonomi Indonesia di masa mendatang. Dengan kata lain, kepercayaan pelaku pasar asing kembali tumbuh karena mereka mengapresiasi arah pembangunan ekonomi Indonesia,” tutup Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kamis Pagi IHSG Dibuka Melemah ke Posisi 6.912

Kamis Pagi IHSG Dibuka Melemah ke Posisi 6.912

Bisnis | Kamis, 24 Februari 2022 | 09:10 WIB

IHSG Rabu Sore Ditutup Melesat ke Posisi 6.920

IHSG Rabu Sore Ditutup Melesat ke Posisi 6.920

Bisnis | Rabu, 23 Februari 2022 | 16:25 WIB

Rebound, IHSG Rabu Pagi Dibuka Naik ke Posisi 6.878

Rebound, IHSG Rabu Pagi Dibuka Naik ke Posisi 6.878

Bisnis | Rabu, 23 Februari 2022 | 09:43 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×